Perintah Kaisar Naga Bab 6725 Beku

Bab 6725 Beku

Selamat datang kembali di babak terbaru petualangan epik yang penuh intrik dan kekuatan luar biasa dalam dunia Perintah Kaisar Naga!

Poin Penting Bab Ini:

  • Artefak ilahi Jin Wuhao menunjukkan rasa takut yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kekuatan abu-abu yang kacau.
  • Tujuan utama David dalam pertarungan ini terungkap: menghancurkan artefak, bukan melenyapkan tubuh fisik lawan.
  • Rune ilahi pada pedang Jin Wuhao mulai terkikis dan melemah drastis akibat serangan kekuatan kekacauan.

Berdengung

Suara jeritan pedang yang sangat samar dan menyayat hati merambat di sepanjang gagang pedang hingga ke jiwa Jinwuhao. Itu bukanlah resonansi artefak magis, melainkan ratapan dari esensi artefak ilahi yang terkekang.

Rune-rune ilahi kuno yang terukir jauh di dalam inti pedang secara naluriah membangkitkan rasa takut, menyebabkan pedang itu meronta-ronta dan menghindar dengan panik.

Gumpalan kekuatan abu-abu yang kacau itu tampaknya merupakan musuh alami dari semua keilahian dan semua hukum.

“Apa?!”

Pupil mata Jin Wuhao yang berwarna emas gelap tiba-tiba menyempit, dan badai berkecamuk di hatinya.

Dia memegang kekuatan Kaisar Dewa selama sepuluh ribu tahun, menaklukkan alam rahasia yang tak terhitung jumlahnya di alam bawah, dan bertarung melawan iblis luar angkasa. Tidak ada kekuatan yang pernah membuat artefak tertinggi ini merasa takut.

Di saat kritis itu, dia dengan paksa menekan rasa terkejut di hatinya, membalikkan pergelangan tangannya, dan dengan cepat mengembalikan pedangnya untuk menangkis. Cahaya ilahi keemasan memenuhi badan pedang, dan lapisan penghalang ilahi seketika terbentuk.

Namun tatapan David jernih. Sejak awal, tujuannya bukanlah untuk menghabisi tubuh fisik Jin Wuhao, melainkan untuk menghancurkan artefak ini dan memutuskan medium yang menghubungkan lawan dengan alam ilahi!

dentang !!

Deru dentingan logam yang memekakkan telinga memecah lembah, terdengar jelas dan menggema, menyebabkan gendang telinga semua orang terasa sakit dan jiwa mereka tewas rasa.

Dua kekuatan purba bertabrakan dengan dahsyat, dan gelombang kejut melingkar menyapu ke segala arah, mengirimkan debu beterbangan ke langit dan menutupi separuh langit.

Kekuatan abu-abu yang kacau mengalir di sepanjang permukaan kontak pedang, seperti ular hitam kecil yang tak terhitung jumlahnya dan menggeliat, mengabaikan penghalang ilahi, dan dengan paksa menembus ke dalam otoritas kaisar ilahi, dengan panik menggerogoti pola ilahi berlapis emas di permukaannya.

Rune-rune ilahi berwarna emas, yang awalnya bersinar terang dan memancarkan cahaya suci, tiba-tiba meredup saat bersentuhan dengan kekuatan kekacauan. Rune-rune itu terpelintir dan berubah bentuk, berkelap-kelip seperti cahaya bintang, seperti lilin yang bergoyang diterpa badai, siap padam kapan saja.

Serangkaian suara retakan terdengar dari dalam artefak itu, halus namun mematikan. Jin Wuhao dapat dengan jelas merasakan bahwa ikatan jiwa ilahi antara dirinya dan otoritas kaisar ilahi sedang diputus secara paksa.

Dalam sekejap mata, serangan pembeku Jiang Xuelan telah sampai kepadanya.

Duri es kristal raksasa itu menghantam dada Jin Wuhao dengan keras, memaksanya untuk membagi perhatiannya dan dengan cepat mengerahkan kekuatan ilahi di dadanya untuk memadatkan perisai cahaya ilahi emas yang bulat dan tebal.

Kerucut es itu meledak dengan raungan yang memekakkan telinga, menyebarkan kristal es biru yang tak terhitung jumlahnya yang langsung membekukan tanah saat mendarat. Namun, esensi dingin ekstrem yang terkandung jauh di dalam lapisan es menyebar ke belakang sepanjang celah di perisai cahaya ilahi, dengan cepat naik ke meridian lengan kanannya tempat dia memegang pedang.

Dalam sekejap mata, lapisan tipis embun beku menyelimuti tangan kanan Jin Wuhao yang kuat dan perkasa, yang dipenuhi dengan kekuatan ilahi. Udara dingin membekukan aliran darah dan menghambat sirkulasi kekuatan ilahi. Ujung jari yang memegang pedang tiba-tiba kaku, dan kekuatannya berkurang tiga persepuluh.

Bagian:12