Perintah Kaisar Naga Bab 6726 Kepunahan Semua Hukum

Bab 6726 Kepunahan Semua Hukum

Selamat datang kembali, para pembaca setia! Bersiaplah untuk kembali terhanyut dalam alur cerita yang semakin menegangkan di bab terbaru ini.

Poin Penting Bab Ini:

  • Penyelidikan David terhadap peti es kristal mengungkap adanya fluktuasi kehidupan tersembunyi yang mengejutkan.
  • Kekuatan hidup mayat dalam peti es ternyata hanya ditidurkan, bukan lenyap, menantang pemahaman tentang kematian.
  • Bahkan segel es terkuat dan rune isolasi abadi tidak mampu menahan kekuatan transenden dari alam atas.

David tidak menjawab, tetapi menatap tajam peti tewas es kristal itu. Jauh di dalam mata ungunya, indra ilahinya yang kacau menyebar dengan sekuat tenaga, dan gumpalan kesadaran ilahi abu-abu menembus lapisan es untuk menyelidiki asal muasal mayat tersebut.

Detik berikutnya, pupil matanya tiba-tiba menyempit, dahinya berdenyut hebat, dan rasa dingin yang menusuk tulang menjalar dari tulang punggungnya hingga ke puncak kepalanya.

Kekuatan kekacauan sangat terasa, dan dia dengan jelas mendeteksi bahwa jauh di dalam mayat yang tampak tak bernyawa di dalam peti tewas es itu, terdapat fluktuasi kehidupan yang sangat samar namun terus menerus.

Fluktuasi itu halus dan gaib, tersembunyi jauh di dalam asal usul ilahi, menipu indra ilahi biasa, namun tidak mampu lepas dari persepsi kacau tentang asal usul semua hukum.

Ketika seorang Dewa Emas Luo Agung gugur, jiwanya lenyap dan kekuatan hidupnya terputus. Ia seharusnya kembali menjadi ketiadaan dalam sekejap. Namun, kekuatan hidup mayat ini tidak pernah terputus; ia hanya sengaja dibiarkan tertidur!

Ada yang tidak beres

David merendahkan suaranya, nadanya berat dan khidmat, penuh kewaspadaan, “Aura aslinya masih ada, tidak ada jejaknya yang hilang, bersembunyi jauh di dalam tulangnya. Segel es tidak dapat menghentikan bimbingan alam ilahi.”

Cahaya surgawi Zi’er tiba-tiba lenyap, dan hatinya merasa sedih. Dia menggunakan indra ilahi surgawi yang tersisa untuk menyelidiki, dan setelah beberapa saat, matanya dipenuhi dengan kelelahan yang mendalam.

Untuk pertama kalinya, mata Zi’er yang biasanya dingin menunjukkan ketidakberdayaan: “Otoritas kebangkitan para dewa ortodoks di alam atas berakar pada dimensi ranah ilahi dan melampaui hukum dunia ini. Pembekuan, pemotongan, dan penyegelan biasa semuanya dapat menembusnya Bahkan rune isolasi abadi saya pun tidak dapat menghentikannya.”

Begitu dia selesai berbicara, ruang hampa di puncak langit tiba-tiba meledak!

Cahaya keemasan yang menyilaukan, membentang ribuan mil, turun dari langit atas, tajam seperti pedang ilahi tertinggi, merobek lapisan penghalang ruang dan menembus langsung peti tewas es kuno setebal tiga kaki.

Klik-!

Suara retakan yang tajam dan memekakkan telinga menggema di lembah. Sebuah retakan tipis muncul tepat di tengah peti tewas es, dan cahaya keemasan merembes masuk melalui retakan tersebut, seketika menciptakan jaringan retakan seperti jaring laba-laba yang menutupi seluruh peti tewas es.

Kristal-kristal es hancur berkeping-keping dan embun beku pun menghilang. Peti tewas es yang berat dan padat itu menjadi rapuh seperti es tipis di hadapan cahaya keemasan alam ilahi tertinggi. Peti tewas itu hancur berkeping-keping dengan suara keras, berubah menjadi serpihan es putih yang tak terhitung jumlahnya yang terbawa angin.

Cahaya suci keemasan perlahan menyelimuti tubuh Jin Wuhao, seketika memulihkan tulang-tulangnya yang hancur, pembuluh darah yang tersumbat, dan organ dalam yang rusak.

Tubuhnya yang sebelumnya kaku dan dingin melayang di udara, kelopak matanya yang tertutup sedikit bergetar. Detik berikutnya, mata emas gelapnya tiba-tiba terbuka, cahaya ilahinya menyilaukan dan bahkan lebih intens dan mengamuk dari sebelumnya, tekanan ilahinya melonjak sebesar 30%.

Bagian:12