Bab 6761 Petunjuk
Selamat datang, para pembaca setia, di gerbang bab terbaru petualangan yang tak terduga!
- Deskripsi mendalam tentang Laut Hampa yang menakjubkan, dipenuhi ribuan pulau dengan berbagai ukuran dan keunikan.
- Pengungkapan bahwa air Laut Hampa bukanlah air biasa, melainkan cairan spiritual murni yang sangat kuat.
- Gambaran tentang berbagai moda transportasi, mulai dari perahu roh hingga tunggangan binatang laut raksasa, yang digunakan oleh para kultivator.
Laut itu dipenuhi dengan pulau-pulau yang tak terhitung jumlahnya, seperti pecahan zamrud yang tersebar di atas sutra biru.
Beberapa pulau hanya berukuran beberapa meter persegi, dengan satu pohon keramat tak bernama yang tumbuh di atasnya, tajuknya bergoyang lembut tertiup angin;
Beberapa pulau berukuran sebesar kota, dengan pegunungan, sungai, dan bangunan, dan orang dapat samar-samar melihat sosok para petani terbang dan melintasi antar pulau.
Pulau-pulau itu dihubungkan oleh perahu-perahu roh, yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa di antaranya seperti daun-daun ringan, meluncur di atas air seolah-olah terbang.
Beberapa di antaranya menyerupai kapal bertingkat raksasa, lambungnya ditutupi dengan rune rumit yang berkilauan dengan berbagai warna di bawah sinar matahari.
Yang paling menakjubkan adalah bayangan-bayangan raksasa yang perlahan bergerak di kedalaman Laut Hampa.
Bayangan-bayangan itu, seperti gunung yang bergerak, perlahan melintasi air sedalam ratusan kaki.
Terkadang, ekor yang sangat besar akan muncul ke permukaan air, menciptakan gelombang setinggi ratusan kaki. Percikan air tersebut pecah menjadi tetesan kristal yang tak terhitung jumlahnya di bawah sinar matahari, seperti hujan deras tiba-tiba.
“Iniadalah Laut Hampa?”
Suara Xuanzhenzi agak bergetar, “Aku telah hidup selama puluhan ribu tahun, dan ini pertama kalinya aku melihat lautan seluas ini dan bagaimana mungkin air laut ini adalah cairan spiritual? Semuanya cairan spiritual?”
Dia berjongkok dan memasukkan tangannya ke dalam air.
Cairan bening itu mengalir di telapak tangannya, memancarkan energi spiritual yang kaya, hampir seperti membeku.
Matanya semakin membelalak: “Astaga air ini bisa diminum? Energi spiritualnya bahkan lebih murni daripada kristal spiritual kelas atas!”
Jiang Xuelan berdiri di samping David, mata birunya yang sedingin es memantulkan lautan biru yang luas dan cahaya langit yang berkilauan.
Rambut panjangnya tertiup angin laut, berkilauan dengan warna putih keperakan di bawah sinar matahari.
Dia tidak berbicara, tetapi senyum tipis terukir di bibirnya.
Tatapan David menyapu gugusan pulau yang berjejer rapat di laut, lalu memandang garis-garis cahaya yang terus bergerak di langit.
Mereka adalah para kultivator yang terbang; beberapa bepergian sendirian di atas pedang, beberapa dalam kelompok tiga atau lima orang menaiki perahu roh, dan beberapa menunggangi binatang laut raksasa, membelah ombak di laut.
Keramaian di Laut Hampa jauh melebihi perkiraannya; arus orang di sini lebih dari seratus kali lipat dibandingkan dengan Jurang Dunia Bawah.
“Mari kita cari pulau untuk menetap dulu.”
David berkata, “Kita perlu memahami situasi di Laut Hampa, dan kita juga perlu menyelidiki makhluk-makhluk air di sana.”
Pandangan David tertuju pada sebuah pulau berukuran sedang yang tampak cukup makmur di kejauhan.
Di pulau itu berdiri sebuah menara tinggi, di atasnya bersinar sebuah lampu terang, yang terlihat jelas bahkan di bawah sinar matahari, yang jelas-jelas digunakan sebagai mercusuar.