Pesona Pujaan Hati Bab 781

Pesona Pujaan Hati Bab 781: Pertarungan Sengit Elaine & Nyonya Tua Willson, Siapa yang Menang?

Selamat datang, pembaca setia Pesona Pujaan Hati! Di Bab 781 ini, siapkan diri Anda untuk menyaksikan drama keluarga Willson yang memanas hingga ke titik didih.

Elaine kembali dengan ‘taringnya’ yang tajam, siap menghadapi Nyonya Tua Willson dalam adu mulut yang tak terhindarkan!

Poin Menarik Bab Ini

  • Elaine dengan berani menantang Nyonya Tua Willson dan Jacob, menolak keras untuk kembali ke keluarga Willson yang kini terpuruk.
  • Nyonya Tua Willson diliputi amarah memuncak, namun ketakutannya terhadap Charlie membuatnya tak berdaya untuk bertindak lebih jauh.
  • Keluarga Willson semakin terdesak, bahkan usaha menjual perabotan pun terhambat karena penawaran yang terlalu rendah.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa Elaine begitu gigih menolak kembali ke keluarga Willson dan menantang Nyonya Tua?

A: Elaine mengingat perlakuan buruk Nyonya Tua Willson di masa lalu, termasuk saat Jacob diusir. Ia merasa keluarga Willson sudah tidak punya ‘harga diri’ dan menolak keras untuk tunduk lagi.

Q: Apa yang membuat Nyonya Tua Willson, meski sangat marah, tidak berani melampiaskan kemarahannya secara fisik pada Elaine?

A: Nyonya Tua Willson masih dihantui ketakutan pada Charlie. Ia trauma mengingat bagaimana Charlie pernah mengalahkan sekelompok pengawal sendirian, sehingga ia tidak berani bertindak gegabah di depan Charlie.

“Cukup!” Dada Nyonya Willson Tua naik dan turun dengan keras, menatap ke arah Elaine, dan mengutuk: “Kamu cerdik, bagaimana jika keluarga Willson sekarang sedang terpuruk? gesit atau lambat kita memiliki kesempatan untuk bangkit kembali, lantaran keluargamu akankah mustahil untuk kembali ke rumah Willson jika kamu mau? Tidak.”

Jacob buru-buru ujar kepada Elaine saat ini: “Bagaimana kamu bisa berbicara dengan ibu seperti ini? gesit minta maaf pada ibu!”

Elaine mengerutkan kening dan menatap Jacob, dan ucap dengan dingin, “Kamu lupa bagaimana wanita tua ini mengusirmu? Saat ini, dia mulai berpaling padanya lagi. Kamu memperlakukannya sebagai seorang ibu. Apakah dia memperlakukanmu sebagai seorang putra?”

Setelah selesai berbicara, Elaine menunjuk ke arah Nyonya Willson lagi, dan ucap dengan dingin: “Nyonya Willson, saya mohon Anda mencari tahu apa yang salah dengan Anda sekarang, dan Anda masih berpura-pura dengan saya? Saya katakan, Anda sedang berlutut sekarang. Jika Anda meminta saya untuk kembali ke tanah, saya tidak akan kembali! Sialan macam apa keluarga Willson yang terpaksa menjual furnitur untuk bertahan hidup. Siapa yang akan kembali! “

Nyonya Willson Tua murka dan menunjuk ke hidung Elaine, mengucapkan setiap kata: “Elaine, saya telah hidup bertahun-tahun. Anda adalah orang pertama yang berani berbicara kepada saya seperti ini. Ingat apa yang Anda katakan hari ini. gesit atau lambat, suatu hari, saya akan mematahkan kaki Anda dan membuat Anda berlutut di depan saya dan bersujud untuk meminta maaf! “

Elaine tersenyum dengan nada menghina: “Ayolah, hanya kamu? Segenggam tulang tua hampir berada di tanah, dan kamu ingin mematahkan kakiku? Ayo, kakiku ada di sini, jika kamu memiliki kemampuan, kamu dapat memukulku. Cobalah?”

Saat dia ucap, Elaine sungguh menjulurkan kakinya dan mencibir Nyonya Willson Tua dengan jijik.

Hal ini membuat Nyonya Willson Tua cukup kesal, dia tidak sabar untuk langsung memotong kaki Elaine, agar dia berani menjadi sombong lagi.

tetapi, di hadapan Charlie, Nyonya Willson tidak berani sama sekali.

Dia masih ingat adegan Charlie memukul sekelompok pengawal sendirian, yang membuatnya masih merasa berlama-lama.

Harold dulunya begitu arogan, tetapi sekarang Charlie ada di sana, dia tidak berani bicara omong kosong untuk waktu yang lama. mengamati neneknya dihina oleh Elaine, ia tidak berani melangkah maju dan membantu mencarikan tempat, sehingga ia hanya bisa bersembunyi di belakang dengan wajah sedih.

Saat ini, Noah berwajah gelap dan kembali bersama bosnya.

Begitu dia kembali, dia tutur kepada Nyonya Willson: “Bu, ayo pergi, mereka menawar terlalu rendah!”

Bos buru-buru tutur: “Saudaraku, 1,1 juta itu banyak sekali. Perabotanmu bahannya rata-rata, sudah tua, dan kerusakannya relatif besar. Hargaku sudah begitu wajar. Kamu bisa mengubahnya ke tempat lain. , Sama sekali tidak bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi dari ini. “

Nyonya Willson tua sekali gusar ketika dia mendengar bahwa kutipannya hanya seratus seratus ribu, dan dia segera memarahi: “Untuk perabot bagus seperti itu, hanya satu seratus ribu? Hatimu terlalu gelap, kan?”

Bos ucap tanpa daya: “Saya memberikan harga yang tulus. Jika Anda tidak percaya, tanyakan saja lagi.”

Nyonya Willson dengan dingin mendengus dan tutur kepada keluarganya: “Ayo! Ganti rumah lain! Saya masih tidak percaya!”

Saat ini Jacob buru-buru kata: “Bu, atau aku akan memberimu 1,2 juta, kamu bisa menjualnya kepadaku, jujur ​​​​saja, aku punya perasaan terhadap furnitur Ayah.”

“Kamu ingin menjadi cantik!” Nyonya Willson tua mengertakkan gigi dan tutur, “Bahkan jika saya menebang dan membakar kayunya, saya tidak akan pernah menjualnya kepada Anda!”

Setelah berbicara, dia melambai kepada Noah, “Ayo!”

Noah menatap Jacob dengan datar, dan buru-buru menemani Lady Willson berbalik dan pergi.

memandang punggung mereka, Jacob tidak bisa menahan diri untuk tidak menggelengkan kepalanya lagi dan lagi, dan menghela nafas: “Saya tidak menyangka bahwa keluarga Willson akan menjadi penjual properti. Perabotan itu adalah favorit ayah selama hidupnya. Sayang sekali menjualnya!”

Claire tahu bahwa ayahnya luar biasa menyayangi furnitur itu, tapi dia tetap maju untuk menghiburnya: “Baiklah, Ayah, nenek pemarah. Tidak mungkin dia menjual furnitur itu kepadamu. Mari kita lihat yang lain.”

“Ya.” Jacob menghela nafas, dan segera ucap kepada pemandu belanja: “Coba saya lihat lagi, bahan Hainan Anda terlalu mahal, dan untuk bahan Myanmar menunggu terlalu lama.”


Bagaimana pendapat Anda tentang keberanian Elaine dan kekesalan Nyonya Tua Willson di Bab 781 ini? Siapa yang sebenarnya lebih ‘menggila’ dalam pertarungan kata-kata ini?

Bagikan komentar dan prediksi Anda tentang kelanjutan nasib keluarga Willson di kolom bawah!

« Bab 780DAFTAR ISI