=== HALAMAN 2 ===
Perintah Kejam Pentagon dan Ketakutan Pejabat Jepang)
Sementara itu, di dalam pos komando militer Amerika.
Perwira yang memantau radar melihat titik-titik kendaraan Wu Bolin berputar arah dan melarikan diri.
Komandan militer AS tersenyum dingin. Ekspresinya semakin serius.
“Lihat itu. Semakin cepat mereka lari, semakin terbukti mereka sedang merencanakan sesuatu yang busuk!”
Ia segera mengambil walkie-talkie dan memberikan perintah pembunuhan.
“Eselon kedua, segera potong jalur pelarian mereka! Bersiap untuk intersepsi!”
Ia melanjutkan instruksinya dengan nada yang membuat bulu kuduk berdiri.
“Saya akan memimpin sisa pasukan SEAL dan delegasi Jepang. Kita putar balik sekarang. Tujuan baru: Stasiun Showa, Jepang!“

“Tinggalkan satu unit M142 HIMARS di McMurdo untuk pertahanan. Dua unit sisanya… bawa ikut saya ke Stasiun Showa!”
Ancaman Pembantaian di Stasiun Showa
Mendengar perintah itu, jantung Watanabe Goro, pejabat Jepang yang ikut di pesawat, berdebar kencang.
Ia baru saja melihat sendiri kekuatan militer Amerika. Lima puluh anggota Navy SEAL bersenjata lengkap dan kendaraan lapis baja.
Dan sekarang, mereka membawa dua peluncur roket artileri M142 menuju markas penelitian Jepang, Stasiun Showa?
Daya tembak itu cukup untuk meratakan Stasiun Showa menjadi debu berkali-kali lipat.
“Jika terjadi konflik sekecil apa pun…” batin Watanabe ngeri, “…Amerika pasti akan melakukan pembantaian massal terhadap warga kami sendiri.”
Ia merasa sangat gelisah. Situasi ini sudah benar-benar di luar kendali pemerintah Jepang.
Strategi Amerika kini berubah total. Pentagon tidak lagi peduli dengan diplomasi Jepang.
Prioritas Pentagon sangat jelas:
- Amankan Stasiun McMurdo dengan segala cara.
- Tangkap semua anggota tim peneliti Jepang yang membelot.
- Interogasi mereka sampai mati untuk mengetahui rahasia apa yang mereka cari di Antartika.
Jika ada rahasia besar yang disembunyikan para pembelot itu, Pentagon tidak akan membiarkan informasi itu bocor ke dunia luar.
Jadi, begitu Wu Bolin memutuskan untuk lari, misi Amerika berubah dari “bertahan” menjadi “berburu”.
Dan target buruan mereka adalah seluruh tim ekspedisi Jepang, hidup atau mati.