Perintah Kaisar Naga Bab 6526
Sambutlah petualangan terbaru dalam kisah mendebarkan Perintah Kaisar Naga Bab 6526 yang penuh dengan ketegangan dan kekuatan tak terduga.
- Pengungkapan ‘Manik Pemecah Hambatan’ sebagai senjata ilahi kuno yang mampu menghancurkan ilusi dan formasi.
- Serangan masif Istana Surgawi yang dipimpin oleh Sang Yang Mulia Surgawi dengan 3000 kultivator ke Hutan Berkabut.
- Ambisi tak tergoyahkan Sang Yang Mulia Surgawi yang menargetkan ‘Wan Yao Ling’ setelah menembus kabut.
Perintah Kaisar Naga Bab 6526 Mereka yang Menghalangi Aku Akan tewas.
Selamat datang kembali, para pembaca setia! Bersiaplah untuk petualangan epik yang akan membawamu ke gerbang misteri yang belum terungkap.
Terungkapnya kekuatan luar biasa “Manik Pemecah Hambatan” yang mampu menaklukkan ilusi.Strategi serangan tiga arah yang brilian dari pasukan Istana Surgawi.Ambisi Sang Yang Mulia Surgawi yang tak terbendung menuju “Wan Yao Ling”.
Bab 6526 Mereka yang Menghalangi Aku Akan tewas.
Sang Yang Mulia Surgawi berdiri di atas Charlie, memandang ke bawah ke arah Hutan Berkabut.
Tatapannya menembus lapisan kabut dan melihat gerbang gunung yang megah jauh di dalam hutan.
Gerbang gunung tersebut dihiasi dengan tiga aksara besar “Wan Yao Ling” (Puncak Sepuluh Ribu Iblis), masing-masing aksara berukuran tiga zhang (sekitar 10 meter), dengan goresan tajam seperti pisau.
Dia mendengus dingin, mengangkat tombak emas di tangannya, dan mengarahkan ujung tombak itu ke arah gerbang gunung.
“Manik Pemecah Hambatan”.
Di belakangnya, seorang kultivator berbaju zirah emas mempersembahkan mutiara sebesar kepalan tangan dengan kedua tangannya.
Manik itu berwarna putih susu seluruhnya, dan permukaannya ditutupi dengan rune pemecah susunan yang padat, memancarkan cahaya lembut.
Ini adalah senjata magis yang ditinggalkan oleh para dewa kuno untuk menghancurkan formasi, yang dirancang khusus untuk melawan batasan yang mengganggu kesadaran ilahi, seperti kabut dan susunan ilusi.
Sang Yang Mulia Surgawi melemparkan Mutiara Pemecah Penghalang ke atas, dan dengan jentikan tombak emasnya, seberkas cahaya suci mengenai mutiara tersebut.
Mutiara Pemecah Penghalang itu tiba-tiba memancarkan cahaya yang menyilaukan, yang, seperti matahari yang menyala-nyala, menerangi langit sejauh puluhan mil di sekitarnya seterang siang hari.
Ke mana pun cahaya itu mencapai, kabut mencair seolah-olah es dan salju bertemu dengan api yang berkobar, dengan cepat menghilang dan lenyap tanpa jejak.
Hanya dalam sepuluh tarikan napas, kabut yang menyelimuti Hutan Berkabut terdorong mundur ratusan kaki, menampakkan wajah sebenarnya dari hutan tersebut: pepohonan purba yang menjulang ke langit, tanaman merambat yang lebat, bebatuan bergerigi, dan jurang tak berdasar di mana-mana.
“Serang!” Suara Yang Mulia Surgawi bergema seperti guntur yang teredam di seluruh dataran.
Tiga ribu kultivator dari Istana Surgawi berteriak serempak, dan cahaya suci keemasan menyatu menjadi aliran deras yang menerjang Hutan Berkabut.
Formasi mereka berbentuk baji, dengan ratusan biksu berbaju zirah berat yang memegang perisai besar yang dilapisi rune pertahanan, membentuk dinding emas yang bergerak di bagian depan.
Pasukan di tengah membentuk formasi tombak yang panjang, dengan api suci menari-nari di ujung tombak, berdiri seperti hutan.
Di kedua sisi terdapat para kultivator berbaju zirah ringan yang menggunakan pedang, cepat, lincah, dan serbaguna.
Formasi berbentuk baji itu bergerak maju dengan kekuatan yang luar biasa, mematahkan pepohonan dan meretakkan tanah di sepanjang jalannya.
Yang Mulia Xuanbing dan Yang Mulia Shengguang masing-masing memimpin pasukan mereka, perlahan-lahan mengikuti dari kedua sisi Istana Tianji.
Mereka bergerak perlahan dan formasi mereka longgar, yang jelas menunjukkan bahwa mereka siap mundur kapan saja.
Yang Mulia Surgawi berbalik dan melirik ke belakang, secercah kesedihan terpancar di matanya.
Kedua rubah tua itu memang tidak akan mengerahkan usaha mereka dengan mudah.