Strategi Cinta Kakek Song: Warnia Harus Rebut Mr. Wade? | Pesona Pujaan Hati Bab 536
Selamat datang kembali di dunia intrik dan romansa yang tak terduga dalam Pesona Pujaan Hati!
Bab 536 ini akan membawa Anda pada perbincangan intim yang mengejutkan antara Kakek Song dan Warnia, di mana masa depan hubungan mereka dengan Mr. Wade akan dipertaruhkan, lengkap dengan nasihat yang berani dari sang kakek.
Poin Menarik Bab Ini
- Kakek Song menyiapkan hadiah istimewa berupa batu giok dingin untuk junior Regnar yang sakit, berharap membawa ketenangan.
- Warnia dipanggil secara pribadi oleh Kakek Song ke ruang kerjanya untuk membahas perasaannya terhadap Mr. Wade.
- Kakek Song memberikan nasihat kontroversial kepada Warnia untuk mengejar Mr. Wade, bahkan jika ia sudah menikah, demi kebahagiaan masa depannya.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Q: Hadiah apa yang disiapkan Kakek Song dan untuk siapa?
A: Kakek Song memberikan sepotong batu giok dingin yang memiliki efek menenangkan dan menenteramkan. Hadiah ini ditujukan untuk junior Regnar yang sedang sakit, sebagai bentuk kepedulian.
Q: Apa nasihat utama Kakek Song kepada Warnia mengenai Mr. Wade?
A: Kakek Song mendesak Warnia untuk tidak menyia-nyiakan perasaannya terhadap Mr. Wade dan mengejarnya. Ia bahkan menekankan bahwa status pernikahan kedua atau ketiga tidak lagi menjadi masalah besar di masyarakat modern, dan yang terpenting adalah menjaga pria baik di sisinya.
Warnia bertanya saat ini: “Kakek, apakah kamu ingin kami mengambil hadiah?”
Tuan Song tutur: “Dalam beberapa tahun terakhir, seseorang memberi saya sepotong batu giok dingin, yang memiliki efek menenangkan dan menyejukkan. Bawa ke Regnar. Katakan padanya itu untuk junior yang sakit di keluarga mereka. Efeknya seharusnya kecil, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. “
Warnia mengangguk, dan kata, “Baiklah, Kakek, saya akan melakukannya.”
Saat ini, Tuan Tua Song berdiri dan ujar kepada Warnia, “Warnia, ikut aku.”
“Oke, Kakek.” Warnia tidak tahu, jadi dia buru-buru bangun dan mengikuti kakeknya ke ruang kerjanya.
Di ruang kerja, Tuan Song dengan gemetar duduk di kursi kayu mahoni, dan bertanya kepada Warnia: “Warnia, izinkan saya bertanya, bagaimana kabar Anda dengan Tuan Wade akhir-akhir ini?”
Ketika Warnia mendengar ini, wajahnya langsung memerah, kata: “Kakek, aku… aku… itu…”
Kakek Song tersenyum dan kata, “Nak, apa yang membuatmu malu? Katakan saja apa saja!”
Warnia kata dengan malu-malu: “Kakek, Tuan Wade sekali sibuk akhir-akhir ini. Kami hampir tidak punya kesempatan untuk bertemu…”
Ekspresi Kakek Song sedikit kecewa dan kata, “Warnia, kamu tidak bisa menyia-nyiakannya seperti ini! Kamu masih muda, tapi kakek akan segera mati. Kamu bisa menunggu, tapi kakek tidak bisa menunggu beberapa tahun…”
Saat dia ucap, Tuan Song buru-buru kata lagi: “Warnia, Kakek mengatakan ini bukan untuk menculikmu secara moral, atau untuk memaksamu berhubungan dengan Tuan Wade. Alasan utamanya adalah Kakek juga dapat melihatnya di dalam hatimu. Kamu amat menyukai Tuan Wade, bukan?”
Warnia mengangguk ringan, wajahnya memerah dan panas.
Dia sungguh menjadi semakin terpikat pada Charlie.
Dia menyukai pria yang kuat seperti pria yang memiliki kemampuan. Semakin kuat pria itu, semakin dia merasa menarik.
Oleh sebab itu, dia terpikat pada Charlie, sungguh tidak ada ketegangan, itu tidak bisa dihindari.
Tuan Song menghela nafas pelan, dan kata, “Satu-satunya yang disayangkan adalah Tuan Wade menikah terlalu dini, tetapi dalam masyarakat modern, semua orang memandang hal-hal ini dengan luar biasa enteng. Bagi seorang pria, pernikahan kedua bukanlah apa-apa, dan pernikahan ketiga bahkan tidak disebut. Itu masalah, jadi kamu tidak perlu peduli dengan pria yang sudah menikah sebelumnya. Kamu tidak perlu peduli siapa istri pertamanya. Kamu hanya perlu tahu bahwa yang harus kamu lakukan hanyalah menjaga pria baik di sisimu selamanya, bahkan jika dia sudah menikah. sudah menikah. Sepuluh kali menikah, selama dia bisa tetap di sisimu, itu lebih penting dari apapun.”
Warnia mengangguk sedikit dan kata dengan saleh: “Kakek, saya mengerti apa yang Anda katakan. Hanya saja saya tidak bisa mengejar Tuan Wade terlalu erat dikarenakan takut dia tidak menyukai saya lantaran ini, sebab saya mendengar Tuan Wade memperlakukan istrinya dengan sekali baik.”
“Ya.” Tuan Song kata setuju: “Dalam hal ini, tidak salah bagi Anda untuk berjuang dengan mantap, selangkah demi selangkah, dan diam-diam menjalaninya.”
Dengan itu, Tuan Song sekonyong-konyong teringat sesuatu dan buru-buru kata, “Ngomong-ngomong, beberapa hari lagi saya akan berulang tahun ke 80. Tolong undang Tuan Wade untuk datang ke pesta ulang tahun saat Anda berbalik. Ini hanya kesempatan untuk bertemu dengannya. Ini meningkatkan hubungan. “
Warnia buru-buru ujar, “Baiklah, Kakek, saya akan melakukannya.”
“Ya.” Tuan Song mengangguk dan tutur, “Tidak apa-apa, ini belum terlalu dini. Anda dapat pergi ke Rumah Sakit SanityLab dengan Terhormat untuk menemui junior keluarga Wu terlebih dahulu!”
Nasihat Kakek Song kepada Warnia sungguh mengejutkan dan penuh keberanian, bukan?
Bagaimana pendapat Anda tentang pandangan Kakek Song terhadap pernikahan dan apakah Warnia akan mengikuti sarannya? Bagikan pemikiran dan teori Anda di kolom komentar di bawah ini!