Perintah Kaisar Naga Bab 6893 Memberi atau Tidak Memberi

Bab 6893 Memberi atau Tidak Memberi

Baca Perintah Kaisar Naga Bab 6893 Memberi atau Tidak Memberi online gratis. Mohon maklum jika ada kesalahan penerjemahan dan selamat menikmati alur ceritanya.

Poin Penting Bab Ini:

  • Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
  • Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
  • Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.

Cukup sudah.

Suara David tiba-tiba terdengar.

Dua kata itu, meskipun tidak diucapkan dengan lantang, bagaikan pisau dingin dan tajam yang memotong kata-kata lelaki tua itu yang belum selesai, menjerumuskan seluruh aula ke dalam keheningan yang tiba-tiba dan membeku.

David berdiri diam, ujung jubah abu-abunya terseret di tanah yang gelap. Mata ungunya dengan tenang menatap lelaki tua itu, nadanya dingin dan tegas: “Aku menyetujui syaratmu, memburu ular piton raksasa, dan membawa kembali inti binatang buas itu. Aku telah memenuhi permintaanmu.”

Sekarang kamu harus menepati janji dan menyerahkan token suku kuno itu.

Dia berhenti sejenak, auranya tetap tenang dan terkendali, tetapi cahaya di dalam mata ungunya diam-diam berubah.

Seperti arus tersembunyi yang bergejolak di bawah kolam yang dalam, ia tampak tenang dan sunyi, namun menyimpan kekuatan dahsyat yang mampu melahap segalanya.

“Jika Anda bermaksud untuk terus memperburuk situasi dan menciptakan kesulitan lebih lanjut,”

Suara David masih belum keras, tetapi mengandung otoritas yang tak terbantahkan yang membuat lelaki tua itu merinding. “Kalau begitu, aku tidak keberatan membiarkanmu melihat sendiri bagaimana ular piton jurang itu tewas.”

Begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, aura David tiba-tiba menjadi gelap.

Aura itu bagaikan samudra purba yang tiba-tiba bergejolak dengan gelombang menjulang tinggi. Sumber kekacauan berwarna abu-ungu itu tidak lagi tertahan, tetapi menyebar seperti matahari abu-ungu yang tiba-tiba terbit, menyelimuti seluruh Paviliun Chenxi.

Pola-pola kuno “ilusi dan nyata” di dinding itu bergetar hebat saat bersentuhan dengan aura ini, berputar liar seperti jaring laba-laba yang diterpa angin kencang tak terlihat, mengeluarkan suara dengung yang tajam, seolah-olah bisa runtuh kapan saja.

Rune-rune di dinding, lantai, dan kubah aula menyala terang secara bersamaan.

Mereka mencoba melawan tekanan yang tiba-tiba dan mengerikan itu, tetapi tekanan itu terlalu berat dan terlalu mendominasi, seolah-olah beban seluruh dunia menimpa mereka dalam sekejap.

Bagian:12