Perintah Kaisar Naga Bab 6488

Perintah Kaisar Naga Bab 6488

Selamat datang kembali, para pembaca setia! Bersiaplah untuk petualangan yang mendebarkan di bab terbaru dari Perintah Kaisar Naga.

Poin Penting Bab Ini:

  • Menguak detail gerbang batu kuno yang megah dengan ukiran rune misterius dan pancaran cahaya biru dingin.
  • Mengenali keberadaan dua patung penjaga raksasa yang memancarkan aura kuno dan mengawasi dengan tatapan kosong.
  • Menyaksikan langkah pertama An Dao saat ia memulai interaksi penting dengan gerbang bersejarah tersebut.

Bersiaplah untuk mengungkap rahasia di balik gerbang kuno yang misterius!

Gerbang batu megah dengan ukiran rune kuno yang menyimpan kekuatan tersembunyi.Keberadaan dua patung penjaga raksasa yang memancarkan aura pengawas.Karakter An Dao mulai berinteraksi dengan gerbang, menandakan awal dari sebuah petualangan baru.

Bab 6488 Membuka Gerbang.

Gerbang batu itu tingginya sekitar sepuluh zhang dan lebarnya lima zhang. Seluruhnya diukir dari batu suci besi hitam, berat dan tebal. Tidak ada hiasan tambahan di permukaannya, hanya rune kuno yang padat dengan kedalaman yang bervariasi yang menutupi panel pintu.

Rune-rune itu berbelit-belit dan tidak jelas, dengan bentuk-bentuk kuno dan aneh, dan tidak termasuk dalam aksara umum pada masa itu, sehingga memberikan kesan era barbar dan kuno.

Cahaya pagi menyinari gerbang batu, dan rune-rune yang samar itu perlahan mengalir, berkilauan dengan cahaya biru yang dingin dan menyeramkan.

Cahaya biru itu berkedip-kedip, dan aura misterius yang kuno dan megah terpancar dari gerbang batu itu. Aura itu berat, luas, dan dahsyat, seolah berasal dari era purba ketika kekacauan pertama kali muncul, menanamkan rasa kagum pada orang-orang dan membuat mereka tidak berani mendekat dengan mudah.

Di kedua sisi gerbang batu berdiri dua patung batu raksasa berbentuk manusia yang simetris.

Patung itu seluruhnya dipahat dari batu berwarna biru kehijauan gelap, mengenakan baju zirah kuno yang berat dengan pola yang jelas pada lempengan zirahnya. Patung itu memegang tombak panjang dan tajam di tangannya, ujungnya mengarah diagonal ke tanah, posturnya mengesankan dan mengancam.

Wajah patung batu itu diukir dengan sangat indah, dengan alis yang tegas dan fitur yang jelas. Hanya matanya yang kosong dan hitam, tanpa pupil, namun memancarkan aura acuh tak acuh dan agung yang memandang rendah semua makhluk hidup.

Layaknya dewa penjaga kuno, ia diam-diam menjaga pintu masuk ke alam rahasia, dengan acuh tak acuh mengamati setiap makhluk yang berani memasukinya.

Angin sepoi-sepoi bertiup melalui pegunungan, menyebabkan kabut di sekitarnya melayang perlahan. Cahaya biru berayun di gerbang batu, dan bayangan patung-patung batu berputar dan membentang di tanah, menciptakan suasana suram dan khidmat.

An Dao melangkah maju lebih dulu, langkah kakinya yang mantap mendarat di tanah berbatu yang keras dengan suara yang renyah.

Dia berjalan ke depan pintu batu gelap itu, mengangkat tangan kanannya dengan buku-buku jarinya yang khas, dan dengan lembut mengusap rune kuno yang tidak rata di panel pintu dengan ujung jarinya.

Pintu batu besi hitam yang dingin dan keras itu terasa sedikit sejuk saat disentuh, dan kekuatan pembatas kuno tersembunyi jauh di dalam rune-rune tersebut.

Setelah pemeriksaan singkat, dia menarik tangan kanannya, menoleh ke arah Guiyuanzi di belakangnya, dan berbicara dengan nada dingin dan lugas, tanpa basa-basi.

“Kekuatan penyegelan gerbang ini sangat kuat, dan tidak dapat dipatahkan oleh kekuatan spiritual satu orang. Pembatasan masuk membutuhkan tiga kultivator Dewa Emas untuk secara bersamaan menyuntikkan kekuatan spiritual mereka. Hanya ketika kekuatan spiritual ketiga pihak bergabung, segel dapat dibuka dan gerbang menuju alam rahasia dapat dibuka.”

Gui Yuanzi mengangkat matanya dan menatap gerbang batu kuno yang megah di hadapannya. Botol giok di hatinya sedikit bergetar, dan jiwa David seolah merasakan aura kuno yang kacau di luar gerbang.

« Bab 6487DAFTAR ISIBab 6489 »