Di Aula Hukuman Ilahi yang tegang, Yang Mulia Agung dan para pejabat tinggi dengan khidmat menanti aktivasi susunan teleportasi kuno, sebuah gerbang menuju surga keempat belas yang lebih tinggi. Saat array itu menyala terang, dua sosok, seorang pria dan seorang wanita, secara bertahap muncul dari cahaya yang menyilaukan. Dari antara mereka, seorang pria muda yang sangat tampan dengan jubah putih keperakan berhias awan emas menonjol, menandai kedatangan misteriusnya.
A Man Like None Other novel free english
Bab 6063 Utusan Khusus
Sementara itu, jauh di dalam Aula Hukuman Ilahi, di aula utama yang megah, Yang Mulia Agung dan sekelompok pejabat tinggi berdiri dengan khidmat, udara dipenuhi dengan kesungguhan dan ketegangan yang tak terlukiskan.
Semua mata tertuju pada susunan teleportasi yang bersinar dengan cahaya perak di tengah aula utama.
Pola susunan tersebut rumit dan mendalam, memancarkan aura yang bukan milik surga ketiga belas; itu adalah jalan menuju dunia yang lebih tinggi, surga keempat belas.
Hari ini, Yang Mulia Agung melepaskan baju zirah megahnya yang biasa dan mengenakan jubah emas gelap, ekspresinya penuh hormat, hampir rendah hati.
Di belakangnya, delapan anggota inti berpangkat tinggi dari Aula Hukuman Ilahi juga menundukkan kepala, bahkan napas mereka pun teratur.
“Berdengung…”
Susunan teleportasi itu bersinar terang, dan riak menyebar di angkasa seperti air.
Dua berkas cahaya dan bayangan itu secara bertahap mengeras menjadi sosok manusia yang jelas.
Saat cahaya memudar, dua sosok, seorang pria dan seorang wanita, muncul dalam formasi tersebut.
Pria itu tampak berusia sekitar dua puluh tujuh atau dua puluh delapan tahun, dengan alis seperti pedang dan mata yang cerah, wajah tampannya tampak seperti berasal dari dunia lain.
Ia mengenakan jubah putih keperakan dengan pola awan keemasan samar yang disulam pada manset dan kerah, dan sebuah pedang panjang kuno tergantung di pinggangnya.
Meskipun tidak dihunus, pedang itu sudah memancarkan aura niat menyerang yang mengerikan.
Yang paling mencolok adalah garis vertikal berwarna emas pucat di antara alisnya, sebuah simbol dari garis keturunan kerajaan yang ilahi!
Wanita itu tampak jauh lebih muda, tidak lebih dari dua puluh tahun, dengan kecantikan yang memukau dan kulit seputih salju.
Dia mengenakan gaun tulle berwarna ungu muda, yang bagian bawahnya dihiasi dengan permata kecil berkilauan, memantulkan cahaya saat dia bergerak.
Rambut peraknya terurai hingga pinggang, dihiasi dengan jepit rambut giok berbentuk bulan sabit.
Temperamennya dingin dan seperti dari dunia lain, seperti bulan terang di langit, tak terjangkau.