Pesona Pujaan Hati Bab 7504

Pesona Pujaan Hati Bab 7504

Halo pembaca setia, siapkan diri Anda untuk menyelami bab terbaru yang penuh nuansa emosi dari “Pesona Pujaan Hati”!

Poin Penting Bab Ini:

  • Charlie dihadapkan pada dilema besar mengenai keterbatasan waktu Maria dan ketidakmampuannya mencapai pencerahan.
  • Perasaan Charlie tentang ketidakadilan takdir terhadap Maria, yang ia yakini pantas hidup lebih lama dan lebih sempurna.
  • Ungkapan ketulusan hati Charlie yang mendalam, membuat Maria sangat terharu dan menyadari betapa berharganya ia.

Pesona Pujaan Hati Bab 7504 Mari Kita Berangkat Sekarang.

Nasib Maria terancam oleh keterbatasan waktu, menimbulkan dilema bagi Charlie.Charlie merasa ketidakadilan surga terhadap Maria, namun bertekad mencari solusi.Ungkapan tulus Charlie membuat Maria terharu dan menyadari betapa berartinya ia.

Bab 7504 Mari Kita Berangkat Sekarang.

Jika pencerahan Nanako merupakan kejutan besar bagi Charlie, maka ketidakmampuan Maria untuk mencapai pencerahan adalah sumber penyesalan yang mendalam baginya.

Surga menganugerahi Maria umur lima ratus tahun, penampilan sempurna, kecerdasan luar biasa, dan daya tahan yang tak tertandingi. Secara logis, dia sudah menerima terlalu banyak anugerah. Tetapi semakin banyak anugerah yang diterimanya, semakin Charlie merasa bahwa Surga telah memperlakukannya secara tidak adil.

Karena dia bisa saja menjadi lebih sempurna.

Jika Maria tidak dapat memahami Dao, dan aku tidak dapat menguasai Pil Seratus Reinkarnasi dalam seratus tahun ke depan, maka umur Maria akan berakhir.

Namun, Charlie merasa bahwa Maria pantas hidup selama lima ratus tahun lagi, atau bahkan seribu lima ratus tahun.

Berbeda dengan jalan Victoria dan Master Meng menuju keabadian, Maria tidak menyia-nyiakan satu hari pun selama empat ratus tahun terakhir. Bahkan ketika ia berjuang untuk menyelamatkan nyawanya, ia mampu menjalani kehidupan yang penuh warna.

Di mata Charlie, inilah tipe wanita yang benar-benar pantas hidup selamanya.

Yang disesalkan Charlie adalah, mengingat kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya saat ini, ia sama sekali tidak memiliki cara untuk membantu Maria mencapai pencerahan.

Maria sangat terharu karena Charlie masih mengingatnya. Dia tersenyum dan berkata, “Saya sudah sangat puas karena Anda masih mengingat saya, Tuan Muda. Adapun pencerahan, saya tidak bercita-cita untuk itu. Bahkan jika saya meninggal sekarang, saya masih akan lebih beruntung daripada kebanyakan orang di dunia ini.”

Charlie menatapnya dan menghela napas tulus, “Jika hari ini adalah akhir dunia dan hanya satu orang yang bisa selamat, aku berharap orang itu adalah kamu.”

Ucapan tiba-tiba itu membuat Maria terkejut. Sesaat kemudian, matanya berkaca-kaca, dan dia segera berpaling, menyeka air matanya dengan lembut menggunakan lengan bajunya. Dia menundukkan kepala dan berpura-pura tersenyum santai, berkata, “Aku benar-benar tidak tahu bagaimana membalas kebaikanmu, tuan muda.”

Charlie tersenyum dan berkata, “Ketika aku menemukan cara untuk membantumu memahami Dao di masa depan, kamu bisa memikirkan bagaimana cara membalas budiku. Sampai saat itu, aku berhutang budi padamu. Aku bisa selamat dari kehancuran diri Marquis Changsheng dan menemukan kota bawah tanah ini semua berkatmu. Kebaikan ini hanya bisa dibalas dengan membantumu memahami Dao atau dengan memberimu Pil Seratus Reinkarnasi.”

Maria menatap Charlie dengan mata merah dan sedikit senyum di wajahnya, lalu bertanya kepadanya, “Apakah aku orang yang sangat istimewa bagimu, tuan muda?”

« Bab 7503DAFTAR ISI