Perintah Kaisar Naga Bab 6751 Aku Tidak Ingin tewas

Bab 6751 Aku Tidak Ingin tewas

Selamat datang kembali di dunia penuh misteri dan kegelapan yang tak terduga!

Poin Penting Bab Ini:

  • David dan Xuanzhenzi memasuki sebuah area berkabut yang terasa hidup dan diawasi, memicu ketegangan yang mendalam.
  • Mereka menemukan ruang terbuka yang dipenuhi ratusan kerangka manusia, beberapa dengan bekas luka yang sangat aneh dan presisi.
  • Indikasi kuat bahwa tim investigasi sebelumnya dan korban lainnya telah tewas di lokasi mengerikan ini, menambah lapisan bahaya.

David tidak menjawab.

Pandangannya tertuju ke depan, di mana beberapa sosok buram samar-samar terlihat di tengah kabut.

Bentuknya yang bengkok dan tidak beraturan menyer menyerupai pohon tewas atau puing-puing bangunan yang runtuh.

“Apakah ada orang di rumah?” Xuanzhenzi memanggil dengan ragu-ragu.

Suara itu bergema di ruang abu-abu, semakin menjauh, tetapi tidak pernah ada gema.

Getaran samar terasa dari telapak kaki David.

Awalnya terasa seperti denyutan yang sangat lembut dan berirama, seperti detak jantung, lalu secara bertahap menguat, menjalar dari telapak kaki melalui lutut, naik ke tulang belakang dan langsung ke ubun-ubun kepala, seolah-olah ruang itu sendiri adalah makhluk hidup yang bernapas.

“Ia sedang mengawasi kita.”

Suara David sangat lembut, “Apa pun itu, ia tahu kita telah masuk.”

Mereka terus berjalan maju. Kabut kelabu perlahan menyelimuti mereka dari belakang, seolah-olah tidak pernah terganggu.

Setelah berjalan selama kurang lebih waktu yang dibutuhkan sebatang dupa untuk terbakar, sebuah ruang terbuka luas terbentang di depan.

Banyak sekali benda putih berserakan di tanah terbuka. Awalnya, David mengira itu puing-puing, tetapi ketika dia mendekat, dia menyadari itu adalah kerangka.

Kerangka-kerangka itu, sebagian utuh dan sebagian patah, berserakan di tanah hitam seperti sampah yang dibuang sembarangan.

Beberapa kerangka tampak seperti sudah berada di sana selama ribuan tahun, dengan tulang putih di permukaannya yang lapuk dan menghitam.

Beberapa di antaranya relatif utuh, dan Anda bahkan samar-samar dapat melihat sisa-sisa pakaian yang masih menempel pada kerangka tersebut.

David berjongkok dan dengan hati-hati memeriksa kerangka yang relatif utuh di kakinya.

Terdapat lubang bundar sempurna di dadanya, dengan tepi yang halus dan seperti cermin, seolah-olah telah ditembus seketika oleh semacam kekuatan bersuhu tinggi.

Terdapat endapan berwarna cokelat gelap di dinding bagian dalam lubang, yang telah sepenuhnya mengalami kalsifikasi dan tidak lagi terlihat.

“Apakah ini semua orang yang dikorbankan di sini?” Suara Jiang Xuelan sedikit bergetar.

David mengangguk: “Dan tim investigasi itu. Mereka semua tewas di sini.”

Xuanzhenzi berjongkok di samping kerangka dan mengulurkan tangan untuk menyentuh kerangka yang relatif utuh.

Saat ujung jarinya menyentuh tengkorak, kerangka itu tiba-tiba mengeluarkan suara retakan yang sangat samar, dan sebuah retakan muncul di tengkorak tersebut.

Kemudian seluruh kerangka itu runtuh menjadi tumpukan bubuk putih seperti pasir hisap, menimbulkan awan abu halus, dan tidak menyisakan satu pun tulang yang utuh.

Bagian:12