Charlie Wade Si Karismatik Bahasa Indonesia, Hero Of Hearts Chapter 7458 English, Bahasa Melayu.
Bab 7458
=== HALAMAN 1 ===
Analisis Kikuchi dan Pilihan Sulit Wu Bolin
Sebagai pengikut setia, Kikuchi Kohei tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Wajahnya tetap tenang meskipun situasi sedang genting.
Ia menganalisis dengan cepat, “Masato, apakah Anda bisa lolos atau tidak, semua bergantung pada satu hal: Apakah musuh bisa mengunci posisi Anda saat Anda keluar dari kendaraan?”
Wu Bolin sangat frustrasi. Situasi ini benar-benar jalan buntu.
Maju berarti bunuh diri. Ia harus melawan pasukan elit Amerika dan Jepang sendirian.
Secara teori, dengan kekuatan kultivasinya, membunuh mereka satu per satu bukanlah mimpi. Namun, ini bukan tentara zaman dulu yang hanya bersenjatakan pedang atau senapan kuno.
Ini adalah militer Amerika modern.
Setiap gerakan di medan perang ini direkam dan dikirimkan secara real-time ke Pentagon melalui satelit.
Inilah perbedaan mengerikan antara zaman modern dan seratus tahun yang lalu.
Dulu, jika dikejar musuh, Wu Bolin cukup membunuh mereka semua. Orang mati tidak bisa bicara. Rahasia aman.
Sekarang? Meskipun ia bisa membantai seluruh pasukan ini dalam sekejap, data video pertempuran itu sudah terlanjur terkirim.

Dunia akan melihat wajahnya. Dunia akan tahu tentang keberadaan “manusia super” (kultivator). Dan akibatnya, seluruh kekuatan militer dunia akan memburunya tanpa henti.
“Mundur juga bukan pilihan yang bagus,” pikir Wu Bolin.
Musim dingin Antartika adalah neraka beku. Meskipun ia seorang kultivator hebat yang tidak perlu makan nasi, tubuhnya tetap butuh energi spiritual untuk melawan suhu ekstrem.
Energi spiritualnya sudah menipis. Bertahan hidup di luar sana sama saja perlahan-lahan membunuh diri sendiri.
Rencana Pelarian Cerdik
Kikuchi memecah keheningan.
“Masato, sebaiknya Anda lari sekarang! Jika lari, masih ada harapan. Tapi jika tertangkap, Anda akan diinterogasi oleh Watanabe Goro. Identitas Anda pasti terbongkar.”
Wu Bolin mengangguk sungguh-sungguh. Kikuchi benar.
Tetap tinggal = Mati atau Terbongkar. Lari = Ada harapan hidup.
“Bagaimana caranya aku menghindari radar mereka jika aku keluar dari mobil ini?” tanya Wu Bolin.
Kikuchi berpikir sejenak, lalu matanya berbinar.
“Itu tidak sulit, Guru. Mereka tidak menggunakan pesawat pengintai atau helikopter. Mereka hanya mengandalkan radar darat dan pencitraan termal (thermal imaging).”
Kikuchi menjelaskan kelemahannya, “Alat-alat itu tidak bisa menembus baja tebal. Radar hanya melihat mobil salju sebagai satu objek kotak. Thermal imaging hanya melihat panas mesin dan knalpot.”
“Artinya,” lanjut Kikuchi serius, “Mereka tidak bisa melihat berapa orang di dalam mobil ini. Mereka juga tidak bisa melihat panas tubuh kita karena terhalang bodi mobil.”
Rencana Kikuchi sederhana namun brilian:
- Wu Bolin keluar dari mobil saat mobil masih melaju.
- Wu Bolin harus berlari tepat di depan mobil salju, menggunakan bodi mobil sebagai tameng (blind spot) dari radar musuh di belakang.
- Kikuchi akan memerintahkan mobil lain untuk melaju di samping, memperbesar area “buta” bagi radar musuh.
- Setelah Wu Bolin lari cukup jauh, konvoi akan berhenti dan menyerah. Radar musuh akan fokus pada konvoi yang menyerah, membiarkan Wu Bolin lolos.

“Bagus sekali!” Wu Bolin sangat gembira.
Dengan cara ini, meskipun kehilangan markas Istana Wu Han, identitasnya sebagai kultivator tetap aman. Tidak ada yang tahu ia pernah ada di sana.
Strategi Hibernasi
Wu Bolin segera menyusun rencana bertahan hidup.
Ia tidak bisa menggunakan stasiun penelitian kosong lain karena pasti penuh kamera pengawas (CCTV) yang tidak ia pahami.
Solusi terbaik: Menggali Gua Es.
Ia akan menggali lubang sedalam ratusan meter ke dalam lapisan es abadi. Di dalam sana, ia akan bersembunyi seperti beruang kutub yang hibernasi.
Es tebal akan melindunginya dari angin badai, mengurangi drastis pengurasan energi spiritualnya. Ia akan menunggu di sana sampai badai berlalu atau musim berganti.

(Tombol Navigasi: “HALAMAN SELANJUTNYA: PENGORBANAN TERAKHIR KIKUCHI & MISI BUNUH DIRI” -> Link ke Page 2)