Charlie Wade Si Karismatik Bahasa Indonesia, Hero Of Hearts Chapter 7456 English, Bahasa Melayu.
Bab 7456
Kultivator vs Teknologi Modern: Ketakutan Wu Bolin
Wu Bolin melarikan diri dengan panik.
Ia tidak pernah menyangka rencananya akan hancur total. Niat awalnya datang ke stasiun penelitian Amerika adalah untuk merekrut pengikut dan memperluas kekuasaan.
Namun realitanya, ia kini lari terbirit-birit seperti anjing yang dipukul mundur.
Sepanjang perjalanan pulang menembus badai salju, ia terus mengumpat pelan.
“Dasar orang Amerika gila! Apa masalahnya? Kenapa mereka ribut-ribut soal hal sepele seperti ini?” gumamnya kesal. “Mereka bahkan sampai membocorkan informasi kepada tentara mereka.”
Seratus tahun yang lalu, Wu Bolin tidak akan takut pada tentara.
Baginya dulu, senjata api dan meriam hanyalah mainan besi. Benda-benda itu tidak menimbulkan ancaman bagi seseorang dengan tingkat kultivasi tinggi seperti dirinya.
Namun, zaman telah berubah.
Setelah seabad mengasingkan diri untuk bertapa, ia baru menyadari kenyataan pahit: kecepatan perkembangan teknologi manusia biasa jauh melebihi kecepatan kultivasinya.

Kengerian Senjata Modern
Daya tembak pasukan modern kini begitu dahsyat. Satu tombol bisa meratakan seluruh kota hingga tanah. Kekuatan destruktif ini bahkan sulit ditandingi oleh para kultivator hebat sekalipun.
Wu Bolin teringat cerita tentang seorang bangsawan sakti yang tewas tragis.
Meskipun bangsawan itu memiliki tubuh kebal yang mampu menahan beberapa tembakan, ia hancur berkeping-keping saat menghadapi senapan mesin yang memuntahkan ribuan peluru per menit.
Karena itulah, ketika tahu ia berhadapan dengan militer Amerika, Wu Bolin tidak ragu sedikit pun. Ia memilih lari.
Di sebelahnya, Kohei Kikuchi menyetir dengan wajah bingung. Pikirannya yang telah dikendalikan sepenuhnya oleh Wu Bolin tidak mampu memproses situasi ini.
“Tuan, sepertinya ada yang tidak beres!” lapor Kikuchi.
“Ada apa?” tanya Wu Bolin kasar.
“Hampir semua negara di dunia menandatangani Perjanjian Antartika. Mereka berjanji tidak akan mengirim tentara atau senjata ke sini,” jelas Kikuchi.
Ia melanjutkan dengan nada heran, “Tapi barusan, Amerika mengirim pasukan terjun payung dan kendaraan lapis baja. Itu pelanggaran hukum internasional yang gila! Kita hanya minta bantuan logistik, kenapa mereka mengirim pasukan perang?”
“Ya, kenapa?” Wu Bolin juga tidak habis pikir.
Rasanya seperti meminjam tepung ke rumah tetangga, tapi tetangga itu membalas dengan menurunkan satu kompi bandit bersenjata lengkap untuk membunuhmu. Itu reaksi yang sangat berlebihan.
Kecuali… tetangga itu tahu bahwa kau sebenarnya bukan mau meminjam tepung, melainkan mau membantai keluarganya.
“Tapi aku tidak mengungkapkan niat asliku,” batin Wu Bolin. “Bagaimana mereka bisa merasakan bahaya?”
Dugaan Pengkhianatan
Tiba-tiba, sebuah kemungkinan mengerikan terlintas di benaknya.
“Kecuali jika ada seseorang di keluargaku yang membocorkan berita ini!” gumam Wu Bolin.
Kikuchi menoleh, “Masato, apa yang baru saja kau katakan tentang bocornya informasi?”
Wu Bolin menatap tajam ke depan, matanya dingin.
“Aku menduga orang-orang di Istana Wu Han (Wu Hangong) yang membocorkan berita ini. Mungkinkah Jepang sudah tahu bahwa kalian semua sekarang setia kepadaku?”
Kikuchi terkejut bukan main. “Mustahil, Masato! Setiap anggota Istana Wu Han setia padamu sampai mati. Bahkan jika kau suruh kami bunuh diri sekarang, kami akan lakukan. Bagaimana mungkin kami membocorkan rahasia?”
Wu Bolin mengangguk sedikit. Secara logika, hipnotisnya sempurna.
“Kau benar. Kalian adalah boneka setiaku. Tapi…” Wu Bolin berpikir keras.
“Mustahil mencegah Jepang mengetahui situasi ini lewat saluran lain. Kita sudah melakukan eksplorasi besar-besaran terlalu lama di sini. Pasti ada jejak yang tertinggal.”
Kikuchi setuju dengan wajah cemas. “Teknologi kami terbatas. Mungkin cara kami mengelabui pusat komando di Jepang tidak 100% berhasil.”

Keringat dingin mulai menetes di dahi Wu Bolin.
“Jika dugaanku benar… karena Amerika tahu, berarti Jepang juga tahu. Mereka pasti bekerja sama.”
Kesimpulan akhirnya membuat Wu Bolin merinding: “Itu berarti pasukan Amerika ini tidak hanya menjaga stasiun mereka. Mereka akan mengejar kita sampai ke Istana Wu Han!”
(Tombol Navigasi: “HALAMAN SELANJUTNYA: RENCANA LICIK WU BOLIN MENGORBANKAN ANAK BUAH” -> Link ke Page 2)