Perintah Kaisar Naga Bab 6543 Istana Dewa Api

Bab 6543 Istana Dewa Api

Selamat datang kembali, para pembaca setia, mari kita selami kelanjutan kisah epik yang penuh intrik dan kekuatan tak terduga!

Poin Penting Bab Ini:

  • Megahnya Istana Dewa Api, benteng utama garis keturunan Dewa Api, yang melayang agung di langit.
  • Laporan mengejutkan dari utusan yang terluka parah tentang kekalahan telak di tangan seorang junior.
  • Terungkapnya kekuatan ‘kekacauan’ yang misterius dan kemampuannya melawan api ilahi.

Bab 6543 Istana Dewa Api

Sebuah istana megah melayang di langit, menjadi pusat kekuatan Dewa Api.Utusan yang terluka parah melaporkan kekalahannya dari seorang junior.Kekuatan tak terduga dari ‘kekuatan kekacauan’ mulai terungkap.

Pada saat ini, utusan yang telah melarikan diri dari surga ketujuh belas telah tiba di sebuah istana yang megah.

Inilah basis kekuatan garis keturunan Dewa Api dari Ras Ilahi, Istana Dewa Api.

Seluruh istana tergantung ribuan kaki di langit, ditopang oleh sembilan pagoda emas. Pagoda-pagoda itu terbuat dari emas ilahi dari luar angkasa, dan puncak pagoda-pagoda itu menyala dengan api ilahi kuno yang tak dapat padam.

Di bawah istana terbentang lautan awan yang tak berujung, dan di bawah lautan awan itu terbentang tanah Yanzhou yang paling makmur di surga kedelapan belas, dengan puluhan ribu mil ladang subur dan ratusan kota yang semuanya bersujud di bawah bayang-bayang Istana Dewa Yan.

Inilah fondasi garis keturunan Dewa Api di Surga Kedelapan Belas. Mereka telah memerintah tanah ini selama 100.000 tahun, dan semua penguasa istana sebelumnya setidaknya berada di peringkat kelima alam Dewa Emas.

Yan Wuji duduk di Singgasana Dewa Api di tengah aula utama, tubuhnya diselimuti kobaran api emas yang menyala-nyala.

Wajahnya tertutup kobaran api, hanya memperlihatkan sepasang mata merah keemasan, yang kini tertuju pada utusan yang berlutut di tengah aula.

Baju zirah sang utusan sebagian besar hancur, rune-rune suci tampak redup dan tak bernyawa, dan lengan kirinya yang kosong bergoyang lembut tertiup angin di aula.

Lengan kirinya terputus oleh pedang David di Gurun Dewa yang Jatuh. Dia berhasil melarikan diri kembali ke Istana Dewa Api dengan membakar seluruh kekuatan hidupnya. Dia bahkan tidak punya waktu untuk mengobati lukanya di sepanjang jalan, dan darah emasnya berceceran di sepanjang puluhan ribu mil perjalanannya pulang.

“Maksudmu,” suara Yan Wuji terdengar dari kobaran api, tenang namun tiba-tiba membuat suhu di seluruh aula meningkat, “bahwa kau dan Yan Lie bergabung, hanya untuk dibunuh oleh seorang junior di peringkat kedelapan Alam Abadi Sejati dengan satu tebasan pedang, dan lenganmu terputus dengan tebasan yang sama?”

Sang utusan menekan dahinya ke tanah, suaranya bergetar: “Melaporkan kepada Kepala Istana, bahwa David dia memiliki kekuatan kekacauan, yang melawan semua cahaya suci dan api ilahi. Perisai cahaya suciku seperti kertas di hadapannya; bahkan kapak perang Kakak Lie pun terbelah dua oleh pedangnya, itu sama sekali tidak bisa menghentikannya”

“Kekuatan kekacauan”.

Yan Wuji mengulangi keempat kata itu, mata merah keemasannya di dalam kobaran api sedikit menyipit. “Pesan dari si sampah Tianji itu mengatakan bahwa anak ini memiliki kekuatan kekacauan. Kupikir itu hanya semacam metode tidak lazim yang mirip dengan aura kekacauan. Aku tidak menyangka itu adalah kekuatan kekacauan yang sebenarnya.”

Dia bangkit dari singgasananya, dan kobaran api berkobar seiring gerakannya, menyebabkan ratusan lampu suci di aula meledak secara bersamaan, menyebarkan percikan api keemasan ke mana-mana.

Puluhan penatua dan murid yang berdiri di aula berlutut serempak, tidak berani mengangkat kepala mereka.

“Alam Abadi Sejati Tingkat Kedelapan, Kekuatan Kacau, satu tebasan pedang menghabisi puncak Alam Abadi Emas Tingkat Ketiga.”

« Bab 6542DAFTAR ISIBab 6544 »