Dia berdiri, berbalik, lalu pergi.
David duduk di ruangan rahasia, mengawasi punggungnya, tatapan penuh pertimbangan terpancar di matanya.
Ketika Qingxuzi mendengar “semangkuk darah” barusan, kegembiraan di matanya amat terlihat.
Ekspresi itu tidak tampak seperti ekspresi seseorang yang telah mendapatkan sekutu; lebih seperti seorang pemburu yang menatap mangsa yang telah jatuh ke dalam perangkap, matanya dipenuhi keserakahan dan antisipasi.
“Apakah ini sungguh hanya semangkuk darah?”
David merenung dalam hati, “Aula Ilahi dikenal sebagai tempat suci jalan kebenaran, jadi mengapa tempat ini begitu terobsesi dengan garis keturunanku? Pasti ada sesuatu yang lebih dari sekadar yang terlihat.”
akan tetapi, saat itu dia tidak punya pilihan lain.
Dengan nyawa Musa dan istrinya yang berada di ujung tanduk, dia tidak punya pilihan selain mengambil risiko.
Jika jiwa Musa dan istrinya sungguh telah lenyap, tidak ada cara untuk mengembalikannya, metode apa pun yang digunakan.
Dewa Balai Perjudian sungguh akan menepati janjinya, dan Du Qingxuzi memang seorang senior yang amat dihortewas dan berintegritas.
Meskipun tahu itu adalah lubang api, dia harus melompat masuk demi saudara-saudaranya.
Sesaat lantas, pintu ruangan rahasia itu kembali didorong hingga terbuka.
Tetua Qingxuan masuk, diikuti oleh dua murid dari Aula Ilahi, masing-masing membawa berbagai artefak magis.
Terdapat lonceng perunggu yang berkilauan, piring giok yang memancarkan aura dingin, dan gulungan kulit domba kuno yang dipenuhi simbol-simbol yang tak dapat dipahami.
Tetua Qingxuan tersenyum tipis dan berujar, “Saudara Taois Chen, upacaranya sudah siap. Silakan ikuti saya.”
David berdiri dan mengikutinya keluar dari ruangan rahasia itu.
Setelah melewati beberapa istana, ketiganya tiba di sebuah aula samping.
Aula samping ini terletak di sisi barat kuil. Lokasinya relatif terpencil, dan lingkungannya sunyi. Anda bahkan tidak bisa mendengar kicauan burung, yang memberikan kesan sepi.
Pintu-pintu aula samping tertutup rapat, ditutupi dengan rune-rune menyeramkan yang samar-samar berpendar merah, memberikan perasaan yang menakutkan, seolah-olah ada sesuatu yang jahat terkurung di dalamnya.
Tetua Qingxuan mendorong pintu hingga terbuka, dan bau apak tercium keluar, bercampur dengan bau samar darah.
Di dalam aula samping, sebuah susunan sihir besar telah dipasang. Susunan itu menutupi seluruh lantai aula, pola-polanya terjalin rapat seperti jaring laba-laba.
Pola susunan tersebut memancarkan cahaya keemasan yang samar, tetapi jauh di dalam cahaya itu, tampak ada gumpalan kabut hitam yang membuat bulu kuduk merinding.
Di tengah lingkaran sihir itu, terdapat sebuah mangkuk giok. Mangkuk itu sebesar baskom cuci, berwarna putih bersih, dan diukir dengan pola naga yang rumit, seolah menunggu untuk dibanjiri darah.
“Saudara Taois Chen, silakan masuk ke dalam formasi.”
Tetua Qingxuan menunjuk ke tengah susunan sihir dan berujar, nadanya mengandung aura otoritas yang tak terbantahkan.
David melangkah masuk ke dalam formasi. Langkahnya mantap dan tanpa sedikit pun keraguan, seolah-olah dia telah lama siap untuk tewas.
Tetua Qingxuan dan kedua muridnya meninggalkan aula samping dan menutup pintu aula.
Bunyi gembok yang menutup terdengar amat mengganggu di aula yang sunyi, seperti hitungan mundur menuju ketewasan.
Alarm berbunyi di benak David. Tepat saat itu, susunan sihir perlahan aktif.
Cahaya keemasan itu semakin kuat dan semakin pekat, menyelimuti David sepenuhnya.
Suatu kekuatan aneh mulai menyedot kekuatan garis keturunan dari tubuhnya.
Pada awalnya, kekuatan itu lembut, seolah-olah sedang membimbing.
akan tetapi tak lama lantas, hal itu menjadi mendominasi, seperti tangan-tangan rakus yang tak terhitung jumlahnya, dengan panik merobek pembuluh darahnya dan menghisap darahnya.
David sedikit mengerutkan kening. Dia merasakan bahwa kekuatan itu jauh lebih mendominasi daripada yang dia bayangkan.
Kecepatan ekstraksinya juga jauh lebih gesit daripada “mangkuk”.
Dengan kecepatan ini, darahnya akan habis dalam waktu kurang dari setengah durasi batang dupa!
Dia mencoba melawan, tetapi menyadari bahwa dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya!
Tanpa disadarinya, sebuah kekuatan pengikat tak terlihat muncul di dalam susunan sihir tersebut, mengikat anggota tubuhnya dengan kuat di tempatnya.
Seberapa keras pun dia berusaha, dia tidak bisa membebaskan diri sedikit pun.
Bagaimana keseruan Bab 6183 Harga. di atas? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi bersama pembaca lainnya, dan nantikan kelanjutan kisahnya!