Bab 6930 Terserap
Sedang mencari kelanjutan Perintah Kaisar Naga Bab 6930 Terserap? Anda berada di tempat yang tepat. Baca bab selengkapnya di bawah ini.
- Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
- Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
- Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.
Siapakah sosok misterius yang mengiringi David menembus kegelapan terdalam?
Saat David melangkah lebih dalam ke dalam penjara, keheningan mencekam dari ruang kosong berwarna abu-abu itu semakin terasa.
Kabut tipis yang semula melayang menjadi tebal dan lengket di sini, terperangkap di kehampaan, tanpa ada aliran udara sedikit pun yang mampu menggerakkannya.
Pola-pola hukum di sekitarnya bukan lagi jejak pelapukan yang samar, tetapi berubah menjadi retakan halus dan gelap yang saling bersilangan dan menyebar seperti jaring laba-laba kuno yang rusak, mengunci seluruh ruang kosong dengan kuat.
Aura kuno yang luas itu, yang berasal dari celah kuno tersebut, kini menjadi sangat intens.
Itu bukan lagi denyut nadi yang jauh dan samar, melainkan seperti malam yang berat yang menyelimuti hati, membawa serta kesedihan dan kedinginan yang melampaui tiga puluh enam langit, menyelimutinya lapis demi lapis.
Di belakang mereka, ketujuh peri itu mengikuti dari dekat.
Meskipun kultivasi mereka sepenuhnya tertutup dan tubuh mereka lemah, setiap langkah ke depan dipenuhi dengan kelelahan yang tak terlukiskan, namun tak satu pun dari mereka melambat. Ketujuh sosok ramping itu berkerumun bersama, pikiran mereka sepenuhnya terfokus pada sosok berjubah abu-abu di depan mereka.
Setelah menanggung siksaan penjara yang tak berujung, David adalah satu-satunya cahaya dalam situasi putus asa mereka, satu-satunya sumber kekuatan dan tempat berlindung mereka.
Akhirnya, setelah menembus lapisan kabut tebal berwarna abu-putih terakhir, pemandangan di depan menjadi benar-benar jelas.
Adegan utama di bagian terdalam penjara tiba-tiba terlihat jelas.
Di tengah kehampaan itu, sebuah pusaran hitam raksasa melayang tanpa suara dan berputar perlahan.
Gelap gulita, tanpa sedikit pun cahaya. Kegelapan yang tak terbatas itu sangat dalam, seolah-olah itu adalah satu-satunya kehampaan di dunia, yang mampu menelan semua cahaya, napas, suara, dan hukum.
Pusaran itu berputar sangat lambat, setiap putaran membawa ritme kuno yang mendalam, menyebabkan ruang hampa di sekitarnya sedikit bergetar.
Gumpalan energi hitam meluap dan menyebar, seketika melarutkan kabut abu-putih dan memusnahkan semua hukum halus yang melewatinya.
Inilah celah kuno yang membentang selama berabad-abad dan terhubung ke kehampaan luar, dan juga penyebab yang merenggut nyawa Ning Zhi dan Sonya.
Namun saat tatapan David menyapu pusaran itu, mata ungunya yang biasanya tenang dan teguh tiba-tiba menyipit tajam, dan gelombang dahsyat melanda hatinya.
Di seluruh kehampaan, tak terhitung banyaknya kultivator melayang di udara, berlapis-lapis, menyebar ke segala arah, seperti boneka yang digantung oleh benang tak terlihat, sunyi senyap dan menyeramkan.
Para kultivator ini mengenakan berbagai gaya pakaian dan memiliki aura yang beragam. Ada kultivator kuno dari semua ras di langit, tokoh-tokoh kuat dari sekte-sekte yang pernah mendominasi suatu wilayah, dan kultivator muda dengan penampilan awet muda.