Perintah Kaisar Naga Bab 6684 Seperti Sekelompok Tikus

Bab 6684 Seperti Sekelompok Tikus

Halo pembaca setia, mari selami bab terbaru yang penuh ketegangan dari petualangan epik ini tanpa menunda lagi.

Poin Penting Bab Ini:

  • Hantu naga emas menunjukkan kekuatan dahsyatnya dengan menelan raksasa klan harimau tanpa perlawanan.
  • Naluri purba memaksa semua kultivator manusia-binatang dari berbagai klan berlutut ketakutan di hadapan kemunculan naga emas.
  • David mengakhiri pengepungan besar-besaran dengan peringatan tegas, menyebabkan kepanikan dan pembubaran ribuan kultivator.

“Tidak—! Ampuni aku—!”

Teriakannya tiba-tiba berhenti.

Hantu naga emas menelan raksasa klan harimau itu bulat-bulat, cahaya keemasan berkedip sesaat sebelum kembali tenang.

Tubuh manusia harimau itu berubah menjadi bintik-bintik cahaya keemasan dan perlahan menghilang di udara, tanpa meninggalkan jejak.

Pakar ras binatang di tingkat keenam Alam Abadi Emas bahkan tidak memiliki kesempatan untuk melawan sebelum ditelan oleh hantu naga emas.

Hamparan es itu sunyi senyap.

Semua kultivator manusia binatang berlutut.

Para kultivator manusia binatang dari klan harimau, serigala, singa, beruang, dan macan tutul, tanpa memandang tingkat kultivasi atau ras asal mereka.

Pada saat itu, mereka semua tampak tertunduk oleh kekuatan tak terlihat, berlutut satu demi satu, kepala tertunduk, tubuh gemetar, bahkan tidak berani menatap David.

Ketika naga emas muncul, semua binatang menundukkan kepala. Ini bukan soal akal sehat, melainkan naluri yang terukir dalam darah kita, ingatan purba yang diturunkan selama jutaan tahun.

Di hadapan naga emas, tak seorang pun manusia buas mampu mengumpulkan keberanian untuk melawan.

“gulungan.”

Suara David lembut, namun menggema seperti guntur di telinga setiap kultivator manusia binatang, “Berhentilah menjadi umpan meriam para dewa. Jika aku melihat kalian memburu kultivator iblis demi Inti Emas lagi, aku tidak hanya akan melahap salah satu dari kalian.”

Para kultivator manusia-binatang merasa seolah-olah mereka telah diampuni. Mereka bergegas berdiri dan melarikan diri dengan panik ke kejauhan, tidak berani menoleh ke belakang.

Pengepungan yang melibatkan puluhan ribu orang itu seketika berakhir, hanya menyisakan jejak kaki yang berantakan dan rasa takut yang masih memb lingering di dataran es.

Para kultivator manusia yang tersisa saling memandang, mata mereka dipenuhi dengan keterkejutan dan keraguan.

Saat mereka menyaksikan bayangan naga emas perlahan menghilang di belakang David, dan kemudian melirik para kultivator iblis yang masih linglung di kejauhan, sebagian besar keserakahan dan angan-angan mereka telah lenyap.

Kultivator manusia tingkat delapan di alam Dewa Emas itu memiliki wajah pucat pasi. Bibirnya bergerak beberapa kali, seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi saat menatap mata ungu David yang tenang, ia merasakan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Dia menggertakkan giginya, hendak berbicara, ketika pada saat itu, fluktuasi energi dalam jumlah besar datang dari kejauhan lagi.

Cahaya keemasan menerobos masuk seperti gelombang pasang, menerangi separuh langit.

Puluhan sosok muncul dari kejauhan, masing-masing memancarkan aura ilahi yang kuat.

Pemimpinnya adalah seorang ahli yang sangat kuat di peringkat kesembilan alam Dewa Emas, Tetua Shenmu.

Di belakangnya diikuti oleh beberapa tokoh kuat di peringkat kedelapan alam Dewa Emas—Lei Wanjun, Kepala Istana Cahaya Suci, dan lainnya.

Bagian:12