Pesona Pujaan Hati Bab 3295
Halo para pembaca setia, mari selami lembaran kisah terbaru yang penuh intrik dan emosi.
- Strategi penyerbuan berulang kali menghadapi pertahanan Hamid yang kokoh dan tak tergoyahkan.
- Keterbatasan taktik serangan RPG dalam menembus benteng gunung Hamid yang berlapis dan tersembunyi.
- Ketegangan ekstrem yang dirasakan para prajurit di medan perang saat dipaksa maju di tengah risiko tinggi.
Siapakah pahlawan yang akan memenangkan pertempuran sengit ini?
Strategi penyerbuan berulang kali menghadapi pertahanan Hamid yang kokoh.Keterbatasan taktik RPG dalam menghadapi benteng gunung yang berlapis.Ketegangan para prajurit di medan perang yang penuh risiko.
BacaBab 3295 – 3296 dari novel Pahlawan Hati online gratis.
Daftar
Sepuluh menit kemudian, penembakan terhadap posisi Hamid berhenti tepat waktu.
Di medan perang depan, tiga ribu tentara yang membawa ratusan roket RPG kembali menyerang posisi Hamid.
Kelompok tersebut telah dipukul mundur satu kali dan mengetahui bahwa daya tembak musuh sangat kuat, sehingga pada kali kedua mereka melancarkan serangan, masing-masing dari mereka merasa gugup karena takut terbunuh secara tidak sengaja.
Tetapi perintah militer ada di depan mereka, dan meskipun mereka takut, mereka hanya bisa maju dengan kepala tegak.
Segera, mereka kembali memasuki jangkauan tembakan benteng Hamid.
Hamid tentu saja tidak menunjukkan belas kasihan kepada jenis daun bawang yang datang ke pintunya dan segera memerintahkan untuk menembak dan membunuh musuh sebanyak-banyaknya.
Tembakan putaran kedua terjadi antara kedua belah pihak, dan itu terjadi seketika!
Para prajurit yang menyerang terdiri dari lima kelompok, salah satunya menggunakan RPG yang diluncurkan dari bahu untuk membombardir benteng.
Sementara empat sisanya menggunakan senapan mesin serta senapan serbu untuk memberinya perlindungan api guna memastikan bahwa RPG akan mengenai benteng lawan.
Ini adalah satu-satunya taktik yang diajarkan kepada mereka oleh tentara yang dapat memainkan peran kecil dalam pertempuran ofensif.