Bab 6183 Harga.
Anda sedang membaca Bab 6183 Harga.. Jika terdapat kesalahan terjemahan, harap maklum karena ini adalah terjemahan cepat. Selamat menikmati ceritanya!
Qingxuzi berhenti sejenak, lalu melanjutkan, “akan tetapi, kuilku memang memiliki teknik rahasia yang dapat membangkitkan jiwa yang tertidur. Teknik ini disebut ‘Teknik Penyeberangan Jiwa Reinkarnasi,’ dan merupakan rahasia yang dijaga ketat oleh kuilku. Tapi…”
Dia ragu-ragu, matanya melirik ke sana kemari, seolah mengatewas reaksi David.
David berujar, “Tapi apa? Berapa harga yang diminta? Tolong beritahu saya, Tuan Qingxu.”
Qingxuzi menatapnya dan perlahan berujar, “akan tetapi, teknik rahasia ini membutuhkan sejumlah besar kekuatan garis darah. Terutama, kekuatan garis darah yang dibutuhkan untuk membangkitkan jiwa yang telah lama tertidur seperti itu bahkan jauh lebih besar.”
Dia berhenti sejenak, lalu menekankan, “Sahabat muda Chen, kau memiliki garis keturunan Naga Emas Bercakar Lima, garis keturunan tak tertandingi yang hanya ada satu dari sepuluh ribu. Jika kau bersedia menawarkan sebagian dari garis keturunanmu sebagai katalis untuk membangkitkan jiwamu, maka kita akan memiliki peluang sukses sebesar 70%.”
David sedikit mengangkat alisnya. Menawarkan garis keturunan? Dia menatap Qing Xuzi dan berujar dengan tenang, “Berapa banyak yang kau butuhkan?”
Qingxuzi mengangkat dua jari dan memberi isyarat: “Tidak banyak, hanya satu mangkuk. Dengan tingkat kultivasimu, anak muda Chen, mempersembahkan semangkuk sari darah akan memungkinkanmu pulih dalam beberapa bulan. Dan kedua temanmu akan terlahir kembali sebagai hasilnya. Kau tidak boleh melewatkan kesempatan ini, anak muda Chen.”
Semangkuk darah?
David mencibir dalam hati.
Garis keturunan Naga Emas Bercakar Lima sangatlah berharga, mengandung esensi kehidupan yang amat besar dan kekuatan hukum.
Semangkuk darah sudah cukup untuk mengubah orang biasa, atau bahkan memungkinkan seorang kultivator untuk menembus hambatan dan memperpanjang hidup mereka.
Qingxuzi berbicara dengan ringan, tetapi nilai dari hal ini tidak dapat diukur dengan akal sehat.
akan tetapi, dia tidak punya alasan untuk menolak.
Untuk menyelamatkan Musa dan istrinya, dia rela mengorbankan nyawanya, apalagi mendonorkan darah.
David terdiam sejenak, lalu mengangguk: “Baik.”
Secercah kegembiraan sekilas terlintas di mata Qingxuzi, tetapi lenyap dalam sekejap, akan tetapi David dengan jeli menangkapnya.
Qingxuzi dengan gesit berujar, “Sahabat muda Chen memang setia dan jujur! Aku mengaguminya! Kalau begitu, aku akan pergi dan mempersiapkan upacara. Sahabat muda Chen, mohon tunggu sebentar, dan kita akan lekas memulainya.”
Dia berdiri, berbalik, lalu pergi.
David duduk di ruangan rahasia, mengawasi punggungnya, tatapan penuh pertimbangan terpancar di matanya.
Ketika Qingxuzi mendengar “semangkuk darah” barusan, kegembiraan di matanya amat terlihat.
Ekspresi itu tidak tampak seperti ekspresi seseorang yang telah mendapatkan sekutu; lebih seperti seorang pemburu yang menatap mangsa yang telah jatuh ke dalam perangkap, matanya dipenuhi keserakahan dan antisipasi.
“Apakah ini sungguh hanya semangkuk darah?”
David merenung dalam hati, “Aula Ilahi dikenal sebagai tempat suci jalan kebenaran, jadi mengapa tempat ini begitu terobsesi dengan garis keturunanku? Pasti ada sesuatu yang lebih dari sekadar yang terlihat.”
akan tetapi, saat itu dia tidak punya pilihan lain.
Dengan nyawa Musa dan istrinya yang berada di ujung tanduk, dia tidak punya pilihan selain mengambil risiko.
Jika jiwa Musa dan istrinya sungguh telah lenyap, tidak ada cara untuk mengembalikannya, metode apa pun yang digunakan.
Dewa Balai Perjudian sungguh akan menepati janjinya, dan Du Qingxuzi memang seorang senior yang amat dihortewas dan berintegritas.
Meskipun tahu itu adalah lubang api, dia harus melompat masuk demi saudara-saudaranya.
Sesaat lantas, pintu ruangan rahasia itu kembali didorong hingga terbuka.
Tetua Qingxuan masuk, diikuti oleh dua murid dari Aula Ilahi, masing-masing membawa berbagai artefak magis.
Terdapat lonceng perunggu yang berkilauan, piring giok yang memancarkan aura dingin, dan gulungan kulit domba kuno yang dipenuhi simbol-simbol yang tak dapat dipahami.
Tetua Qingxuan tersenyum tipis dan berujar, “Saudara Taois Chen, upacaranya sudah siap. Silakan ikuti saya.”
David berdiri dan mengikutinya keluar dari ruangan rahasia itu.
Setelah melewati beberapa istana, ketiganya tiba di sebuah aula samping.
Aula samping ini terletak di sisi barat kuil. Lokasinya relatif terpencil, dan lingkungannya sunyi. Anda bahkan tidak bisa mendengar kicauan burung, yang memberikan kesan sepi.
Pintu-pintu aula samping tertutup rapat, ditutupi dengan rune-rune menyeramkan yang samar-samar berpendar merah, memberikan perasaan yang menakutkan, seolah-olah ada sesuatu yang jahat terkurung di dalamnya.
Tetua Qingxuan mendorong pintu hingga terbuka, dan bau apak tercium keluar, bercampur dengan bau samar darah.
Di dalam aula samping, sebuah susunan sihir besar telah dipasang. Susunan itu menutupi seluruh lantai aula, pola-polanya terjalin rapat seperti jaring laba-laba.
Pola susunan tersebut memancarkan cahaya keemasan yang samar, tetapi jauh di dalam cahaya itu, tampak ada gumpalan kabut hitam yang membuat bulu kuduk merinding.
Di tengah lingkaran sihir itu, terdapat sebuah mangkuk giok. Mangkuk itu sebesar baskom cuci, berwarna putih bersih, dan diukir dengan pola naga yang rumit, seolah menunggu untuk dibanjiri darah.
“Saudara Taois Chen, silakan masuk ke dalam formasi.”
Tetua Qingxuan menunjuk ke tengah susunan sihir dan berujar, nadanya mengandung aura otoritas yang tak terbantahkan.
David melangkah masuk ke dalam formasi. Langkahnya mantap dan tanpa sedikit pun keraguan, seolah-olah dia telah lama siap untuk tewas.
Tetua Qingxuan dan kedua muridnya meninggalkan aula samping dan menutup pintu aula.
Bunyi gembok yang menutup terdengar amat mengganggu di aula yang sunyi, seperti hitungan mundur menuju ketewasan.
Alarm berbunyi di benak David. Tepat saat itu, susunan sihir perlahan aktif.
Cahaya keemasan itu semakin kuat dan semakin pekat, menyelimuti David sepenuhnya.
Suatu kekuatan aneh mulai menyedot kekuatan garis keturunan dari tubuhnya.
Pada awalnya, kekuatan itu lembut, seolah-olah sedang membimbing.
akan tetapi tak lama lantas, hal itu menjadi mendominasi, seperti tangan-tangan rakus yang tak terhitung jumlahnya, dengan panik merobek pembuluh darahnya dan menghisap darahnya.
David sedikit mengerutkan kening. Dia merasakan bahwa kekuatan itu jauh lebih mendominasi daripada yang dia bayangkan.
Kecepatan ekstraksinya juga jauh lebih gesit daripada “mangkuk”.
Dengan kecepatan ini, darahnya akan habis dalam waktu kurang dari setengah durasi batang dupa!
Dia mencoba melawan, tetapi menyadari bahwa dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya!
Tanpa disadarinya, sebuah kekuatan pengikat tak terlihat muncul di dalam susunan sihir tersebut, mengikat anggota tubuhnya dengan kuat di tempatnya.
Seberapa keras pun dia berusaha, dia tidak bisa membebaskan diri sedikit pun.
Bagaimana keseruan Bab 6183 Harga. di atas? Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi bersama pembaca lainnya, dan nantikan kelanjutan kisahnya!