Pesona Pujaan Hati Bab 4052
Selamat datang kembali para pembaca setia, mari kita selami kelanjutan kisah epik di Bab 4052.
- Persaingan sengit antara taipan global memperebutkan ‘Keajaiban Kehidupan’ mencapai puncaknya.
- Penawaran fantastis sebesar 38,2 miliar dolar menciptakan kejutan besar di ruang lelang.
- Ketegangan melanda ketika nasib pemenang lelang ditentukan oleh penyelesaian pembayaran yang krusial.
Siapakah yang akan memenangkan kesempatan emas untuk membeli ‘Keajaiban Kehidupan’?
Tawaran fantastis mencapai puluhan miliar dolar untuk sebuah hak istimewa yang sangat berharga.Persaingan ketat antara para taipan kelas dunia menciptakan drama yang menegangkan.Nasib seseorang bergantung pada detik-detik terakhir penyelesaian transaksi yang monumental.
BacaBab 4052 dari novel Pahlawan Hati online gratis.
Daftar
Sebaliknya, taipan Korea itu terus menaikkan harga dan menyebutkan angka tiga puluh delapan puluh dua miliar.
Taipan Inggris itu duduk di tempat dengan wajah pucat, dan saat ini, dia sudah tahu bahwa dia telah kalah.
Tiga puluh delapan ratus koma satu miliar dolar adalah tawarannya.
Namun, yang mengejutkan, uang ini tidak dapat dibelanjakan.
Artinya seseorang menyimpan kekayaan yang sangat besar ini, namun hidupnya akan segera berakhir dalam tiga sampai enam bulan berikutnya.
Ketika orang Korea melihat pihak lain tidak lagi menaikkan harga.
Tubuhnya secara tidak sadar sudah bersemangat hingga gemetar.
Warnia juga menjadi buta.
Seperempat pil peremajaan bisa dilelang seharga 38,2 miliar dolar.
Dan itu melebihi semua aset keluarga Song, yang membalikkan semua persepsinya……
Namun, dia masih mulai bertanya dengan sangat profesional, “Sekali 38,2 miliar dolar, apakah ada harga yang lebih tinggi dari ini?”
Seluruh ruangan menjadi sunyi senyap.
Lebih dari sekedar terkejut, orang-orang ini lebih putus asa.
Mereka akhirnya menemukan keajaiban hidup.
Namun tak satu pun dari mereka yang menyangka bahwa keajaiban hidup akan semahal ini.
Setelah itu, Warnia bertanya dua kali berturut-turut dan akhirnya menjatuhkan palu: