Perintah Kaisar Naga Bab 6541

Perintah Kaisar Naga Bab 6541

Selamat datang, para pembaca setia Perintah Kaisar Naga, bersiaplah untuk menyelami babak baru yang penuh ketegangan dan kejutan!

Poin Penting Bab Ini:

  • Kekuatan David yang tak terduga dalam mengalahkan Immortal Emas dengan satu tebasan pedang.
  • Keampuhan Pedang Pembunuh Naga dan Api Kekacauan dalam menembus pertahanan musuh yang tangguh.
  • Terjadinya peristiwa yang mengguncang hierarki kekuatan di dunia kultivasi.

Perintah Kaisar Naga Bab 6541 Bagaimana mungkin itu terjadi? Satu Pedang.

Sebuah tebasan pedang yang mematikan mengubah jalannya pertempuran secara drastis.Kekuatan tak terduga terungkap, menantang pemahaman tentang hierarki kekuatan.Ketakutan melanda, memicu reaksi yang menentukan nasib para utusan.

Bab 6541 Bagaimana mungkin itu terjadi? Satu Pedang.

David tidak memberinya waktu untuk bereaksi.

Serangan pedang kedua telah tiba.

Serangan pedang ini tidak memiliki daya pengisian, tidak memiliki posisi awal, dan bahkan tidak ada tanda-tanda peringatan.

Pedang Pembunuh Naga menebas langsung dari posisi menangkis serangan sebelumnya, bilahnya membentuk lintasan lurus berwarna ungu di udara.

Utusan di sebelah kiri menangkis dengan kapaknya, semua rune cahaya suci pada kapak tersebut diaktifkan, membentuk perisai cahaya suci berbentuk heksagonal.

Namun Api Kekacauan langsung melahap rune-rune tersebut, dan energi pedang menembus perlindungan cahaya suci, menghantam gagang kapak perang.

Gagang kapak, yang ditempa dari emas meteorit, seperti kayu busuk di hadapan energi pedang ungu, dan terbelah menjadi dua dengan satu tebasan.

Bukan hanya gagang kapaknya saja. Kekuatan pedang yang tersisa menembus baju zirah sang utusan, menembus perisai cahaya suci, dan menembus kekuatan cahaya suci yang bersirkulasi hingga batasnya di dalam meridiannya.

Tubuh utusan di sebelah kiri teriris secara diagonal dari bahu kanan ke perut kiri, dan darah keemasan menyembur ke udara, berubah menjadi langit yang dipenuhi kabut darah keemasan.

Saat mendarat, tubuhnya terbelah menjadi dua, bagian atas tubuhnya tergeletak miring di atas lempengan batu yang pecah, dan tatapan tak percaya masih terpancar di matanya.

Satu pedang.

Dia berada di puncak peringkat ketiga Alam Abadi Emas dan tewas hanya dengan satu tebasan pedang.

Dia bukanlah manusia; itulah satu-satunya pikiran di sisi kiri benak sang utusan pada saat-saat terakhir hidupnya.

Bagaimana mungkin seorang kultivator tingkat delapan Alam Abadi Sejati dapat menghabisi seorang kultivator tingkat tiga Alam Abadi Emas hanya dengan satu pukulan?

Ini melanggar hukum langit dan bumi, dan bertentangan dengan pemahaman paling mendasar tentang dunia kultivasi yang telah ada selama ribuan tahun.

Namun kesadarannya telah memudar, dan dia tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah itu lagi.

Ekspresi utusan di sebelah kanan berubah drastis.

Rekannya, seorang Immortal Emas tingkat tiga puncak yang setara dengannya, terbelah menjadi dua bahkan sebelum dia sempat menangkis satu serangan pedang pun.

Ini bukan manusia, ini adalah monster, reinkarnasi dari binatang buas purba, dewa pembantaian yang lahir dari kekacauan!

Dia berbalik dan berlari tanpa ragu-ragu. Cahaya suci di dalam tubuhnya seketika menyala maksimal, dan dia berubah menjadi meteor emas, melesat ke arah timur.

Kecepatan itu sangat cepat, beberapa kali lebih cepat daripada saat dia datang. Itu adalah kecepatan melarikan diri yang diperoleh dengan membakar esensi hidupnya, membakar ratusan tahun kultivasinya dengan setiap tarikan napas.

« Bab 6540DAFTAR ISI