Perintah Kaisar Naga Bab 6431 Restorasi

Bab 6431 Restorasi

Mari kita selami kembali atmosfer mencekam yang menyelimuti Freedom Valley di Bab 6431, ‘Restorasi’, dari Kaisar Naga.

Poin Penting Bab Ini:

  • Ketangguhan David dalam menghadapi rasa sakit dan cedera parah demi memperjuangkan Freedom Valley.
  • Peran krusial David sebagai tulang punggung dan sumber harapan bagi seluruh penghuni lembah.
  • Pengorbanan dan kondisi fisik Jiang Xuelan yang memburuk akibat penggunaan kekuatan ekstrem.

Mari selami kembali atmosfer mencekam di Freedom Valley saat kegelapan malam menyelimuti.

Pada saat yang bersamaan, di dalam Freedom Valley, malam pun tiba sepenuhnya.

Dunia tampak gelap dan suram, dan angin malam terasa dingin dan menusuk.

Membawa aroma berdarah dari hutan belantara, asap itu menyapu setiap sudut lembah.

Suasananya mencekam dan suram.

Dengan dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya, David dengan susah payah melangkah memasuki lembah, selangkah demi selangkah.

Dia merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya, dan setiap langkah yang diambilnya memperparah lukanya.

Rasa sakit itu membuat alisnya berkerut, dan keringat dingin mengalir deras dari dahinya.

Cedera yang dialami sangat parah, dengan area penumpukan darah yang luas di rongga dada, yang menghalangi meridian.

Napasnya pendek dan tersengal-sengal; setiap tarikan napas terasa seperti jarum es yang tak terhitung jumlahnya menusuk paru-parunya.

Rasa sakitnya sangat menyiksa.

Tulang di lengan kirinya patah dan terkilir, menyebabkan lengan itu terkulai lemas di samping tubuhnya, dan dia sama sekali tidak mampu mengerahkan tenaga.

Gerakan sekecil apa pun dapat menyebabkan nyeri tulang yang luar biasa.

Sudut-sudut mulutnya kering dan noda darah telah membeku; wajahnya sepucat kertas, dan bibirnya sama sekali tidak berdarah.

Tubuhnya berlumuran darah dan kotoran, pakaiannya compang-camping dan robek, dan dia dalam kondisi yang mengerikan.

Meskipun ia merasakan sakit yang luar biasa dan benar-benar kelelahan, ia tetap menguatkan tekadnya dan terus berjuang.

Mereka menolak membiarkan siapa pun menggendong atau membantu mereka berjalan.

Dia berkemauan keras; dia adalah tulang punggung Freedom Valley dan harapan semua orang.

Sekalipun tubuhmu terluka, kamu tidak boleh jatuh, dan kamu tidak boleh menunjukkan kelemahan sedikit pun.

Dia bergerak maju perlahan dan mantap, selangkah demi selangkah.

Jejak kaki berat, setiap langkahnya berlumuran darah, menapaki jalan setapak batu biru di Freedom Valley.

Setiap langkah terasa berat karena kelelahan yang tak berujung dan kekhawatiran yang terpendam.

Jiang Xuelan diam-diam mengikuti di sampingnya.

Gaun putih itu sebagian besar berlumuran darah, dan bagian bawahnya robek.

Rambutnya acak-acakan dan menempel di pipinya yang pucat, dan dia tampak lesu dan lemah.

Energi vital dan darah dalam tubuh telah memburuk hingga tingkat yang ekstrem.

Mengaktifkan secara paksa kekuatan serangan balik dari teknik pedang pamungkas Dewa Es.

Hal itu terus-menerus mengikis jiwa dan menguras esensi.

Meridian di seluruh tubuh terasa kesemutan dan tewas rasa, dan energi spiritual terkuras serta sulit dikumpulkan.

Namun matanya tetap jernih dan tegas, tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan atau kemunduran.

Dia menyandarkan Pedang Dewa Es secara diagonal di tanah, menggunakannya sebagai penopang untuk menyangga tubuhnya yang lemah.

Ujung pedang itu menebas tanah, meninggalkan bekas yang tipis, panjang, dan dangkal secara terus menerus.

Secara diam-diam, kisah ini menceritakan tentang keganasan dan kesulitan pertempuran tersebut.

Di tempat semula di pintu masuk lembah, Zhao Tieshan masih berdiri dengan tenang menunggu, tanpa bergerak sedikit pun.

Dari siang hingga malam, dari fajar hingga cahaya bulan.

Kakiku sudah lama tewas rasa, kaku, dan sakit karena berdiri terus-menerus.

Tebu itu ditancapkan jauh ke dalam tanah, menciptakan kawah yang dalam.

Ini menunjukkan betapa lamanya mereka menunggu dan betapa besar kekhawatiran mereka.

Tatapannya tertuju pada arah perjalanan pulang di luar lembah, matanya dipenuhi kecemasan dan kegelisahan.

« Bab 6430DAFTAR ISIBab 6432 »