Grandmaster of Demonic Cultivation Bab 68
Bab 68 Kelembutan—Bagian Enam Wei WuXian meninggalkan keledai itu di kaki gunung. Ia melangkahi sisa-sisa tembok dan berjalan menyusuri jalan setapak gunung. Tak lama kemudian, ia …
Bab 68 Kelembutan—Bagian Enam Wei WuXian meninggalkan keledai itu di kaki gunung. Ia melangkahi sisa-sisa tembok dan berjalan menyusuri jalan setapak gunung. Tak lama kemudian, ia …
Bab 67 Kelembutan—Bagian Lima Sang istri kembali berbicara, “Semoga saja dia tahu siapa yang berbuat salah padanya. Kalau dia mau balas dendam, balas saja pada para …
Bab 66 Kelembutan—Bagian Empat Menuruni jalan setapak pegunungan, mereka meninggalkan Relung Awan melalui jalan pintas yang tersembunyi. Mereka berjalan semakin jauh, hingga akhirnya meninggalkan area aktivitas …
Bab 65 Kelembutan—Bagian Tiga Lan WangJi berjalan mendekat dan memberinya stoples Senyum Kaisar. Wei WuXian berjalan masuk sambil memegang stoples di tangannya. Di belakangnya, Lan WangJi …
Bab 64 Kelembutan—Bagian Kedua Wei WuXian mengambil serulingnya dan memainkan bagian sesuai partitur. Seperti yang diduga, kedua bagian melodi itu tidak terhubung. Separuh partitur di halaman …
Bab 63 Kelembutan—Bagian Satu Wei WuXian tiba-tiba bergumam, “… Lan Zhan.” Ia mengulurkan tangan dan meraih salah satu lengan baju Lan WangJi. Lan WangJi selalu berada …
Bab 62 Kejahatan—Bagian Kedua Bibirnya bergetar, mengatakan sesuatu dalam diam. Jiang Cheng segera berdiri. Itu Wei WuXian! Akan tetapi, selain dari wajahnya, dari atas sampai bawah, …
Bab 61 Kejahatan—Bagian Satu “Ahhhhhhhh…!!!” Wang LingJiao bangkit dari tempat tidurnya sambil berteriak. Wen Chao, yang sedang membaca surat di dekat meja, membanting permukaannya dengan marah, …
Bab 58 Racun—Bagian Tiga Nyonya Yu menoleh ke belakang. JinZhu dan YinZhu mengerti. Keduanya menghunus pedang panjang dan mengitari aula. Dengan gerakan cepat dan tanpa ampun, …
Bab 57 Racun—Bagian Kedua Wei WuXian berhenti sejenak, “Dia meninggal.” Tiba-tiba, wajah Lan WangJi yang berlinang air mata, memantulkan cahaya api, terlintas di benaknya. Ia berseru, …