BAB 5164
Anda sedang membaca BAB 5164. Jika terdapat kesalahan penulisan, harap maklum. Selamat menikmati kelanjutan ceritanya!
Dia berdiri di sana, merasakan kekuatan yang melonjak di tubuhnya, hatinya dipenuhi dengan kegembiraan.
Dia tahu bahwa dia telah membuat terobosan besar dalam pertarungan dengan manusia batu.
Niat pedangnya telah mencapai ketinggian baru.
Saat pertempuran berlanjut, pemahaman David tentang maksud pedang menjadi semakin mendalam.
Dia menemukan bahwa niat pedang bukan hanya sejenis kekuatan, tetapi juga semacam persepsi tentang dunia, alam, dan kehidupan.
Ilmu pedang manusia batu menunjukkan persepsi ini melalui gerakan pedang yang berbeda.
Dalam konfrontasi yang sengit, Pedang Pemotong Naga David seketika mengeluarkan suara yang jelas, dan badan pedang itu bersinar terang.
Ini adalah pertama kalinya fenomena aneh terjadi sejak Pedang Pemotong Naga mengenali tuannya.
David tahu bahwa ini sebab niat pedangnya telah meningkat, dan kekuatan Pedang Penebas Naga juga meningkat.
Saat ini, David tidak lagi menganggap pertarungan dengan manusia batu sebagai pertarungan hidup dan mati, melainkan sebagai kesempatan langka untuk berlatih.
Dia terus-menerus menerobos batas kemampuannya sendiri dalam pertempuran, dan memahami niat pedang tingkat yang lebih tinggi.
Ilmu pedangnya juga mengalami perubahan yang mengejutkan dalam persepsi konstan ini.
Yun Wuya berdiri di samping, menyaksikan pertarungan sengit antara David dan manusia batu, hatinya dipenuhi dengan keterkejutan.
Dia belum pernah menatap orang yang bisa terus-menerus menerobos dirinya sendiri dan memahami maksud pedang dalam pertempuran berbahaya seperti itu.
Ia tahu bahwa David di hadapannya akan menjadi sosok yang luar biasa di masa depan.
Seiring berjalannya waktu, niat pedang David telah mencapai tingkat yang menakutkan.
Pedangnya seakan menyatu dengan langit dan bumi, dan setiap ayunannya bisa menimbulkan getaran ruang.
Meskipun ilmu pedang manusia batu itu masih kuat, tidak lagi sulit untuk dilawan di depan David seperti sebelumnya.
Dalam sebuah pertarungan, David menampilkan ilmu pedang yang mengintegrasikan seluruh persepsinya.
Gerakan ini, seperti galaksi cemerlang, menyapu manusia batu itu. Manusia batu itu mengayunkan pedang di tangannya dan melawan dengan sekuat tenaga, akan tetapi akhirnya terkena ilmu pedang David.
Di bawah pukulan ini, retakan muncul di raga manusia batu itu.
akan tetapi, saat David mengira manusia batu itu akan dihancurkan, cahaya menyilaukan seketika terpancar dari manusia batu itu.
Setelah cahayanya menghilang, pedang di tangan manusia batu itu terbang ke arah David dan ditancapkan di depannya.
David memandang pedang di depannya, hatinya penuh keraguan.
Dia mengulurkan tangannya untuk memegang pedang, dan seketika sebuah niat pedang besar muncul di benaknya.
Dia mengerti bahwa manusia batu ini sebenarnya adalah roh pedang yang menjaga tempat ini. Keberadaannya adalah untuk menguji mereka yang memasuki tempat ini dan membimbing mereka untuk memahami maksud pedang tingkat yang lebih tinggi.
Saat ini, hati David dipenuhi rasa syukur.
Dia membungkuk dalam-dalam kepada manusia batu itu: “Terima kasih atas bimbingan Anda, David telah mendapat banyak manfaat.”
Setelah itu, dia mengambil pedang manusia batu itu dan memantulkan pedang pembunuh naga miliknya.
Cahaya batu di aula berangsur-angsur memudar, dan manusia batu itu berubah menjadi kunang-kunang kecil, menyatu menjadi pedang kuno di depan David.
Pedang Pembunuh Naga bergetar sedikit, dan pola pedang sederhana muncul samar-samar di raga pedang, dan itu seperti makhluk hidup dengan cahaya redup.
David memegang kedua pedang itu, dan merasakan pedang agung menembus anggota raga dan tulangnya. Kelelahan dari pertarungan sebelumnya dengan manusia batu tersapu oleh kekuatan baru ini.
“Tuan Chen, niat pedangmu…”
Yun Wuya berdiri di samping, matanya penuh kengerian.
Dia dapat dengan jelas merasakan bahwa David di depannya sepertinya menyatu dengan hukum pedang antara langit dan bumi, dan setiap gerakannya disertai dengan ritme yang misterius.
“Manusia batu ini sebenarnya adalah roh pedang yang menjaga niat pedang, dan saya secara tidak sengaja mendapat banyak uang.”
David dengan lembut mengelus Pedang Pembunuh Naga, dan pedang itu terdengar jelas dan panjang, “Ayo pergi. Kita telah tertunda begitu lama, dan aku tidak tahu bagaimana keadaan Hu Mazi dan yang lainnya.”
Saat David dan anak buahnya hendak pergi, mereka seketika menemukan bahwa dinding batu itu diukir dengan jurus pedang kuno.
Bagaimana keseruan BAB 5164 di atas? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi bersama pembaca lainnya, dan nantikan kelanjutan kisahnya!