Pesona Pujaan Hati Bab 657: Roger Mengamuk, Charlie Tantang Klan Wu! Siapa Mundur?
Selamat datang kembali di kelanjutan kisah Pesona Pujaan Hati yang semakin memanas! Di Bab 657 ini, ketegangan mencapai puncaknya saat Roger Wu tak bisa lagi menahan amarahnya terhadap Charlie.
Saksikan bagaimana kehormatan sebuah keluarga dipertaruhkan dan apakah Charlie akan mundur dari tantangan yang mengancam!
Poin Menarik Bab Ini
- Warnia mengambil tindakan tegas terhadap Liu Guang, namun langkahnya terhenti oleh intervensi tak terduga.
- Roger Wu tampil garang, membela kehormatan klannya yang tercoreng dan menantang Charlie secara langsung.
- Sebuah ultimatum berbahaya dilontarkan: Charlie harus berlutut dan menampar dirinya sendiri, atau menghadapi konsekuensi serius.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Q: Mengapa Roger Wu begitu murka di bab ini?
A: Roger Wu sangat murka karena Charlie tidak hanya menghina keluarga Wu dengan menyebut mereka ‘sampah’, tetapi juga memukuli Liu Guang, yang ia anggap sebagai penghinaan langsung terhadap klannya.
Q: Apa tuntutan Roger kepada Charlie?
A: Roger menuntut Charlie untuk segera berlutut dan menampar dirinya sendiri di hadapan semua orang, sebagai bentuk permintaan maaf dan penghormatan atas apa yang telah Charlie lakukan terhadap keluarga Wu dan Liu Guang.
Ketika Roger mendengar Charlie menghina keluarga Wu seperti ini, dia menjadi amat gusar.
Jadi dia segera berbalik dan turun, bersiap untuk bertemu Charlie sebentar.
Saat ini, Warnia memandang Liu Guang, yang tersipu dan bengkak lantaran Charlie, dan memanggil pengawal rumah.
Begitu pengawal itu tiba, dia menunjuk ke arah Liu Guang dan memerintahkan: “Usir orang ini keluar untukku! Berani masuk lagi dan patahkan kakinya!”
“Ya! Nona!”
Ketika pengawal mendengar ini, mereka bergegas ke depan dan langsung menahan Liu Guang untuk mengusirnya dari keluarga Song.
akan tetapi, pada saat ini, suara dingin mendadak terdengar.
“Aku tahu siapa yang berani mengusirnya!”
Dengan tangan di punggung, Roger menuruni tangga selangkah demi selangkah, dengan ketidakpedulian dan kemarahan di wajahnya.
Awalnya, dia meminta Liu Guang datang untuk merepotkan Charlie dan mencegah Charlie turun panggung, untuk menampar Charlie dengan keras dan membuatnya kehilangan muka di depan Warnia.
Di luar dugaan, Charlie ini berani bersikap sombong. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada keluarga Wu. Dia menampar Liu Guang dua kali dan hampir menampar seekor anjing mati.
Ini bukanlah hal yang paling penting!
Yang terpenting adalah Charlie ini begitu berani hingga berani menyebut keluarga Wu sebagai sampah!
Ini nyata tidak bisa ditoleransi, sungguh tidak tertahankan!
Ketika para pengawal memandang Roger turun, mereka ragu-ragu sejenak. Bagaimanapun, dia dan ayahnya juga tinggal di keluarga Song selama beberapa hari, dan para pengawalnya sudah lama mengetahui bahwa mereka adalah tamu terhormat keluarga tersebut.
Liu Guang mendadak menunjukkan tatapan gembira dan berseru: “Tuan Wu, Anda harus mengambil keputusan untuk saya!”
Roger meliriknya dengan kesal, mengutuk dalam hatinya, hal-hal anjing yang tidak berguna, tidak ada hal kecil yang tidak dapat dilakukan, apa gunanya kamu!
Warnia juga mengerutkan kening saat ini dan bertanya: “Roger, apa maksudmu? Apa hubungannya masalah ini denganmu?”
Roger ujar dengan acuh tak acuh: “Ini tidak menarik. Liu Guang berasal dari keluarga Wu kami. Dia datang bersama ayah saya dan saya. Jika Anda ingin mengusirnya sekarang, pukul saja wajah keluarga Wu kami!”
kemudian dia ucap kepada Charlie lagi: “Dan kamu, siapa yang memberimu keberanian untuk mengalahkannya, dan berani tidak menghormati keluarga Wu-ku? Sekarang kamu segera berlutut dan menampar dirimu sendiri, jika tidak, jangan salahkan aku.”
Baginya, meskipun Liu Guang hanyalah seekor anjing, anjing ini dapat dikalahkan oleh dirinya sendiri, tetapi ia tidak dapat dikalahkan oleh orang lain!
Kalau tidak, di mana dia akan meletakkan wajah Roger? Di mana harus meletakkan wajah keluarga Wu?
Charlie memandangnya dan bertanya, “Apa? Apakah keluarga Wu-mu begitu baik?”
“Tentu saja.” Roger mencibir dengan amat arogan: “Keluarga Wu adalah keluarga terbesar di selatan Sungai Yangtze, dan juga pemimpin di seluruh negeri. Anda berani mengatakan bahwa keluarga Wu adalah sampah?!”
Charlie tersenyum menghina, dan memandang Roger dari atas ke bawah, belum lagi, pria ini memang mirip dengan Wu Qi, dan dia memang saudara dari rekan senegaranya.
walaupun demikian, sebelum Charlie berbicara, Warnia buru-buru melangkah maju dan kata: “Roger, ini provokasi Liu Guang dulu. Jangan mempermalukan Tuan Wade!”
“Bapak.Wade?” Roger kesal saat mendengar Warnia keluar untuk melindungi Charlie, dan berseru: “Dia hanya Sampah, berani memanggilnya master?”
Warnia melangkah maju dan ujar dengan sungguh-sungguh: “Roger, harap perhatikan kata-katamu sendiri! Tuan Wade adalah idola dalam pikiranku, dan aku tidak bisa mentolerir kamu mempermalukannya!”
Roger tidak menyangka bahwa dewi Warnia sebenarnya adalah anjing penjilat bau milik Charlie!
Dia tidak bisa menahan tangis dalam hatinya: “Bagaimana orang ini bisa dibandingkan denganku? Akulah pria yang harus kamu berlutut dan jilat! Kamu mutlak buta!”
Bagaimana menurut Anda kelanjutan konfrontasi sengit antara Charlie dan Roger ini? Apakah Charlie akan menerima tantangan atau justru membalikkan keadaan?
Jangan ragu untuk berbagi spekulasi dan komentar Anda di bawah, dan nantikan bab selanjutnya dari Pesona Pujaan Hati!