Mengingat kembali kehidupan pernikahan selama lebih dari 20 tahun, dia merasa putus asa.
Selama lebih dari 20 tahun, dia gagal menang di depan wanita ini dan telah dimakan olehnya selama separuh hidupnya. Tidak ada ruang untuk perlawanan sama sekali.
Melihat Jacob, Charlie sedikit sedih, sedangkan Elaine terlihat sombong dan menghela nafas dalam diam. Ia semakin merasa ayah mertuanya tidak mampu menopang tembok dengan lumpur.
Pria paruh baya yang pemalu dan penakut ini memiliki kemampuan yang terbatas, pemikiran yang terbatas, dan tidak dapat menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya, dan dia sangat mudah untuk berpuas diri.
Masalah yang lebih besar adalah dia selalu kurang berani. Menurut pandangan ini, mimpi buruk istrinya tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini baginya.
Claire juga menyadari bahwa ayahnya mengalami depresi, dan segera mengalihkan topik pembicaraan, dan berkata kepada Charlie:
“Ngomong-ngomong, ibu bilang kalau kakinya sudah membaik, dia ingin kamu mengajaknya bermain yacht. Aku tidak tahu apakah itu merepotkanmu?”
“Ini nyaman.” Charlie menyetujuinya dengan santai, dan berkata, “Saat kaki Ibu sudah lebih baik dan cuaca lebih hangat, ayo kita pergi ke laut.”
Ketika Elaine mendengar ini, alisnya langsung senang, dan dia terus berkata: “Oh, bagus sekali! Aku sudah sangat tua tapi aku belum pernah naik kapal pesiar pribadi!”
Elaine yang gembira berseru lagi: “Ngomong-ngomong, ayo kita berlayar ke laut, bisakah kita pergi jauh ke selatan dan pergi ke Pulau Selatan untuk berkeliling?!”
Charlie mengangguk dan berkata,
“Tidak masalah. Tidak jauh dari muara ke Laut Cina Selatan. Maksimal hanya 2.000 kilometer. Kalau naik kapal pesiar, paling lama dua atau tiga hari sampai.”
Alternatif Novel Charlie Wade yang Karismatik…
Daftar
FAQ Novel
Q: Mengapa Jacob merasa putus asa dalam pernikahannya?
A: Jacob merasa putus asa karena selama lebih dari 20 tahun, ia selalu gagal menghadapi Elaine, yang selalu menemukan dan memanfaatkan titik kelemahannya.
Q: Apa yang membuat Elaine sangat gembira di bab ini?
A: Elaine sangat gembira karena Charlie menyetujui untuk mengajaknya berlayar dengan yacht pribadi menuju Pulau Selatan setelah kakinya membaik dan cuaca menghangat.
Bagaimana menurut Anda konflik keluarga ini akan berkembang dan petualangan apa yang menanti mereka di laut? Mari diskusikan di kolom komentar!