Bab 6248 Bertemu Dengannya.
Anda sedang membaca Bab 6248 Bertemu Dengannya.. Jika terdapat kesalahan penulisan, harap maklum. Selamat menikmati kelanjutan ceritanya!
Di bawah Puncak Cahaya Suci, angin dan awan berubah secara dratewass.
Susunan pelindung emas sepenuhnya menyelimuti seluruh puncak gunung. Perisai cahaya, yang telah diberkati oleh leluhur tak terhitung jumlahnya dari kuil-kuil suci selama puluhan ribu tahun, kini beroperasi dengan liar. Rune emas mengalir di permukaan perisai cahaya seperti makhluk hidup, memancarkan suara dengung rendah.
akan tetapi di hadapan sosok hitam itu, perisai cahaya yang tampaknya tak terkalahkan ini menjadi rapuh seperti kertas, membuat bulu kuduk merinding.
Ning Zhi berdiri dengan tangan di belakang punggung, kakinya menapak di kehampaan, pakaian hitamnya berkibar tertiup angin.
Dia tidak sengaja melepaskan tekanan apa pun, tetapi rasa penindasan yang tak terlihat itu membuat udara dalam radius seratus mil membeku.
Tanah di bawah kakinya retak tanpa suara, retakan halus menyebar dari dirinya. Kekuatan tak terlihat mengangkat puing-puing, menahannya di udara sebelum mengubahnya menjadi debu dalam sekejap.
Di Puncak Cahaya Suci, lonceng peringatan berbunyi terus-menerus.
Lonceng kuno itu, yang telah diwariskan selama puluhan ribu tahun, tidak dipukul oleh siapa pun, tetapi berbunyi sendiri begitu formasi besar itu diredam. Lonceng itu berdentang dengan mendesak dan melengking, satu nada demi satu, seperti lonceng ketewasan.
Para murid Aula Ilahi tampak pucat dan gemetar. Beberapa jatuh ke tanah dengan kaki lemas, beberapa berbalik untuk lari tetapi ditahan oleh teman-teman mereka, dan beberapa gemetar luar biasa sehingga mereka bahkan tidak dapat memegang pedang mereka dengan stabil.
“Siapa…siapa itu?”
“Energi iblis… energi iblis yang begitu menakutkan! Ini bukanlah aura yang bisa dimiliki oleh kultivator iblis biasa!”
“gesit! Pergi dan lapor ke kepala asrama! Aktifkan semua pembatasan lekas!”
Ning Zhi, yang berdiri di kaki gunung, tampak tidak menyadari semua ini.
Dia mengangkat kepalanya, pandangannya dengan tenang menyapu Puncak Cahaya Suci yang megah, seolah sedang memeriksa mainan yang tidak berarti.
Istana di puncak gunung itu tampak samar-samar di bawah cahaya keemasan. Atap-atap yang menjuntai, penyangga, balok-balok berukir, dan kasau-kasau yang dicat, yang dulunya merupakan tempat suci di hati banyak kultivator, kini tak lebih dari reruntuhan yang hampir runtuh di matanya.
Yao Chen sedang bermeditasi di aula belakang ketika dia menerima kabar tersebut.
Dia seketika membuka matanya, ekspresinya berubah drastis, dan dia menghilang dari tempat itu dalam sekejap.
Sesaat lantas, dia sudah berada di anjungan pengamatan bintang di titik tertinggi puncak gunung itu.
Ketika dia menatap sosok berbaju hitam di bawah gunung, pupil matanya seketika menyempit hingga ukuran maksimal.
Terlalu muda.
Wajah itu tampak tidak lebih dari dua puluh tahun, dengan kulit cerah dan fitur wajah yang tampan. Jika bukan sebab energi iblis yang hampir nyata yang mengelilinginya, orang-orang akan percaya bahwa dia adalah murid langsung dari sekte terkenal.
akan tetapi mata itu… mata yang dalam, kuno, dan sedingin es itu tidak menyimpan gairah atau impulsifitas masa muda, hanya ketidakpedulian yang dingin dan sedikit rasa lelah, seolah-olah tidak ada satu pun di dunia ini yang layak untuk dilirik kedua kalinya.
“Ini… Ning Zhi?”
Yao Chen bergumam sendiri, suaranya sedikit bergetar, getaran yang bahkan ia sendiri tidak sadari.
Ia mengepalkan tinjunya secara naluriah, kukunya menancap ke telapak tangannya, menggunakan rasa sakit itu untuk menekan rasa takut di hatinya.
Dia telah mendengar tentang teror yang dilakukan Ning Zhi.
Dari pertempuran di Kota Yunxian hingga terbakarnya Shentong menjadi abu, semuanya menunjukkan kepadanya bahwa pemuda ini bukanlah seseorang yang bisa ia sakiti.
Mendengarnya adalah satu hal, tetapi melihatnya dengan mata kepala sendiri adalah hal lain.
Aura itu, perasaan mencekam yang bahkan formasi pelindung gunung pun tak mampu menghalangnya, mengingatkannya pada makhluk-makhluk perkasa legendaris dari zaman kuno.
Itu adalah kekuatan yang melampaui segalanya, keputusasaan yang tidak memberi ruang bahkan untuk memikirkan perlawanan.
Dia telah hidup selama puluhan ribu tahun dan mengira telah menatap semua orang kuat di dunia, tetapi sekarang dia menyadari bahwa di hadapan kekuatan sejati, semua yang dia banggakan hanyalah kesombongan seekor katak di dalam sumur.
“Guru, apa yang harus kita lakukan?”
Seorang penjaga yang lebih tua mendekat, suaranya bergetar, keringat dingin mengalir di dahinya.
Yao Chen menarik napas dalam-dalam, dengan paksa menekan rasa takut di hatinya, dan berujar dengan suara berat, “Tetap tenang dan jangan bertindak gegabah. Aktifkan formasi perlindungan gunung dengan kekuatan penuh. Semua tetua, ambil posisi masing-masing dan suntikkan kekuatan spiritual ke inti formasi. Tidak seorang pun diizinkan meninggalkan gerbang gunung bahkan setengah langkah pun.”
“Tapi…tapi bagaimana jika dia menyerang…” Suara tetua itu bergetar.
“Tidak akan.”
Yao Chen menatap sosok di bawah gunung itu, nada suaranya hampir tak terkendali, “Jika dia ingin menyerang, dia pasti sudah melakukannya. Apa yang dia tunggu?”
Apa yang sedang dia tunggu?
Yao Chen tidak tahu, dan tidak berani menebak.
akan tetapi ia tahu bahwa pemuda yang berdiri di sana bagaikan pedang yang tergantung di atas kepalanya, siap jatuh kapan saja.
Yang bisa dia lakukan hanyalah berdoa agar pedang itu tidak menimpanya.
Di kaki gunung, Ning Zhi berdiri dengan tenang, pandangannya menyapu Puncak Cahaya Suci tanpa berlama-lama.
Para murid yang gemetar di Aula Ilahi, para tetua dan pelindung yang selalu siaga tinggi, bagaikan semut di matanya, tak layak untuk dilirik kedua kalinya.
Pandangannya melintasi Puncak Cahaya Suci, melewati lapisan-lapisan pegunungan, dan tertuju pada sebuah kota kecil yang berjarak seratus mil jauhnya.
Di sana, ia merasakan kehadiran yang familiar.
“David…”
Bibir Ning Zhi sedikit melengkung ke atas, memperlihatkan senyum tipis.
Senyum itu samar, hampir tak terlihat, tetapi sesuatu berkedip samar-samar di kedalaman mata itu.
Ada antisipasi, semangat juang, dan perasaan kompleks yang bahkan dia sendiri tidak sadari.
Di kota kecil itu, David berdiri di dekat jendela, pandangannya juga tertuju ke arah Puncak Cahaya Suci.
Dia merasakan aura itu, energi iblis yang familiar dan amat dia benci.
Aura itu bagaikan nyala api di kegelapan, terlihat jelas tak peduli seberapa jauh jarak kalian.
Ning Zhi.
Dia berbicara dengan lembut, nadanya tenang, tetapi kepalan tangannya yang terkepal menunjukkan gejolak di dalam dirinya.
Buku-buku jarinya memutih, urat-uratnya menonjol, dan bahkan napasnya pun menjadi lebih berat.
Yunxi berdiri di belakangnya, ekspresinya serius: “Apakah itu Ning Zhi?”
David mengangguk, melonggarkan kepalan tangannya, menarik napas dalam-dalam, dan menekan emosi yang bergejolak dalam dirinya.
“Dia datang tepat pada waktunya.”
Dia berbalik, menatap kerumunan, dengan kilatan dingin di matanya. “Ayo, ayo temui dia.”
Yun Yao sedikit takut dan secara naluriah bersembunyi di belakang Liu Qianqian, hanya memperlihatkan separuh wajahnya, menatap David dengan malu-malu.
Ming Li menggenggam pedang hantu itu erat-erat, secercah semangat bertarung terpancar di matanya, dan bahkan sudut-sudut bibirnya sedikit terangkat.
Liu Qianqian tidak berbicara, tetapi dengan lembut menggenggam tangan Ming Li. Keduanya saling memandang, dan semuanya dipahami tanpa kata-kata.
Kelompok itu meninggalkan kota, berubah menjadi garis-garis cahaya dan melaju menuju Puncak Cahaya Suci.
Di kaki Puncak Cahaya Suci, Ning Zhi masih berdiri dengan tangan di belakang punggungnya, seolah menunggu sesuatu.
Dia tidak perlu menunggu lama.
Sesaat lantas, beberapa garis cahaya melesat dari cakrawala, menembus langit, dan mendarat di kaki gunung di sisi lain Puncak Cahaya Suci.
Saat cahaya keemasan memudar, sosok David pun terlihat.
Keduanya berjarak ratusan kaki, saling berhadapan dari kejauhan.
Sesosok hantu, dikelilingi cahaya keemasan dan memancarkan aura naga yang agung, dengan seekor naga emas bercakar lima samar-samar terlihat di belakangnya, melingkar. Raungan naga itu dalam dan berat, menyebabkan udara bergetar.
Gelombang energi iblis meletus, aura jahatnya mencapai langit. Tanah di bawah kaki mereka terkikis oleh energi iblis, retak sedikit demi sedikit, dengan retakan merah gelap menyebar ke luar seperti jaring laba-laba.
Dua aura yang amat berbeda bertabrakan di udara, memicu kobaran api yang tak terlihat.
Tidak ada suara, tidak ada cahaya, akan tetapi guncangan susulan dari tabrakan tersebut sedikit mendistorsi ruang dalam radius beberapa mil, menciptakan lipatan yang terlihat di udara, seperti sutra yang kusut.
Bagaimana keseruan Bab 6248 Bertemu Dengannya. di atas? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi bersama pembaca lainnya, dan nantikan kelanjutan kisahnya!