Perintah Kaisar Naga Bab 6728 Pembunuh Iblis

Bab 6728 Pembunuh Iblis

Selamat datang kembali, para pecinta web novel Indonesia, mari kita jelajahi bab terbaru yang penuh ketegangan ini!

Poin Penting Bab Ini:

  • David terluka parah, Pedang Pembunuh Naga tak mampu menahan benturan dahsyat yang menyebabkan luka dalam pada bahu dan lehernya.
  • Jiang Xuelan dan Zi’er juga kehabisan kekuatan, penghalang es pelindung mereka runtuh dan energi spiritual mereka terkuras habis.
  • Sosok berjubah hitam misterius muncul tiba-tiba dari kehampaan saat Jin Wuhao bersiap melancarkan serangan fatal kepada para pahlawan.

David dengan tergesa-gesa menangkis, tetapi cahaya pedang bertabrakan dengan Pedang Pembunuh Naga, dan kekuatan dahsyat itu meledak seketika, merobek daging bahu dan lehernya, meninggalkan luka yang dalam dan mengerikan yang memperlihatkan tulang.

Darah panas mengalir di bahu dan lehernya, membasahi jubah abu-abunya dan membakar kulitnya.

David terhuyung dan hampir jatuh ke tanah. Api kekacauan yang tersisa telah padam sepenuhnya, dan dantiannya kosong. Dia bahkan tidak bisa memadatkan secercah cahaya pedang.

Jiang Xuelan tidak sempat menghindar. Beberapa pancaran cahaya ilahi yang halus mengenai anggota tubuhnya, menyebabkan luka yang tak terhitung jumlahnya. Api ilahi membakar kulitnya, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Energi vitalnya telah habis, dan penghalang pelindung esnya runtuh dengan sendirinya, membuatnya tak berdaya untuk mempertahankan perlindungan sekecil apa pun.

Aura Zi’er lemah, esensi abadi miliknya terkuras, dan dia bahkan kesulitan memegang pedang abadi. Cahaya abadi di sekitarnya redup dan hampir hilang.

Situasi yang sangat genting, jalan buntu total.

Jin Wuhao melangkah maju perlahan, tubuhnya diselimuti cahaya ilahi. Dia menatap ketiga pria yang terluka yang telah kehabisan kartu truf mereka, senyumnya kejam dan angkuh: “Tiga anjing liar yang berjuang untuk hidup, apakah kalian sudah cukup berjuang? Selanjutnya, aku akan mengirim kalian untuk binasa bersama, jiwa kalian dipenjara di Alam Ilahi, untuk menderita siksaan dibakar seperti dewa untuk selamanya!”

Dia perlahan mengangkat otoritas kaisar ilahi yang telah dipulihkan, dan sepuluh ribu kaki cahaya keemasan berkumpul di ujung pedang. Sebuah pukulan fatal akan segera terjadi, dunia berubah warna, dan angin kencang tiba-tiba berhenti.

Tepat ketika cahaya pedang hendak jatuh, riak-riak muncul tanpa suara di sudut kehampaan.

Sesosok yang diselimuti jubah hitam muncul entah dari mana, seperti hantu dari jurang maut, melangkah keluar dari kehampaan.

Pendatang baru itu terbungkus jubah hitam tebal dari kepala hingga kaki, dengan tudung menutupi wajahnya dan tak sejengkal pun kulitnya terlihat. Dia memancarkan aura yin yang ekstrem, dingin yang ekstrem, dan keheningan yang mencekam.

Kekuatan ini bukan milik energi iblis, bukan pula cahaya ilahi, atau energi spiritual abadi. Kekuatan ini melampaui Lima Elemen dan Enam Jalan, berasal dari Alam Bawah dan mengarah langsung ke sumber jiwa dari segala sesuatu.

Ia menggenggam erat sebilah pisau pendek berwarna hitam pekat di tangan kanannya, bilah pisau itu berputar-putar dengan kobaran api biru yang menyeramkan. Api gaib itu menari tanpa suara, membakar kehampaan di sekitarnya dan memadamkan setiap cahaya spiritual yang tersisa. Apa pun yang menyentuhnya merasakan sakit yang menusuk jiwanya.

Klan Hantu!

Mengkhususkan diri dalam hukum jiwa ilahi, menggunakan Api Dunia Bawah, mereka adalah satu-satunya ras di seluruh surga dan berbagai alam yang mampu menyerang langsung jiwa ilahi asli!

Pupil mata David tiba-tiba menyempit, dan detik berikutnya, kegembiraan yang luar biasa menyelimutinya, dan harapannya, yang hampir padam, seketika menyala kembali.

Dia mengenali aura itu; itu adalah aura Klan Hantu, sama seperti aura Ming Li.

Kultivator hantu berjubah hitam itu perlahan berjalan menghampiri David, sedikit membungkuk, dan berbicara dengan penuh hormat. Suaranya yang serak dan dalam keluar dari balik tudungnya, nadanya gelap dan bergema, seperti angin yang bergaung dari kedalaman Alam Bawah: “Tuan Chen, saya Gui Qi, pengguna Pedang Sembilan Alam Bawah. Di masa lalu, Anda membantu Klan Hantu dan menyelamatkan Yang Mulia kami dari tangan Klan Dewa. Seluruh klan saya sangat berterima kasih atas kebaikan Anda yang besar. Mendengar bahwa Anda terjebak dalam situasi berbahaya di Alam Ilahi, saya datang dari Alam Atas khusus untuk membantu Anda.”

Bagian:12