Perintah Kaisar Naga Bab 6896 Sinkronisasi Lengkap

Bab 6896 Sinkronisasi Lengkap

Sedang mencari kelanjutan Perintah Kaisar Naga Bab 6896 Sinkronisasi Lengkap? Anda berada di tempat yang tepat. Baca bab selengkapnya di bawah ini.

Poin Penting Bab Ini:

  • Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
  • Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
  • Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.

Saat senja memudar di luar jendela, lapisan-lapisan cahaya senja meresap ke dunia, dan malam yang samar perlahan menyelimuti sekitarnya.

Lampu-lampu kota menyala satu per satu, berkelap-kelip lembut, damai dan tenang, seolah malam yang paling biasa, tanpa angin, ombak, atau riak.

Tanpa disadari siapa pun, cahaya ungu gelap yang sangat halus dan tersembunyi sempurna telah melayang diam-diam di atas malam yang damai ini.

Cahaya itu menyembunyikan dirinya di dalam bayangan awan, menekan semua fluktuasi energi spiritual dan aura dari semua hukum.

Seperti bayangan tak terlihat yang menyatu dengan malam, ia melayang dengan tenang di atas kota, tanpa mengejutkan burung-burung atau mengganggu debu, dan secara tepat menemukan ruangan tempat David berada.

Sesaat kemudian, cahaya ungu gelap itu tiba-tiba kehilangan semua kilaunya, berubah menjadi menara ujian kuno yang indah, yang melayang tenang tiga kaki di atas kamar tamu.

Menara itu berdiri tegak dan stabil, tanpa cahaya, tekanan, atau fluktuasi. Bahkan jika seorang kultivator biasa mendongak dan menatapnya, dia hanya akan melihatnya sebagai titik kecil yang melayang dan tidak akan mampu merasakan keanehan dan sifat luar biasanya.

Berdengung.

Diam dan tak terlihat, tanpa bentuk dan tak berwujud.

Saat Menara Uji Coba berputar sedikit, lonceng-lonceng kecil di sembilan sisi atap bergetar lembut tanpa mengeluarkan suara. Namun, sebuah penghalang hukum transparan, yang menutupi seluruh kamar tamu dan bahkan seluruh area tempat mereka bertiga berdiri, terbentang dengan tenang.

Saat penghalang itu mendarat, seluruh ruang nyata seketika dan tanpa suara dilucuti dan digantikan.

Tidak ada fenomena yang mengguncang bumi, tidak ada suara gemuruh ruang angkasa yang terbelah, dan bahkan tidak ada fluktuasi energi spiritual sedikit pun.

David merasakan udara di sekitarnya tiba-tiba membeku, seolah-olah seluruh dunia tiba-tiba mengencang, dan semua arus udara, kekuatan spiritual, dan hukum telah mengeras.

Suhu ruangan yang hangat dan nyaman lenyap seketika, digantikan oleh kehampaan yang dingin, kosong, dan tak bernyawa.

Dia langsung membuka matanya, pupil ungu di matanya tiba-tiba menjadi tajam seperti pisau, dan rasa panik yang luar biasa meledak dari matanya yang tadinya diam.

Sejauh mata memandang, kamar-kamar wisma tamu meleleh, runtuh, dan hancur dengan kecepatan yang terlihat jelas.

Ranjang, meja kayu, kusen jendela, dinding, lampu—semua benda konkret itu berubah menjadi bintik-bintik kecil cahaya abu-putih, yang menghilang tertiup angin.

Dalam sekejap, seluruh pemandangan di sekitarnya lenyap sepenuhnya.

Sebaliknya, yang ada hanyalah kehampaan abu-putih yang luas dan tak berujung.

Kekosongan ini tidak memiliki perbedaan antara langit dan bumi, tidak ada atas, bawah, kiri, kanan, tidak ada matahari, bulan, bintang, tidak ada angin, embun beku, hujan, atau salju, dan tidak ada aliran waktu atau batasan ruang.

Bagian:12