Bab 6806 Seperti Akhir Dunia
Penantian berakhir! Inilah terjemahan terbaru untuk Perintah Kaisar Naga Bab 6806 Seperti Akhir Dunia. Cari tahu apa yang terjadi selanjutnya di bawah ini.
- Plot semakin memanas saat karakter tak terduga mulai bergerak.
- Rahasia terungkap yang akan mengubah jalannya cerita.
- Baca di bawah untuk mengetahui bagaimana protagonis menghadapi tantangan baru ini.
Mari kita selami kelanjutan kisah epik ini!
David mengertakkan giginya, menegangkan pikirannya, dan mendorong kecepatannya hingga batas maksimal. Dia mencurahkan seluruh kekuatan kekacauan ke kakinya, dan kekuatannya untuk menembus udara melonjak hingga batas maksimum. Matanya dipenuhi rasa takut dan urgensi.
Lebih dekat! Bahkan lebih dekat!
Tiga ratus zhang, dua ratus zhang, seratus zhang, lima puluh zhang, sepuluh zhang!
Dia mengulurkan tangan kanannya dengan sekuat tenaga, ujung-ujung jarinya terentang, energi spiritual terkumpul, dan dia mengulurkan tangannya ke depan dengan sekuat tenaga, hanya sehelai rambut saja dari ujung jubah ungu itu.
Seandainya dia sedikit lebih cepat, sedikit lebih dekat, dia bisa menangkapnya dengan kuat, melindunginya, dan menyelamatkannya dari ambang kematian!
Namun pada momen krusial itu!
Suara mendesing!
Sosok ungu kurus dan tak berdaya itu telah jatuh lebih dulu, terjun dengan keras ke lautan hampa puluhan ribu kaki di bawah.
Suara gemuruh yang memekakkan telinga meletus, seketika menyemburkan semburan air putih besar melintasi permukaan laut. Gelombang raksasa menerjang ke udara, air laut bergejolak, dan pusaran air terbentuk.
Dalam sekejap, gelombang yang mengamuk itu dengan cepat mereda dan tertutup kembali.
Sosok ungu yang mencolok itu, seperti bintang atau kelopak bunga yang jatuh ke laut dalam, seketika ditelan oleh perairan dingin yang luas, menghilang tanpa jejak.
Laut kembali tenang, ombak mereda, dan tidak ada jejak warna ungu yang terlihat lagi, maupun jejak keberadaannya yang dapat dideteksi.
“Tidak bagus!”
David terkejut dan wajahnya memerah. Tanpa ragu sedikit pun, dia mengikuti dari belakang dan terjun ke laut dalam yang tak berujung.
Air laut yang sangat dingin dan menusuk tulang seketika menyelimuti seluruh tubuhnya, menyerang anggota badan dan tulangnya. Tekanan air yang tak terbatas menerjang dari segala arah, berat dan dahsyat, cukup untuk menghancurkan daging dan tulang seorang kultivator biasa.
Energi abu-abu yang kacau di sekitar David seketika mengalir dan menyebar, berubah menjadi perisai cahaya pelindung yang stabil dan hangat.
Ia secara tegas mengisolasi dirinya dari semua air laut dingin dan menahan tekanan luar biasa dari laut dalam yang tak terbatas, melindungi meridian tubuh dan daging dari invasi atau kerusakan apa pun.
Dia tenggelam ke dasar laut dan turun dengan cepat, indra-indranya yang sangat tajam langsung menyebar ke segala arah.
Seperti jaring yang halus dan rapat, ia memindai area laut sekitarnya lapis demi lapis, menjelajahi setiap inci air laut, dan mencari setiap hembusan napas.
Namun pada akhirnya, tidak ada yang diperoleh.
Laut di sekitarnya jernih dan bergelombang, dengan arus yang saling berpotongan dan energi spiritual yang bercampur, tetapi tidak ada jejak aura A Zi yang biasa terlihat, tidak ada sisa kekuatan spiritual, dan tidak ada fluktuasi jiwanya.