Bab 6858 Pemimpin Agung
Penantian berakhir! Inilah terjemahan terbaru untuk Perintah Kaisar Naga Bab 6858 Pemimpin Agung. Cari tahu apa yang terjadi selanjutnya di bawah ini.
- Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
- Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
- Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.
Para prajurit sangat ketakutan sehingga mereka bergegas ke jendela kapal dan melihat keluar, hanya untuk melihat sosok David tergantung sepuluh ribu meter di udara.
Dengan jubahnya yang berkibar dan postur tubuhnya yang tegak, ia berdiri kokoh di kehampaan, seperti dewa yang turun ke bumi, tanpa perlindungan apa pun di sekitarnya.
Detik berikutnya, David mengangkat tangannya, telapak tangan menghadap ke atas, dan sebuah kekuatan tak terlihat dengan tenang muncul, tanpa cahaya yang menyilaukan atau momentum yang luar biasa.
Hal ini menyebabkan pesawat, yang beratnya puluhan ton, berhenti sesaat, sedikit miring seolah-olah ditopang oleh tangan yang tak terlihat.
Sosok David bergerak sejajar dengan pesawat, matanya yang ungu tampak tenang, dan dia berbicara dengan lembut, suaranya terdengar oleh para prajurit melalui pintu kabin: “Pegang erat-erat.”
Begitu selesai berbicara, David tiba-tiba mempercepat laju pesawat, dan seberkas cahaya abu-abu melesat keluar, mendorong pesawat ke depan dengan kecepatan luar biasa.
Kecepatannya jauh melebihi batas kemampuan awal pesawat, seperti meteor yang melesat melintasi langit kelabu. Udara di sekitar badan pesawat seketika terkoyak, mengeluarkan suara siulan yang menusuk telinga.
Para prajurit di dalam kabin terlempar dengan keras ke tempat duduk mereka akibat akselerasi mendadak, tangan mereka mencengkeram sandaran tangan dengan erat, wajah mereka pucat, mata mereka dipenuhi kengerian dan keputusasaan.
Mereka dapat merasakan dengan jelas bahwa pesawat itu terbang maju dengan kecepatan yang jauh melampaui pemahaman mereka.
Pemandangan di luar jendela berlalu dengan cepat, dan perjalanan yang semula memakan waktu lima jam dipersingkat secara drastis berkat dukungan David.
Melalui jendela kapal, mereka melihat David melaju kencang, jubah abu-abunya berkibar, posturnya tegak, seperti dewa yang mengendalikan langit dan bumi, sementara pesawat yang mereka tumpangi hanyalah mainan di tangannya.
Rasa takut menyelimuti semua prajurit seperti gelombang pasang. Mereka gemetar, kehilangan kendali atas kandung kemih dan usus mereka, dan selangkangan mereka dengan cepat menjadi basah. Bau busuk memenuhi kabin.
Sebagian orang tak kuasa menahan jeritan, sebagian menutup mulut dan tak berani bersuara, bahkan sebagian pingsan. Meskipun begitu, sebagian orang masih menatap sosok David di hadapan mereka dengan saksama, mata mereka dipenuhi kekaguman dan kesalehan.
Mereka tidak pernah membayangkan bahwa kekuatan yang begitu mengerikan ada di dunia ini, bahwa satu orang saja dapat mengangkat mesin terbang seberat puluhan ton dan menempuh ribuan mil dalam sekejap. Hanya para dewa yang dapat memiliki kekuatan seperti itu.