Pesona Pujaan Hati Bab 3514

Pesona Pujaan Hati Bab 3514

Selamat datang kembali, para pembaca setia novel web Indonesia, untuk kelanjutan kisah yang penuh intrik dan aksi dalam petualangan tak terduga!

Poin Penting Bab Ini:

  • Pertarungan sengit antara energi spiritual Charlie dan kekuatan internal para pendekar.
  • Kemarahan Harmen yang memuncak saat menghadapi sikap santai Charlie yang meremehkan.
  • Serangan dahsyat dari pendekar bintang enam yang mengejutkan semua yang menyaksikan.

Selamat datang kembali, para pembaca setia novel web Indonesia! Bersiaplah untuk kisah yang semakin menegangkan.

Perbedaan kekuatan tak terduga antara energi spiritual Charlie dan ‘internal force’ para pendekar.Reaksi Harmen yang geram melihat Charlie tampak meremehkan.Serangan dahsyat Harmen yang membuat semua orang terpaku takjub.

Pada saat yang sama.

Harmen, yang sudah bersiap dan berniat melawan Charlie dengan sekuat tenaga, melihat bahwa Charlie tidak siap dan berkata sambil tersenyum dingin, “Nak, kenapa kamu tidak mengerahkan kekuatan internalmu? Apakah kamu tidak akan melawan?”

Hal yang paling kuat dari seorang seniman bela diri adalah memiliki kekuatan internal, dan dengan peningkatan kekuatan internal, kekuatan tubuh, ketangkasan, dan kekuatan menyerang mereka semuanya akan meningkat secara geometris.

Itu karena kekuatan internal adalah kekuatan asal seniman bela diri, sehingga setiap seniman bela diri harus memindahkan kekuatan internal ke tangan dan kaki mereka sebelum menyerang untuk mengerahkan kekuatan tempur terkuat.

Namun, Harmen tidak tahu bahwa Charlie sama sekali tidak membutuhkan apa yang disebut kekuatan internal.

Pada saat ini, tubuhnya dipenuhi dengan energi spiritual, dan energi semacam ini adalah eksistensi yang bahkan tidak dapat disentuh oleh seniman bela diri.

Jadi, dia menguap dan berkata kepada Harmen, “Kamu benar-benar terlalu ingin tahu, jika kamu ingin bertarung, bertarung saja, apa yang kamu bicarakan dalam satu kalimat?”

“Rumput!” Harmen dipermalukan oleh Charlie di depan umum, dia sudah sangat marah dan berkata dengan gigi terkatup,

“Aku berbaik hati membiarkanmu mengambil langkah pertama, tapi kamu tetap tidak menghargainya, karena memang begitu, jangan salahkan aku karena tidak berbelas kasihan!”

« Bab 3513DAFTAR ISIBab 3515 »