Perintah Kaisar Naga Bab 6267 Ulurkan Tanganmu

Bab 6267 Ulurkan Tanganmu.

Anda sedang membaca Bab 6267 Ulurkan Tanganmu.. Jika terdapat kesalahan penulisan, harap maklum. Selamat menikmati kelanjutan ceritanya!

“Lalu?” tanya David.

“Nanti……”

Jiang Xuelan terdiam sejenak, “lantas, terlalu banyak hal terjadi. sebab kesombongan bawaan para dewa, mereka tidak dapat berkultivasi dengan kultivator garis keturunan lain, yang membuat garis keturunan mereka menjadi semakin rapuh setelah ratusan ribu tahun diwariskan.”

Setelah mendengar kata-kata Jiang Xuelan, David langsung teringat pada keluarga kerajaan di dunia sekuler. Justru sebab mereka tidak bisa menikahi orang luar, peluang terjadinya perkawinan sedarah meningkat, dan seiring waktu, hal ini menyebabkan mutasi genetik.

Tampaknya para dewa pun kini menghadapi situasi ini. Tak heran jika kuil dan tempat suci diam-diam melakukan penggabungan garis keturunan.

Dia berbalik dan menatap David.

Untuk pertama kalinya, ekspresi kerentanan muncul di mata yang dalam itu. Meskipun hanya sesaat, David melihatnya dengan jelas.

“Garis keturunan Dewa Es kita, yang dulunya merupakan salah satu garis keturunan paling mulia, perlahan-lahan mengalami kemunduran. lantas, sebab seorang kultivator wanita dari garis keturunan kita terpilih menjadi santa tetapi kawin lari dengan seseorang, hal itu akhirnya melibatkan seluruh garis keturunan Dewa Es.” Saat Jiang Xuelan mengatakan ini, secercah kebencian terlintas di matanya, tetapi dengan gesit menghilang.

“Jadi, ini adalah Kepala Istana dari Istana Dunia Bawah Utara?” David terperanjat.

“Kau benar. Pemimpin Istana Dunia Bawah Utara ini seharusnya adalah kultivator wanita yang kawin lari saat itu. sebab dia, garis keturunan Dewa Es kita hancur total, dan sekarang hanya aku, penerusnya, yang tersisa.” Jiang Xuelan mengangguk.

“Apakah kau membencinya?” tanya David.

“Aku membencinya, tapi aku juga tidak membencinya. Dulu aku membencinya, tapi sekarang dia hanya mengejar cintanya sendiri, jadi apa salahnya?”

“Semua ini terjadi sebab sistem yang korup dan kelas dewa yang menindas.”

Mata Jiang Xuelan dipenuhi rasa lega; sepertinya dia tidak lagi membencinya.

“Apakah kau sudah puas sekarang?” Jiang Xuelan menatap David dan tersenyum tipis getir.

David terdiam.

Dia tidak pernah menyangka bahwa wanita perkasa ini, yang bisa menembus kehampaan hanya dengan jentikan pergelangan tangannya, penguasa istana yang telah hidup selama ribuan tahun, sebenarnya adalah keturunan dari suatu ras.

Sendirian, dia menjaga pohon kuno ini, danau yang dingin ini, dan kejayaan terakhir dari ras yang telah lama punah.

“Maafkan aku,” kata David pelan, “Seharusnya aku tidak bertanya.”

Jiang Xuelan menggelengkan kepalanya, senyum pahit itu perlahan menghilang, digantikan oleh rasa lega.

“Tidak ada hal yang tidak boleh kamu tanyakan.”

Dia berujar dengan tenang, “Hal-hal ini akan diketahui gesit atau lambat. Daripada membiarkan orang lain mengetahuinya melalui saluran lain, saya lebih suka Anda bertanya langsung kepada saya.”

Dia berhenti sejenak, pandangannya tertuju pada wajah David.

“Kau memiliki garis keturunan Keluarga Kerajaan Naga Emas, kau dapat menghasilkan Token Kegelapan Utara, dan kau mengetahui tentang garis keturunan Dewa Es. Yang terpenting, kau adalah kultivator Alam Surgawi… David, kau adalah pribadi yang jauh lebih kompleks daripada yang kau bayangkan.”

David tersenyum tipis kecut: “Aku hanya beruntung.”

“keberuntungan?”

Jiang Xuelan terkekeh pelan, tawa yang mengandung sedikit rasa geli. “Kau melakukan perjalanan jauh ke surga keempat belas, melintasi angin kencang Kekosongan untuk menemukan tempat terpencil ini, dan memiliki darah keluarga kerajaan Naga Emas serta darah umat manusia yang mengalir di pembuluh darahmu. Kau menyebut itu keberuntungan?”

David membuka mulutnya, ingin menjelaskan sesuatu, tetapi mendapati dirinya kehilangan kata-kata.

Jiang Xuelan tidak mendesak masalah itu lebih lanjut.

Dia berbalik dan melangkah menuju Pohon Kehidupan.

“Ayo pergi.” Suaranya kembali tenang. “Temanmu sudah pergi dengan selamat, dan sekarang saatnya kau menepati janjimu.”

David terperanjat: “Janji apa?”

Jiang Xuelan berhenti dan menoleh ke belakang.

Tatapan itu mengandung sedikit kelicikan, sentuhan ejekan, dan senyum yang bahkan tidak ia sadari sendiri.

“Kau berjanji akan tinggal di kuil dan melakukan tiga hal untukku. Apa, kau lupa?”

David: “…”

Dia sungguh lupa.

Atau lebih tepatnya, dia mengira Jiang Xuelan hanya mengatakannya begitu saja dan tidak akan menganggapnya serius.

“Kau tidak bercanda?” tanya David ragu-ragu.

Ekspresi Jiang Xuelan seketika berubah dingin, seperti permukaan danau yang tertutup lapisan es tipis setelah diterpa angin dingin.

“Aku tidak pernah bercanda.”

Nada suaranya dingin dan serius, membuat David langsung menyadari bahwa wanita ini serius.

amat serius.

“Apa tiga hal itu?” David pasrah menerima nasibnya.

Jiang Xuelan berpikir sejenak dan mengangkat tiga jari.

“Hal pertama.”

Dia menarik satu jarinya dan melirik David.

“Garis keturunan naga emas di tubuhmu amat istimewa. Ini bukan sekadar garis keturunan kerajaan biasa… Aku merasakan ada sesuatu yang lain dalam garis keturunanmu yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku perlu mempelajarinya.”

David menatapnya dengan waspada: “Bagaimana rencanamu untuk melakukan penelitian ini?”

Jiang Xuelan berujar dengan tenang, “Ini hanya akan mengeluarkan sedikit darah, tidak akan sakit.”

David: “…Apakah Anda yakin ini hanya pengambilan sampel darah?”

Jiang Xuelan tidak menjawab, tetapi memberinya tatapan penuh arti.

David seketika merasa tidak enak, seolah-olah dia telah menjual dirinya kepada orang yang amat berbahaya.

Tidak, bukan hanya “tampaknya”.

Itu benar.

Jiang Xuelan memimpin David melewati akar-akar yang kusut di Pohon Kehidupan menuju sisi lain batang pohon tersebut.

Di sini terdapat sebuah ruangan batu kecil, jauh lebih kecil daripada lubang pohon sebelumnya, tetapi didekorasi dengan amat elegan.

Beberapa mutiara bercahaya disematkan di dinding ruangan batu itu, memancarkan cahaya biru pucat yang lembut.

Sebuah meja batu diletakkan di tengah, di atasnya tersusun rapi berbagai peralatan yang tidak dapat disebutkan namanya oleh David: botol kaca transparan, jarum perak setipis rambut, beberapa keping giok berukir rune, dan sebuah buku kuno yang menguning.

“Silakan duduk.” Jiang Xuelan menunjuk ke bangku batu di depan meja batu.

David duduk sesuai instruksi, memandang peralatan di atas meja, dan entah kenapa merasa seolah-olah sedang berbaring di atas talenan.

Jiang Xuelan mengeluarkan jarum perak dari lengan bajunya. Jarum itu setipis bulu sapi, dan cahaya keemasan samar mengalir di sekitar ujungnya.

Dia duduk di depan David, mengangkat jarum perak ke matanya, dan berujar dengan tenang, “Ulurkan tanganmu.”


Bagaimana keseruan Bab 6267 Ulurkan Tanganmu. di atas? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi bersama pembaca lainnya, dan nantikan kelanjutan kisahnya!

« Bab 6266DAFTAR ISIBab 6268 »