Yang lebih mengejutkannya adalah kedua boneka itu adalah seorang anak laki-laki dan seorang perempuan kecil.
Anak laki-laki itu sedikit lebih tua, sekitar lima atau enam tahun, dan anak perempuan itu sedikit lebih muda, sekitar tiga atau empat tahun.
Pakaian keduanya sangat kronologis, setidaknya 20 tahun dari sekarang.
Namun meski berpenampilan 20 tahun lalu, namun tetap terlihat pakaian keduanya sangat anggun dan teliti.
Pose kedua orang ini juga sangat menarik. Anak laki-laki itu berdiri di tempatnya, dan anak perempuan yang jelas lebih pendek di bagian samping memegang lengan anak laki-laki itu dengan malu-malu.
Melihat dari dekat ekspresi kedua orang itu, mereka juga sangat jelas.
Ekspresi anak laki-laki itu saat ini agak membosankan.
Meski sedikit bingung, namun gadis itu terlihat sangat bahagia sambil tertawa seperti sekuntum bunga.
Ketika Charlie melihat kedua boneka cantik ini, dia merasakan deja vu, tapi dia tidak dapat mengingat dengan tepat di mana dia melihatnya.
Saat ini, Sara di sampingnya memandang Charlie sambil tersenyum, dan bertanya, “Charlie, apakah kamu melihat kedua anak ini familiar?
Charlie mengangguk berulang kali dan berkata, “Saya familier, dan sangat familier, tetapi saya tidak dapat mengingat di mana saya pernah melihatnya sekaligus.”
Lenan di samping tersenyum dan berkata, “Bocah bodoh, bukankah ini hanya kamu dan gadis itu? Ini adalah saat kalian berdua masih muda, dan ini adalah ulang tahun kalian yang ke-6!”
Alternatif Novel Charlie Wade yang Karismatik…
Daftar
FAQ Novel
Q: Berapa jumlah lilin pada kue ulang tahun di bab ini?
A: Kue ulang tahun memiliki total 27 lilin, dengan masing-masing 6 lilin pada empat lapisan pertama dan 3 lilin pada lapisan teratas.
Q: Apa yang membuat boneka fondant di kue tersebut begitu istimewa?
A: Boneka fondant tersebut sangat realistis, menggambarkan seorang anak laki-laki dan perempuan dengan pakaian era 20 tahun lalu, yang kemudian terungkap sebagai representasi Charlie dan seorang gadis kecil pada ulang tahun ke-6 mereka.
Bagaimana menurut Anda tentang bab ini, dan momen tak terlupakan apa yang paling menyentuh hati Anda?