Perintah Kaisar Naga Bab 6532
Selamat datang kembali di petualangan epik Perintah Kaisar Naga yang semakin seru!
- Munculnya Jiang Xuelan, sosok misterius yang ternyata adalah penerus garis keturunan Dewa Es yang hampir punah.
- Reaksi mengejutkan Yang Mulia Xuanbing yang menghentikan aksinya setelah mengenali asal-usul Jiang Xuelan.
- Terungkapnya bagaimana garis keturunan Dewa Es bertahan hidup selama puluhan ribu tahun di alam bawah yang tersembunyi.
Perintah Kaisar Naga Bab 6532 Persuasi.
Munculnya sosok misterius dengan aura kuno yang mengejutkan.Sebuah garis keturunan yang dikabarkan punah ternyata masih memiliki penerus.Pertemuan yang tak terduga antara kekuatan masa lalu dan masa kini.
Bab 6532 Persuasi.
Jiang Xuelan.
Dia mengenakan baju zirah spiritual, lempengan peraknya berkilauan lembut dalam cahaya suci.
Dia tidak mengenakan helm; rambut hitamnya terurai di punggungnya dan hanya diikat dengan jepit rambut perak. Ekspresinya tenang dan tegas.
Gaun putihnya berkibar tertiup angin, berdesir lembut. Dia berjalan perlahan, tetapi langkahnya luar biasa mantap, dan dia memegang pedang panjang berwarna perak-putih di tangannya.
Dia berjalan lurus ke sisi David, berbalik, dan menghadap Yang Mulia Xuanbing.
Lalu dia melakukan sesuatu yang tak seorang pun duga: dia sedikit membungkuk, menyatukan kedua tangannya, dan melakukan salam kuno.
Tata krama itu bukanlah tata krama Wan Yao Ling maupun tata krama Gui Yuan Zong, melainkan semacam ritual kuno yang memiliki pengaruh luas.
“senior.”
Suaranya tidak keras, tetapi terdengar jelas oleh semua orang: “Junior Jiang Xuelan, penerus generasi ketujuh puluh dua dari garis keturunan Dewa Es, memberi salam kepada senior.”
Yang Mulia Xuanbing terdiam sejenak.
Dia hendak mendesak Charlie Xuanbing untuk melancarkan serangan ketika dia mendengar empat kata “garis keturunan Dewa Es,” dan gerakannya tiba-tiba berhenti.
Jubah biru es itu membeku tertiup angin, ujungnya yang berkibar berdiri diam di udara seolah membeku di tempatnya.
Dia menyipitkan mata dan dengan cermat mengamati Jiang Xuelan.
Tatapannya tertuju pada pedang panjang perak di tangannya, lalu pada baju zirah spiritual yang dikenakannya. Di pelindung bahu baju zirah spiritual itu terdapat sebuah rune yang sangat samar. Rune itu sangat tipis dan hampir tak terlihat ketika diterangi oleh cahaya suci, tetapi Yang Mulia Xuanbing mengenalinya sebagai tanda klan dari garis keturunan Dewa Es.
“Garis keturunan Dewa Es?”
Terdengar sedikit perubahan nada dalam suara Yang Mulia Xuanbing, “Kau berasal dari garis keturunan Dewa Es? Bagaimana mungkin? Garis keturunan Dewa Es sudah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu”
“Mereka hampir punah.”
Jiang Xuelan mengambil alih percakapan, suaranya tenang, tetapi jejak kesedihan tersembunyi di matanya. “Kami hidup bersembunyi di alam bawah tempat energi spiritual langka selama puluhan ribu tahun. Senior pasti tahu status garis keturunan Dewa Es di antara para dewa. Kami dikucilkan, ditekan, dan diusir oleh cabang lain, dan pada akhirnya kami tidak punya pilihan selain menurunkan kultivasi kami dan melarikan diri ke alam bawah.”
Yang Mulia Xuanbing terdiam untuk waktu yang lama.
Jubah biru es itu berkibar perlahan tertiup angin, dan sebagian embun beku yang menutupi Charlie kuda itu perlahan menghilang.
Ekspresi kompleks terlintas di wajahnya, tatapan seseorang yang telah membangkitkan kenangan yang telah lama terpendam.
“Kauapakah kau benar-benar berasal dari garis keturunan Dewa Es?”
Suaranya jauh lebih lembut dari sebelumnya, tidak lagi mengandung nada dingin yang merendahkan, “Tunjukkan tanda garis keturunanmu pada Master Paviliun ini.”
Jiang Xuelan mengangkat tangan kirinya dan menggulung lengan bajunya hingga ke siku.
Terdapat tanda kecil berwarna biru es di bagian dalam pergelangan tangannya, hanya sebesar kuku jari, berbentuk seperti kepingan salju heksagonal.
Di tengah kepingan salju terdapat garis vertikal yang sangat tipis, seperti pedang atau es batu.