Perintah Kaisar Naga Bab 6866 Penyelamat

Bab 6866 Penyelamat

Sedang mencari kelanjutan Perintah Kaisar Naga Bab 6866 Penyelamat? Anda berada di tempat yang tepat. Baca bab selengkapnya di bawah ini.

Poin Penting Bab Ini:

  • Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
  • Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
  • Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.

Beberapa hari kemudian, sebuah patung batu setinggi puluhan kaki muncul dari tanah di alun-alun pusat kota.

Patung batu itu mengenakan jubah panjang, dengan wajah tampan dan mata ungu tua. Tangan kirinya berada di belakang punggungnya, dan tangan kanannya terangkat dan menunjuk ke langit, seolah menunjuk ke langit biru yang dulunya kelabu tetapi sekarang cerah.

Bagian dasar patung batu itu diukir dengan beberapa baris huruf kasar namun penuh makna: “David, penyelamat abu. Bayangan seribu tahun sirna dalam sehari, dan langit cerah terbentang sejauh sepuluh ribu mil.”

Jutaan tahun kemudian, dunia Ash Earth telah lama kembali ke keadaan semula yang penuh kehidupan, dengan pepohonan rimbun, sungai yang saling bersilangan, dan segala sesuatu yang tumbuh subur.

Namun patung batu itu masih berdiri di tengah kota, lapuk oleh angin dan embun beku namun tetap teguh.

Setiap generasi anak-anak di Ashlands mendengar nama dan cerita yang sama dari para tetua mereka.

Bagaimana pemuda berjubah abu-abu yang turun dari langit itu menghancurkan menara pengorbanan yang telah menindas negeri itu selama ribuan tahun, bagaimana ia merobek bayangan yang telah menutupi matahari, dan bagaimana ia mengembalikan matahari yang sebenarnya kepada penduduk Tanah Abu?

Namanya tercatat dalam sejarah Jintu, terukir dalam garis keturunan Jintu, dan terintegrasi ke dalam kepercayaan Jintu.

Selama jutaan tahun, tanah ini telah menyaksikan banyak penguasa dan struktur sosial, namun dupa di depan patung batu itu tidak pernah berhenti menyala.

Di saat-saat paling putus asa mereka, setiap Ashborn akan datang ke hadapan patung itu dan berbisik, “Juru Selamat, tolong lindungi aku”

David sama sekali tidak menyadari hal ini.

Saat ini, dia dan Hao Ling melayang berdampingan di depan penghalang kehampaan di tepi Alam Abu Bumi.

Di depan terbentang labirin abu-hitam yang kacau, di baliknya terbentang batas Dua Puluh Dua Surga.

Dia dapat dengan jelas merasakan hukum-hukum kuno yang mengalir di atas penghalang itu—lebih mendalam, lebih agung, dan lebih tak terlanggar daripada hukum-hukum Surga Kedua Puluh Satu.

David perlahan mengangkat tangannya, meletakkan telapak tangannya di atas penghalang tak terlihat. Mata ungunya memantulkan cahaya ilahi keemasan yang berkilauan jauh di dalam penghalang dan celah ruang gelap. Senyum dingin dan tegas terukir di bibirnya.

“Dua puluh dua Surga, aku datang.”

Penghalang dari dua puluh dua langit itu bahkan lebih tebal dari yang dibayangkan David.

Saat telapak tangannya menyentuh lapisan kabut abu-hitam yang kacau itu, kekuatan hukum yang luas dan hampir stagnan muncul seperti gletser berusia sepuluh ribu tahun, berusaha untuk sepenuhnya menolak kesadaran ilahi dan tubuh fisiknya.

Pola-pola kuno dan megah yang terukir pada penghalang itu mengandung kehendak langit dan bumi yang jauh melampaui langit ke-21, seolah-olah seluruh alam surgawi sedang memperingatkan semua makhluk hidup yang mencoba melanggarnya.

Bagian:12