Meskipun ledakan dahsyat membuat David terluka parah dengan darah merembes dari tujuh lubang, ia tetap melanjutkan amukan pembunuhan tanpa henti, mengabaikan perlindungan wanita berbaju putih. Kegilaan David justru membakar semangat para prajurit Kota Feihu, mendorong mereka kembali ke medan perang yang kini dipenuhi jeritan, benturan senjata, dan tumpukan mayat. Di tengah bau darah yang menyengat, Fengxian menyadari pahitnya kenyataan: hanya ada pertarungan sampai mati yang menanti mereka.
BAB 5011
Namun ledakan seperti itu jelas menimbulkan dampak yang sangat besar. Darah mulai merembes keluar dari tujuh lubang David, dan retakan seperti jaring laba-laba muncul di permukaan kulitnya.
Wanita berbaju putih itu mengertakkan gigi dan bergegas ke sisinya, menangkap dua penyerang diam-diam dengan satu tembakan: “Apakah kamu ingin mati?”
David menutup telinga padanya, dengan hanya membunuh di matanya
. Para prajurit Kota Feihu melihat pembunuhan David yang gila-gilaan, dan keberanian yang tak kenal takut muncul di hati mereka.
Mereka berteriak, melambaikan senjata, dan bergegas menuju musuh lagi.
Di medan pertempuran, teriakan, jeritan, dan benturan senjata terjalin membentuk sebuah lagu perang yang tragis.
Darah terus mengalir, dan mayat-mayat itu menumpuk semakin tinggi. Seluruh medan perang dipenuhi dengan bau darah yang menyengat dan nafas kematian.
Fengxian melihat pemandangan tragis di depannya, dan hatinya dipenuhi kesedihan.
Dia tahu bahwa jika mereka terus seperti ini, cepat atau lambat mereka akan musnah.
Tapi dia juga mengerti bahwa saat ini mereka tidak punya jalan keluar dan hanya bisa bertarung sampai mati!