Bab 6596 Makam Batu Sejati
Selamat datang kembali di babak terbaru petualangan epik Perintah Kaisar Naga yang penuh misteri!
- Ledakan Makam Batu: Makam yang baru saja dimasuki David dan rombongan meledak secara misterius setelah mereka keluar.
- Kemunculan Pemilik Makam: Seorang sosok berjubah putih dengan aura menakutkan muncul dari reruntuhan, membangkitkan rasa takut di hati semua orang.
- Koneksi Kitab Emas Luo Agung: Sosok berjubah putih tersebut mengenali David sebagai pewaris Kitab Emas Luo Agung, mengisyaratkan sebuah hubungan tak terduga.
Bersiaplah untuk kejutan besar di babak ini!
“Ayo pergi.” David berbalik dan berjalan menuju bagian luar makam batu itu. “Ayo pergi sekarang.”
Wu Yuan ragu sejenak, melirik cincin penyimpanan, lalu ke punggung David, menggertakkan giginya, dan mengikuti.
Sekitar selusin kultivator dari Persekutuan Pedagang Void mengikuti dari dekat.
Begitu kelompok itu melangkah keluar dari makam batu, raungan yang memekakkan telinga terdengar dari belakang mereka.
“Ledakan!”
Seluruh makam batu itu meledak dari dalam, menyebabkan puing-puing beterbangan ke mana-mana dan debu mengepul ke langit.
Sesosok putih perlahan muncul dari kepulan asap dan debu.
Dia adalah seorang pria paruh baya, mengenakan jubah Taois putih, dengan wajah kurus, rambut panjang terurai di bahunya, dan memancarkan aura yang menakutkan.
Matanya terpejam, seolah-olah dia sedang tidur.
Namun, kehadirannya telah memikat semua orang yang hadir.
Wajah Wu Yuan pucat pasi, dan tangannya yang memegang pedang gemetar.
“Ini pemilik makam? Apakah dia masih hidup?”
David tetap diam.
Dia menatap pria berbaju putih itu, mata ungu pria itu tidak menunjukkan rasa takut.
Dia merasakan aura yang familiar terpancar dari pria berbaju putih itu.
Itulah aura dari Kitab Emas Luo Agung.
Pria ini telah menguasai Kitab Suci Emas Luo Agung.
Pria berbaju putih itu perlahan membuka matanya.
Matanya berwarna keemasan, tanpa emosi apa pun, hanya menampilkan keagungan yang sangat dingin.
Tatapannya menyapu semua orang, akhirnya tertuju pada David dan berhenti di situ.
Dia menatap mata David, secercah emosi terlintas di pupil matanya yang keemasan.
“Pewaris Kitab Emas Luo Agung?”
Suaranya lembut dan jauh, seolah-olah berasal dari waktu dan ruang yang berbeda.
Suara pria berpakaian putih itu bergema di langit kelabu, seolah-olah datang dari ujung waktu yang terjauh, membawa perasaan perubahan dan kelelahan yang terakumulasi selama ribuan milenium.
Tubuhnya melayang di udara, jubah Taois putihnya berkibar tertiup angin, rambut panjangnya hitam pekat seperti tinta, wajahnya kurus, dan mata emasnya memantulkan langit kelabu dan bumi yang hancur.
Tubuhnya tembus pandang, seperti gumpalan asap yang bisa menghilang kapan saja, tetapi aura yang terpancar dari tubuhnya begitu kuat sehingga membuat semua orang yang hadir merasa sesak napas.
David mendongak menatapnya, mata ungunya tidak menunjukkan rasa takut, hanya perasaan akrab yang tak dapat dijelaskan.
Itu adalah resonansi dari kedalaman garis keturunan seseorang, resonansi antara Kitab Suci Emas Luo Agung dan kultivator tersebut.