Bab 6219 David Dipukuli.
Anda sedang membaca Bab 6219 David Dipukuli.. Jika terdapat kesalahan terjemahan, harap maklum karena ini adalah terjemahan cepat. Selamat menikmati ceritanya!
David tetap tidak menghindar.
Ia hanya menatap Su Yuqi, matanya dipenuhi rasa sakit, kerinduan, rasa bersalah, dan cinta yang tak terbatas, tanpa sedikit pun rasa dendam atau amarah. Suaranya serak dan bergetar, setiap kata seolah keluar dari lubuk hatinya saat ia berbicara dengan lembut:
“Yuqi…”
Panggilan ini dipenuhi dengan kerinduan yang tak terhitung jumlahnya, kesedihan yang tak terhitung jumlahnya, dan obsesi yang tak terhitung jumlahnya.
Ujung pedang itu berhenti seketika hanya satu inci dari tenggorokannya.
Tangan Su Yuqi yang memegang pedang sedikit bergetar tak terkendali, menyebabkan nyala api Pedang Langit yang Membara menjadi tidak beraturan dan aura panasnya sedikit mereda.
Saat menatap pria di hadapannya, pada rasa sakit dan cinta di matanya, pada wajahnya yang pucat akan tetapi tetap lembut, pada obsesi yang terpendam di matanya, dia merasakan sakit yang tak terlukiskan di hatinya.
Rasa sakit yang menyengat itu lebih tak tertahankan daripada nyala api mana pun, sehingga hampir tidak mungkin baginya untuk memegang pedang.
Mengapa?
Mengapa dia tidak mampu melakukannya?
Mengapa hatinya terasa sakit dan ia merasa enggan untuk melepaskannya ketika menatap penampilannya yang penuh kesedihan dan keputusasaan?
Kenapa…kenapa kau tidak menghindar?
Suara Su Yuqi terdengar dingin, akan tetapi mengandung sedikit getaran yang bahkan ia sendiri tidak sadari, dan nadanya penuh kebingungan.
David menatapnya, matanya dipenuhi kelembutan dan kepedihan hati, seolah-olah orang di hadapannya bukanlah seseorang yang ingin membunuhnya, melainkan harta paling berharga yang ia sayangi dan ingin lindungi dalam hidupnya. Bahkan jika wanita itu ingin mengambil nyawanya, ia akan melakukannya dengan rela.
“sebab itu kamu.”
Suaranya serak dan lembut, dipenuhi kasih sayang yang tak berujung, “Kapan pun, apa pun yang kau lakukan padaku, aku tak akan pernah menyentuhmu, dan aku tak akan pernah lari darimu.”
Yuqi…kau sungguh tidak mengingatku sama sekali? Kau tidak ingat apa pun sama sekali?”
Tangan Su Yuqi bergetar semakin luar biasa, dan Pedang Langit yang Membara hampir terlepas dari genggamannya. Api pada pedang itu berkedip-kedip, mencerminkan keadaan pikirannya saat ini.
Dia menatap mata David, cinta di dalamnya begitu intens, begitu tulus, hingga terasa tidak nyata. Dia tewas-tewasan mencari-cari dalam ingatannya.
Dia berusaha tewas-tewasan untuk mengingat sesuatu, untuk menemukan potongan-potongan ingatan tentang orang ini, tetapi pikirannya tetap kosong, hanya ada rasa sakit yang tajam dan berdenyut, seolah-olah jarum yang tak terhitung jumlahnya menusuk kepalanya.
“Aku…aku tidak mengenalmu.”
Dia berbicara lagi, tetapi suaranya tidak setegas sebelumnya, mengandung sedikit keraguan yang bahkan dia sendiri tidak sadari, dan pertahanan batinnya runtuh sedikit demi sedikit.
Hati David kembali tertusuk, rasa sakitnya membuat seluruh tubuhnya gemetar, tetapi dia tetap tidak menyerah.
“Itu tidak penting.”
Ia berbicara dengan lembut, matanya dipenuhi tekad dan kelembutan. Bahkan di tengah keputusasaan, ia tidak pernah menyerah. “Tidak apa-apa jika kau tidak ingat. Aku akan menunggu dengan sabar. Aku akan membuatmu mengingatnya. Yuqi, kita telah melalui begitu banyak hal bersama, begitu banyak cobaan dan kesulitan.”
Kita memasuki dunia fana bersama, menghadapi krisis hidup dan tewas yang tak terhitung jumlahnya bersama, dan membuat janji di bawah langit berbintang, mengatakan bahwa kita akan tetap bersama seumur hidup dan tidak akan pernah berpisah… Kau pasti masih ingat, kau pasti bisa mengingatnya…”
Dia terus berbicara tanpa henti, menceritakan kembali kisah-kisah dan kenangan yang telah lama terlupakan yang hanya milik mereka berdua, setiap kata dipenuhi dengan kasih sayang yang mendalam.
Su Yuqi mengerutkan kening dalam-dalam, kepalanya berdenyut-denyut kesakitan, dan kekosongan dalam ingatannya membuatnya amat panik.
akan tetapi kata-kata itu, deskripsi itu, apa yang disebut pengalaman itu, membangkitkan kegelisahan yang semakin besar dalam dirinya, seolah-olah sesuatu akan terlepas dari belenggunya dan terbangun.
Dia tidak mengingatnya, tetapi rasa sakit di hatinya amat nyata.
Mengapa mendengar kata-kata ini membuatnya begitu sedih?
Mengapa dia merasa terdorong untuk mempercayainya? Untuk mempercayai peristiwa masa lalu yang belum pernah dia alami?
“diam!”
seketika dia mengeluarkan teriakan pelan, seolah-olah untuk menutupi kepanikan di hatinya, dan mendorong ujung pedang ke depan lagi!
Ujung pedang yang menyala-nyala menembus bahu David, api langsung membakar dagingnya. Sebelum darah sempat mengalir keluar, darah itu menguap oleh api, dan udara dipenuhi bau daging terbakar. Rasa sakit yang luar biasa langsung menyebar ke seluruh tubuhnya.
David sedikit terhuyung, rasa sakit yang tajam menusuk bahunya, tetapi dia tidak bergeming atau bahkan tersentak, seolah-olah dia tidak merasakan sakit sama sekali, dan terus menatap Su Yuqi dengan penuh kelembutan.
Dia hanya menatapnya dengan tenang, matanya tidak dipenuhi rasa dendam atau amarah, hanya kesedihan dan kelembutan, seolah-olah wanita di depannyalah yang terluka, bukan dirinya sendiri.
Apakah ini sakit?
Dia bertanya dengan suara lembut, penuh kesedihan, seolah bertanya pada diri sendiri apakah dia telah menyakitinya.
Su Yuqi terperanjat, dan tangannya yang memegang pedang berhenti.
“Pasti amat sakit.”
David terus berbicara sendiri, suaranya selembut sedang membujuk seorang anak kecil. Kenangan membanjiri pikirannya, dan senyum lembut muncul di bibirnya, “Aku ingat, kau paling takut akan rasa sakit…”
“diam!!!”
Su Yuqi seketika menghunus pedang panjangnya, dan darah akhirnya menyembur keluar, hanya untuk langsung menguap oleh api. Lukanya hangus hitam, tetapi dia sama sekali tidak ragu dan menusuk lagi!
Serangan pedang ini lebih gesit dan lebih ganas, menembus perut David. Lukanya lebih dalam, dan rasa sakitnya lebih luar biasa. Api iblis berkobar di dalam dirinya, membakar meridian dan dagingnya.
raga David bergoyang luar biasa, wajahnya semakin pucat, keringat dingin mengalir di dahinya, dan napasnya menjadi lemah. Dia hampir jatuh dari udara.
akan tetapi dia tetap tidak menghindar.
Dia hanya menatap Su Yuqi, kelembutan dan kesedihannya tak berkurang. Meskipun dia terluka parah dan api iblis membakar di dalam tubuhnya, dia tetap menyayanginya di dalam hatinya.
“Yuqi…”
Suaranya serak dan lemah, akan tetapi masih dipenuhi cinta yang tak terbatas. “Apakah kau ingat? Dulu, kau pernah bertanya padaku apa yang akan kulakukan jika suatu hari kau mengarahkan pedang ke arahku dan mencoba membunuhku?”
Aku berujar, “Aku akan berdiri di sana, tak bergerak, dan membiarkanmu menusukku. sebab aku tahu kau tidak akan sungguh menyakitiku, kau tak sanggup…”
Tangan Su Yuqi gemetar luar biasa hingga ia hampir tak mampu memegang pedang itu. Pedang Langit yang Membara terus bergoyang di tangannya, apinya berkedip-kedip. Matanya memerah, dan air mata menggenang, tetapi ia dengan gigih menahannya agar tidak jatuh.
Mengapa?
Mengapa ini terjadi?
Mengapa orang ini menyebabkan begitu banyak kesedihan padanya? Mengapa dia begitu enggan untuk melepaskannya?
Mengapa dia tidak tega membunuhnya meskipun dia tidak mengenalnya?
“Berhenti bicara…”
Dia berbicara pelan, suaranya bergetar, dengan sedikit nada memohon, “Tolong berhenti bicara…”
Dia tidak ingin mendengarnya, dia tidak berani mendengarnya; kata-kata itu meluluhlantakkan hatinya, mendorongnya ke ambang kehancuran.
akan tetapi pedang di tangannya sekali lagi terhunus tanpa terkendali.
Pedang itu menembus dada David, hanya selebar rambut dari jantungnya. Api iblis langsung menyembur masuk, membakar meridian jantungnya. Jika menembus lebih dalam, api itu akan menembus jantungnya, menghanguskan jiwanya sepenuhnya dan membunuhnya di tempat.
Darah menyembur keluar dan menguap oleh api, membentuk kabut darah aneh yang menodai pakaian ungu dan pipinya. Noda darah hangat di kulitnya membuatnya gemetar.
Bagaimana keseruan Bab 6219 David Dipukuli. di atas? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi bersama pembaca lainnya, dan nantikan kelanjutan kisahnya!