Perintah Kaisar Naga Bab 6609 Sudahkah kau memikirkannya matang-matang

Bab 6609 Sudahkah kau memikirkannya matang-matang

Selamat datang kembali di petualangan epik David, para pembaca setia yang haus akan kelanjutan kisah tak tertandingi!

Poin Penting Bab Ini:

  • Ketegangan memuncak saat David tiba di Istana Dewa Api yang diselimuti misteri dan pertahanan spiritual.
  • Konfrontasi langsung dan tajam antara David dan Yan Wuji yang penuh dengan ambisi dan penghinaan.
  • Visualisasi detail gerbang Istana Dewa Api yang megah dan aura api yang membakar, menciptakan latar yang imersif.

Ranting dan daun pohon roh itu bergoyang lembut tertiup angin pagi, menghasilkan suara gemerisik, seolah membisikkan rahasia, atau seolah memainkan pendahuluan bagi pembantaian yang akan segera terjadi.

Tim tersebut tidak menemui hambatan apa pun sepanjang perjalanan.

Istana Dewa Api jelas sudah siap; semua muridnya telah mundur ke halaman istana, menunggu David berjalan tepat ke dalam perangkap mereka.

Sesaat kemudian, tim David tiba di gerbang Istana Dewa Api.

Gerbang gunung itu tingginya puluhan kaki dan seluruhnya terbuat dari kristal api berwarna merah keemasan. Tiang-tiang gerbangnya diukir dengan ukiran binatang api yang tampak hidup, dan mata setiap binatang terbuat dari kristal roh api asli kelas atas, yang berkilauan dengan cahaya yang menyengat di bawah sinar matahari.

Kata-kata itu diukir dengan kekuatan hukum api, dan setiap kata perlahan terbakar, memancarkan aura yang memb scorching.

Gerbang gunung tertutup rapat, dan penghalang energi spiritual berwarna merah keemasan sepenuhnya menyelimuti seluruh istana. Rune api yang tak terhitung jumlahnya mengalir melintasi penghalang tersebut, setiap rune berputar perlahan dan melepaskan suhu yang sangat tinggi dan menakutkan.

David berhenti di depan gerbang gunung, mata ungunya tertuju pada penghalang energi spiritual, tatapannya tanpa emosi sama sekali.

“Yan Wou-ki, keluarlah.”

Suaranya tidak keras, tetapi jelas terdengar oleh semua orang di seluruh Istana Dewa Api, seperti pedang tak terlihat yang menembus penghalang energi spiritual dari Formasi Api Dewa Api dan bergema di alun-alun di depan aula utama.

Sesaat kemudian, penghalang energi spiritual di gerbang gunung perlahan terbuka, dan sosok Yan Wuji berjalan keluar dari celah tersebut, diikuti oleh Han Qianshan dan sekelompok kultivator dari Persekutuan Pedagang Void, dan kemudian puluhan tetua dan ribuan murid dari Istana Dewa Api.

Yan Wuji berdiri di depan gerbang gunung, baju zirah merah keemasannya berkilauan menyilaukan di bawah sinar matahari. Ia memegang Pedang Kaisar Yan di tangannya, bilahnya menyala-nyala dengan api yang mendistorsi udara di sekitarnya.

Senyum puas terukir di wajahnya, matanya berbinar penuh kebanggaan saat ia menatap David dari atas ke bawah, lengkungan jijik terbentuk di sudut mulutnya.

“David, kau akhirnya datang.” Suara Yan Wuji terdengar penuh penghinaan. “Aku sudah lama menunggumu.”

David menatap Yan Wuji, mata ungunya benar-benar tanpa ekspresi, seperti kolam yang stagnant.

“Yan Wuji, aku datang untuk membunuhmu.”

Suaranya tenang, sangat tenang sehingga tidak terdengar seperti deklarasi perang, melainkan lebih seperti pernyataan fakta.

« Bab 6608DAFTAR ISIBab 6610 »