Pesona Pujaan Hati Bab 4139
Selamat datang, para pembaca setia, mari selami lembar demi lembar kisah menarik dalam bab terbaru ini!
- Ajakan santai dari Xiaofen kepada Charlie ternyata menyimpan potensi petualangan tak terduga.
- Kehadiran sosok Grover dengan mobil mewah Rolls-Royce Thermaltake miliknya bos, menambah misteri dan ambisi dalam cerita.
- Perjalanan yang awalnya sederhana, kini diwarnai dengan tawaran ‘permainan’ yang mengisyaratkan adanya perhitungan lebih dalam.
Siapa yang sangka petualangan kali ini akan dimulai dengan ajakan santai?
Sebuah ajakan jalan-jalan santai ternyata menyimpan potensi kejutan tak terduga.Kehadiran sosok baru dengan mobil mewah membuka babak baru dalam rencana mereka.Perjalanan yang tadinya sederhana, kini dipenuhi dengan ambisi dan perhitungan.
BacaBab 4139 dari novel Pahlawan Hati online gratis.
Daftar
Setelah itu, Xiaofen berkata kepada Bibi Li, “Bibi Li, aku akan mengajak Kakak Charlie jalan-jalan,”
“Kamu tidak perlu membersihkan piring, cukup minta Claudia untuk memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring nanti.”
Bibi Li tertawa, “Aku menganggur, kenapa kamu dan Claudia tidak menemani Charlie berkeliling bersama.”
Claudia sedikit terkejut dan tanpa sadar berkata,
“Aku…… aku tidak akan pergi…… aku akan tinggal dan membantumu membersihkan piring.”
Bibi Li yang tidak tahu apa-apa berkata sambil tersenyum, “Tidak, saya bisa membersihkannya sendiri,”
“Kamu juga ikut, jangan selalu bosan di rumah sepulang kerja.”
Claudia sedikit mempertimbangkan sejenak, lalu mengangguk dan berkata,
“Baiklah Bibi Li, kalau begitu aku akan pergi berkeliling dengan Kakak Fanny dan Kakak Charlie ……”
Hati Claudia benar-benar tidak tenang, juga ingin mengikuti Charlie untuk melihat.
Charlie tidak peduli, selama Claudia sendiri bersedia pergi, dia tidak punya masalah sama sekali.
Jadi, mereka bertiga keluar bersama-sama.
Saat ini di luar gerbang, sedan Rolls-Royce Thermaltake baru diparkir tepat di belakang Chevrolet bekas milik Xiaofen.
Di kursi pengemudi, Grover, yang memiliki rambut sedang.
Dia menggelengkan kepalanya dengan wajah terbakar dan melambai kepada mereka bertiga sambil tersenyum, “Ini aku!”