Pesona Pujaan Hati Bab 4129
Selamat datang, pembaca setia, mari kita selami alur cerita yang semakin mendebarkan di bab ini!
- Terkuaknya rahasia di balik luka palsu Claudia oleh Charlie dengan kemampuan luar biasa.
- Pengungkapan ancaman mengerikan dari sindikat kejahatan yang kini mengintai keselamatan Fanny.
- Gambaran sekilas tentang sisi gelap dunia bawah tanah Eropa dan Amerika yang jauh lebih kejam.
Ingin tahu kelanjutan kisah heroik di chapter 4129?
Charlie mengungkap rahasia di balik luka palsu Claudia dengan kekuatan luar biasa.Terungkapnya ancaman mengerikan yang mengintai Fanny dari sindikat kejahatan.Dunia bawah tanah Eropa dan Amerika ternyata menyimpan sisi gelap yang lebih kejam dari yang dibayangkan.
BacaBab 4129 dari novel Pahlawan Hati online gratis.
Daftar
Kalimat singkat Charlie ini benar-benar membuat Claudia tercengang.
Dia tanpa sadar menutupi bekas luka di wajahnya dan bertanya begitu saja,
“Bagaimana kamu… kamu melihatnya?!”
Charlie dengan lembut berkata, “Meskipun bekas lukamu dibuat sangat realistis, tapi itu hanya efek visual,”
“Jika itu benar-benar bekas luka, dengan kata lain itu masih merupakan bagian dari jaringan tubuh Anda,”
“Bekas luka asli masih hidup, bekas luka palsu dibuat lebih realistis, tapi hanya material.”
Penjelasan Charlie membuat Claudia agak tidak mengerti.
Dia bisa mengerti bahwa bekas luka itu palsu, tapi tidak mengerti bagaimana dia bisa melihatnya.
Bagi Charlie, kemampuan persepsi aura jauh melebihi kemampuan penglihatan.
Pertama kali dia melihatnya, dia menyadari bahwa bekas lukanya sama sekali tidak ada kemiripan dengan kehidupan.
Seolah-olah bunga simulasi paling realistis hanya bisa membuat penampilan serupa,
Namun tidak bisa membuat kehidupan bunga asli itu sendiri.
Dari titik ini saja, dia bisa menilai bahwa bekas luka di wajahnya pasti palsu.
Pada saat itulah dia menyimpulkan ada yang tidak beres dengan dirinya.
Hanya saja, dia masih belum tahu apa niat wanita itu ketika dia bersusah payah meneleponnya ke Kanada.
Jadi dia bertanya, “Claudia, kuharap kamu bisa memberitahuku secara terbuka dan jujur, apa bahayanya bagi Fanny?”