Pesona Pujaan Hati Bab 3200
Selamat datang kembali di kelanjutan kisah Pesona Pujaan Hati yang selalu berhasil memukau hati para pembacanya!
- Kue ulang tahun sederhana yang menyimpan pesan mendalam dan menyentuh hati.
- Perayaan pribadi yang dirayakan dengan penuh kehangatan, namun tak luput dari pengawasan mata yang jeli.
- Perbedaan pandangan dan persepsi terhadap sebuah momen spesial, dari kebahagiaan hingga kecurigaan.
Sebuah kue sederhana menyimpan makna mendalam yang menyentuh hati.Terungkapnya sebuah perayaan ulang tahun yang tak terduga oleh mata yang mengintai.Persepsi yang berbeda terhadap sebuah momen spesial, dari rasa haru hingga pandangan sinis.
Kue ini tidak terlihat semewah dan seindah kue lima lapis yang dibuat oleh Sara, dan tidak memiliki boneka fondant penyerap goncangan yang terlihat seperti aslinya.
Itu hanya kue biasa. Namun sederet kata yang ditulis dengan saus coklat di atas kue tersebut membuat arus hangat melonjak di hatinya.
Isi kalimat itu adalah: “Selamat ulang tahun untuk Tuan Wade tersayang.”
Tanda tangannya adalah: “Cintai istrimu, Claire.”
Melihat kata-kata ini, Charlie tersenyum penuh arti, dan berkata kepada pengendaranya: “Kuenya oke, saya akan menandatanganinya saja.”
Setelah itu, dia menandatangani tagihan tersebut dan menyerahkannya kembali kepada pengendaranya.
Pengendara itu mengambil pesanannya dan pergi, dan Charlie mengemas kuenya lagi dan membawanya kembali ke rumah.
Adegan ini kebetulan dilihat oleh Bu Willson yang sedang menjemur pakaian di teras vila seberang.
Melihat Charlie mengambil kue dan berjalan kembali ke vila, dia mau tidak mau kembali ke kamar dengan rasa ingin tahu, dan bertanya kepada Noah dan Harold yang berbaring di tempat tidur: “Noah, Harold, tahukah kamu hari apa hari ini?”
Nuh tersenyum pahit: “Bu, saya sudah makan, minum, dan tidur di kasur dari sebelum tahun baru sampai sekarang. Saya tidak tahu hari apa kalender matahari, kalender lunar, dan hari dalam seminggu.”