David, Jiang Xuelan, dan Xuanzhenzi terbang berdampingan di udara dengan kecepatan sangat tinggi, menempuh jarak sepuluh ribu meter di langit.
David, dengan jubah abu-abunya yang berkibar tertiup angin dan postur tubuhnya yang tegak dan menyendiri, duduk di tengah. Kekuatan kacau di sekitarnya terkendali dan sunyi, mengalir dengan lembut. Auranya tenang dan pikirannya tenteram.
Di sebelah kiri, Jiang Xuelan, mengenakan jubah biru es yang mengalir dengan rambut panjangnya yang tertiup angin, memiliki mata biru es yang jernih, dingin, tajam, dan waspada yang terus-menerus mengamati ruang hampa di sekitarnya untuk setiap gerakan, selalu berjaga-jaga terhadap bahaya tak dikenal yang mengintai di sekitarnya.
Di sebelah kanan, Xuanzhenzi melayang-layang dengan santai, sebatang ramuan spiritual layu menjuntai dari mulutnya, bergoyang tertiup angin, ekspresinya tenang.
Ia sesekali menggumamkan beberapa kata pelan, sementara pemuda Taois di sampingnya berpegangan erat pada lengan bajunya, menatap dunia luas dengan mata polos dan penuh rasa ingin tahu.
Ketiganya bergerak dengan kecepatan dan kelincahan yang luar biasa, menembus angin kencang di langit dan meninggalkan jejak samar energi spiritual di hamparan tak terbatas sebelum menghilang dalam sekejap.
Dunia ini luas, gunung dan lautnya tenang, anginnya lembut dan awannya tipis; semuanya damai, teratur, dan aman, seolah-olah dunia ini selamanya damai dan bebas dari bencana dan malapetaka.
sampai
Gemuruh!!!
Raungan yang dalam, menggema, luas, dan mendominasi tiba-tiba meletus dari cakrawala terjauh, menembus kehampaan tak berujung dan melintasi ribuan mil langit berbintang, gema-gemanya bergaung dan bergema kembali.
Suaranya berbeda dari guntur biasa, deru angin kencang, atau deru tsunami. Tidak ada ledakan tajam yang memekakkan telinga, hanya guntur kuno yang teredam, menyesakkan, dan mengguncang bumi.
Seolah-olah fondasi seluruh dunia sedang diguncang secara paksa, urat-urat bumi purba sedang dirobek secara paksa, dan kekuatan mengerikan yang telah terkubur jauh di bawah tanah selama ratusan juta tahun tiba-tiba terbebas dari kurungannya dan meletus ke dunia.
Raungan yang memekakkan telinga menyapu kehampaan yang luas, membawa ritme mengerikan yang mengguncang jiwa dan menggoyahkan Dao itu sendiri, menyebar lapis demi lapis dan terus menerus.
Angin kencang di langit yang tinggi seketika membeku dan menjadi benar-benar tenang, dan awan yang berputar-putar tiba-tiba berhenti di kehampaan, tidak lagi bergerak atau membentang.
Semua suara angin, air, dan aliran energi spiritual di dunia berhenti; segala sesuatu menjadi sunyi, dan waktu serta ruang pun berhenti.
Hanya getaran mengerikan itu, yang berasal dari runtuhnya langit dan bumi, terus berlanjut tanpa henti, menyebar lapis demi lapis, mengguncang setiap inci ruang hampa, setiap inci gunung dan laut, dan setiap hembusan kehidupan.
Gerakan maju David tiba-tiba terhenti, dia berdiri melayang di udara, dan berhenti secara tiba-tiba.
Mata ungunya yang jernih dan dalam tiba-tiba sedikit menyipit, tatapannya menajam, dan indra ilahinya yang sangat tajam langsung menyebar, menembus ribuan mil kehampaan dan melintasi lapisan awan, mengunci arah ke Benua Tujuh Bintang di langit yang jauh.
Di tepi Benua Tujuh Bintang, sebuah celah mengerikan yang membentang ribuan mil tiba-tiba muncul dari bagian terdalam inti benua dan menyebar dengan cepat tanpa peringatan.
Patah!
Suara retakan bumi yang tajam, menusuk namun berat dan teredam bergema di ribuan mil ruang hampa, menggema di seluruh langit dan bumi, dan mengguncang keempat samudra.
Retakan itu hitam pekat dan dalam, tak terbatas, seperti tangan raksasa langit dan bumi yang memegang pedang surgawi yang tak tertandingi, dengan paksa membelah seluruh benua menjadi dua.
Retakan-retakan itu menyebar dengan liar dari pusat Benua Yaoguang, dengan cepat meluas dan berkembang ke segala arah, melintasi dataran, merobek gunung, memutus sungai, dan membelah alam rahasia. Ke mana pun mereka lewat, semuanya hancur dan tidak ada yang tersisa.
Lempeng benua yang dulunya datar, luas, stabil, dan tebal kini seperti selembar kertas tipis yang telah disobek, dipelintir, dan diremukkan oleh kekuatan yang luar biasa, berkerut hebat, bergetar hebat, dan terus-menerus retak.
Retakan-retakan halus yang tak terhitung jumlahnya saling bersilangan dan tumpang tindih, menutupi seluruh daratan dengan rapat, lalu terus meluas, melebar, dan semakin dalam, berubah menjadi jurang dan ngarai.
Bumi berguncang hebat dan dahsyat, gunung-gunung bergetar, lembah-lembah terbalik, tanah runtuh, dan lapisan-lapisan batuan berguling.
Dalam sekejap berikutnya, cahaya putih murni yang tak berujung, menyilaukan, dan sangat terang meletus liar dari kedalaman retakan di bawah benua, melambung ke langit dan menyapu ke segala arah.
Cahaya putih itu bukanlah cahaya spiritual biasa, api ilahi, atau sinar matahari, melainkan cahaya Dao primordial yang berasal dari pecahnya segel kuno dan runtuhnya kurungan abadi.
Murni, mendominasi, kejam, dan destruktif, ia mengandung kekuatan mengerikan yang mampu merobek langit dan bumi, menghancurkan gunung dan sungai, serta memusnahkan segala sesuatu.
Cahaya putih itu semakin kuat dan semakin membara, semakin terang dan dahsyat. Dari kilauan samar awalnya, cahaya itu dengan cepat berubah menjadi pilar cahaya yang menjulang tinggi dan gelombang pasang cahaya yang sangat besar, benar-benar menembus batasan bumi, merobek awan, menembus langit yang tinggi, dan mencapai surga.
Seluruh fondasi bawah tanah benua itu, struktur geologisnya, dan lempeng tektoniknya hancur berantakan dan luluh lantak akibat dampak kekuatan purba yang sangat dahsyat ini.
Boom! Boom! Boom!
Ledakan dahsyat yang terus menerus itu bergema di seluruh langit dan bumi, membekas sepanjang zaman.
Tanah Yaoguang yang luas dan tak terbatas itu secara paksa dipisahkan dan sepenuhnya terlepas dari bagian benua lainnya.
Apa pendapat Anda tentang Perintah Kaisar Naga Bab 6804 Runtuh? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi dengan pembaca lainnya!