Pesona Pujaan Hati Bab 3552
Selamat datang kembali para pembaca setia, mari selami lebih dalam kelanjutan kisah Pesona Pujaan Hati yang tak kalah menarik!
- Charlie mengambil alih kendali penuh atas keluarga Wade dan langsung menjalankan otoritasnya.
- Semua tamu diminta Charlie untuk beristirahat di Shangri-La, memberi ruang bagi upacara leluhur keluarga Wade yang sakral.
- Joseph dari Front Bencana dan keluarga Su terlihat berlutut penuh hormat dan ketegangan di hadapan Charlie.
Halo para pecinta web novel Indonesia! Siap menyimak kelanjutan kisah seru ini?
Keputusan besar diambil Charlie untuk mengambil alih keluarga Wade.Suasana khidmat dan penuh hormat mengiringi ritual sakral keluarga Wade.Ketegangan membayangi para anggota keluarga Wade saat Charlie mulai menjalankan kekuasaannya.
Setelah itu, Charlie melihat ke arah Warnia dan berkata, “Warnia, kamu harus mengatur bus untuk membawa semua orang ke Shangri-La untuk istirahat sejenak.”
Warnia segera setuju dan dengan lembut berkata, “Tuan Wade, jangan khawatir, saya akan mengatur semuanya dengan baik.”
“Bagus.” Charlie sekali lagi mengulurkan tangannya ke arah kerumunan dan berkata sambil mengepalkan tangan, “Hadirin sekalian, nanti, adalah Upacara Pengorbanan Leluhur Keluarga Wade,”
“Jadi aku ingin kalian semua pergi ke hotel untuk istirahat dulu, dan setelah Upacara Pengorbanan selesai, sampai jumpa di sana dulu!”
Masyarakat juga mengetahui bahwa upacara leluhur keluarga Wade hanya diadakan setiap dua belas tahun sekali, bersifat khusyuk dan tertutup, serta bukan upacara umum, sehingga tidak pantas bagi masyarakat untuk tinggal di sini dan menonton.
Jadi, semua orang mengucapkan selamat tinggal pada Charlie dan Zhongquan dan meninggalkan Waderest dengan bus yang diatur oleh Warnia dan Nanako, menuju Hotel Shangri-La di Eastcliff.
Setelah sejumlah bus berangkat, kecuali anggota Front Bencana yang berlutut di tanah dan keluarga Su, sisanya adalah anggota keluarga Wade dan kepala pelayan Leon.
Bagian Depan Bencana bagi Yusuf sebagai kepala, hampir seratus orang dalam bentuk piramida berlutut rapi dalam beribadah, orang-orang ini dalam posisi kaki menyatu, lengan ditekuk bersamaan dengan dahi terbentur tanah.