Perintah Kaisar Naga Bab 6485

Perintah Kaisar Naga Bab 6485

Selamat datang kembali para pembaca setia, mari selami lagi kisah fantastis dari ‘Perintah Kaisar Naga’!

Poin Penting Bab Ini:

  • Mengungkap kontras mencolok antara kebrutalan Dark Blade dan kelembutan Lingyue yang memesona.
  • Mengenali peran krusial Lingyue sebagai ahli formasi, penyembuhan, dan pendukung strategis dengan artefak magisnya.
  • Memahami aura mematikan Dark Blade sebagai pembunuh bayaran terpercaya dengan kemampuan tempur jarak dekat yang tak tertandingi.

Siapkah Anda menyelami ketegangan dan intrik dalam dunia novel web Indonesia?

Kontras mencolok antara kebrutalan Dark Blade dan kelembutan Lingyue siap menguji batas kewaspadaan.Peran krusial Lingyue dalam formasi dan penyembuhan akan menjadi kunci tak terduga dalam pertempuran mendatang.Tatapan dingin dan tanpa basa-basi dari kedua sosok ini mengisyaratkan misi yang penuh rahasia.

Bab 6485 Ayo Pergi.

Pria itu tidak sengaja melepaskan tekanan apa pun, tetapi niat menghabisi yang murni, tajam, dan menusuk itu tidak bisa sepenuhnya disembunyikan.

Itulah aura mematikan yang telah menetap setelah pertempuran hidup dan tewas yang tak terhitung jumlahnya dan pembantaian ribuan nyawa. Aura itu dingin, kejam, dan tanpa ampun. Siapa pun yang mendekatinya secara naluriah akan merasakan ketakutan dan tidak berani berbicara kepadanya dengan mudah.

Pria ini, bernama Dark Blade, ahli dalam pembunuhan jarak dekat. Metode serangannya tanpa ampun dan tegas, menjadikannya pembunuh bayaran tepercaya di bawah Wu Heng.

Wanita di sebelah kanan dan pisau yang tersembunyi menciptakan kontras yang ekstrem.

Ia bertubuh mungil dan langsing, tingginya tidak lebih dari lima kaki, dengan sosok yang anggun dan lembut.

Kulitnya cerah dan halus, seperti giok putih terbaik. Alis dan matanya lembut dan halus, dengan sudut mata sedikit terangkat. Mata berbentuk almondnya jernih dan cerah, selembut air, tanpa sedikit pun permusuhan.

Ia mengenakan gaun putih bersih yang mengalir dengan ujung gaun yang lebar dan anggun, bergerak selembut awan yang berarak dan hembusan angin sepoi-sepoi. Ujung gaun itu dihiasi dengan sulaman motif bunga lotus putih yang halus, jahitannya rapi dan lembut, menambahkan sentuhan keanggunan surgawi dan pesona dunia lain yang menyejukkan.

Dia memegang pengocok giok putih di tangannya. Gagangnya diukir dari giok hangat berusia ribuan tahun, yang terasa hangat dan halus saat disentuh.

Benang sutra pengocok itu berwarna putih salju, halus, lentur, dan lembut, dengan cahaya putih samar yang berkilauan di sekeliling permukaannya. Ini adalah artefak magis tambahan yang lembut dan hangat dengan kualitas yang cukup tinggi.

Wanita itu memancarkan aura yang kaya dan lembut, kekuatan spiritualnya hangat dan terkendali, tanpa sedikit pun agresi, yang membuat orang tanpa sadar menurunkan kewaspadaan mereka dan merasa dekat dengannya.

Wanita ini, bernama Lingyue, mahir dalam formasi susunan, penghalang, pertahanan, dan penyembuhan. Dia unggul dalam dukungan dan keseimbangan, dan kekuatannya tidak boleh diremehkan.

Keduanya memperhatikan pintu terbuka dan serentak mendongak ke arah Guiyuanzi.

Dua pasang mata tertuju pada Gui Yuanzi, acuh tak acuh dan tanpa reaksi, tidak menunjukkan rasa hormat maupun keramahan.

Tidak ada basa-basi, tidak ada formalitas, hanya urusan bisnis semata, dingin dan jauh.

Guiyuanzi mengerti.

Kedua orang ini tidak menemaninya secara sukarela; mereka hanya berada di bawah perintah Wu Heng dan dipaksa untuk menemaninya ke alam rahasia.

Di mata mereka, mereka hanyalah target yang perlu dikawal dan dijaga, terlepas dari status atau perasaan pribadi mereka, sehingga wajar jika mereka tidak menunjukkan perhatian ekstra.

Gui Yuanzi tidak berinisiatif untuk berbicara, melainkan mengangkat matanya dan mengamati keduanya tanpa mengeluarkan suara.

Indra ilahinya diam-diam menyebar, dengan hati-hati menyelidiki aura di sekitar pihak lain, dan mengukir karakteristik fisik, fluktuasi energi spiritual, dan atribut aura kedua orang itu ke dalam pikirannya.

« Bab 6484DAFTAR ISIBab 6486 »