Perintah Kaisar Naga Bab 5502

🌟 Preview Bab Ini:

David, kecewa dengan kebodohan para biksu yang membiarkan jiwa mereka terkuras oleh ruyi giok, mundur dari Altar Pengumpulan Jiwa. Biksu berjubah emas bersorak kemenangan saat benang jiwa terkuras menjadi abu-abu, menyatu dengan guci jiwa yang membengkak dengan jeritan tak terdengar. Rune-rune gelap berdenyut saat mereka menyerap esensi jiwa, sementara guci jiwa membesar di bawah platform yang diterangi cahaya ruyi yang menakutkan.


Perintah kaisar naga

A Man Like None Other novel free english

Bab 5502 dari Perintah Kaisar Naga: Orang Tua yang Terlahir Kembali

Ā Ā Ā Ā Matanya memancarkan tatapan tegas, seolah-olah ia telah kehilangan harapan pada orang-orang ini.

ā€œGuru Hu, ayo pergi,ā€ kata David kepada Hu Mazi di sampingnya.

Hu Mazi tertegun sejenak, lalu menyadari bahwa David telah menyerah.

Ia menatap para biksu yang masih mengumpat, menggelengkan kepala tanpa daya, dan mengikuti David kembali ke sudut di luar Altar Pengumpulan Jiwa.

Mereka berdiri di sana, menyaksikan peristiwa yang berlangsung di altar dalam diam, hati mereka dipenuhi dengan emosi yang campur aduk.

Melihat David telah berhenti menyerang, biksu berjubah emas itu tersenyum penuh kemenangan.

Ia berteriak kepada kerumunan, ā€œKalian lihat? Mata-mata ini bersalah! Semuanya, tetap fokus dan jangan biarkan dia mengalihkan perhatian kalian. Sebentar lagi, saatnya bagi semua orang untuk menerobos!ā€

Sambil berbicara, ia mengangkat ruyi giok lagi, bergumam pada dirinya sendiri.

Ruyi giok sekali lagi memancarkan cahaya lembut yang menghipnotis, dan rune hitam di bawah platform muncul kembali, retakannya perlahan pulih.

Para biksu yang terkejut, setelah ragu sejenak, kembali menutup mata dan kembali ā€œmendengarkan ajaranā€.

Benang-benang jiwa berwarna biru muda kembali melayang dari alis mereka dan mengalir deras menuju alur.

Benang-benang jiwa itu bagaikan aliran kecil, menyatu ke dalam alur, seolah menceritakan ketidaktahuan dan kesedihan mereka.

Hu Mazi menggertakkan gigi dan mengepalkan tinjunya: ā€œOrang-orang ini… sungguh bodoh!ā€

Ia sungguh tak habis pikir mengapa para biksu ini begitu mudah tertipu oleh para biksu berjubah emas, dan rela mengorbankan jiwa mereka demi ā€œkesempatan terobosanā€ yang semu.

David menyaksikan pemandangan ini dalam diam, tatapannya tenang.

Ā« Bab 5501DAFTAR ISIBab 5503 Ā»