Perintah Kaisar Naga Bab 6929 Kekosongan Ekstraterestrial

Bab 6929 Kekosongan Ekstraterestrial

Sedang mencari kelanjutan Perintah Kaisar Naga Bab 6929 Kekosongan Ekstraterestrial? Anda berada di tempat yang tepat. Baca bab selengkapnya di bawah ini.

Poin Penting Bab Ini:

  • Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
  • Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
  • Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.

Ia selalu mengira bahwa para Pengatur adalah perwujudan dari kehendak tertinggi, makhluk yang menegakkan keadilan di dunia. Baru sekarang ia menyadari bahwa sistem ini jauh lebih dingin, lebih mekanis, dan lebih absolut daripada “keadilan.”

Mereka tidak melindungi makhluk hidup, ketertiban, atau kebaikan dan kejahatan, melainkan tembok tak terlihat antara tingkatan yang berbeda.

Setelah mendengar kata-kata “pusaran hitam,” aura hantu abu-abu itu sedikit goyah, seolah-olah mesin berkecepatan tinggi telah berhenti sejenak.

Meskipun hanya sekilas, David berhasil menangkap detail yang tidak biasa itu.

Ketika suara itu terdengar lagi, nadanya masih dingin, tetapi membawa nuansa “berat” yang halus dibandingkan sebelumnya: “Vorteks hitam itu adalah retakan dalam rantai tingkatan surgawi.”

Ini bukan bagian dari aliran hukum Dao Surgawi yang normal, melainkan jejak infiltrasi dari ‘kekosongan ekstraterestrial’ yang lebih kuno dan berbahaya.

“Ruang hampa terluar?”

“Area di luar hierarki langit. Di luar tiga puluh enam langit, di luar batas semua hukum yang dikenal, di luar kemampuan persepsi dan intervensi Ordo.”

Itu adalah ranah yang benar-benar tak terduga; begitu makhluk hidup terseret ke dalamnya, nasibnya tak dapat diprediksi.

Sosok hantu abu-abu itu sedikit berbalik, tatapannya seolah menembus kabut abu-putih di belakang David, mengarah ke arah fluktuasi samar di dalam penjara: “Ketika kau memasuki Surga Kedua Puluh Dua melalui Mata Kekosongan, ketidakstabilan lorong kekosongan menyebabkan turbulensi spasial.”

Pusaran hitam yang muncul dalam aliran turbulen itu bukanlah suatu kebetulan; itu adalah retakan yang sesaat bocor akibat tekanan dari celah kuno yang belum sepenuhnya tertutup.

Bagian:12