Di tengah badai pasir gurun yang ganas, David dan Hu Mazi bergumul mencari Aula Keenam, namun hanya menemukan keheningan dan penduduk yang ketakutan. Spekulasi David tentang lokasi yang tersembunyi atau kerahasiaan ekstrem para biksu semakin kuat, terutama setelah reaksi panik saat Aula Keenam disebutkan. Misteri Aula Keenam Kuil Ilahi semakin dalam, seolah hanya legenda yang tak berbekas.

A Man Like None Other novel free english
Bab 5512 dari Perintah Kaisar Naga sulit ditemukan
Di seberang gurun, badai pasir masih mengamuk.
Angin, bersiul bersama kerikil, merobek hamparan luas bagaikan binatang buas yang marah.
Suara siulan itu, bagaikan auman binatang purba, menanamkan rasa kagum dan takut di hati orang-orang.
David dan Hu Mazi, satu di depan dan satu di belakang, berjuang maju di tengah angin yang mengamuk.
Langkah kaki mereka terbenam dalam pasir, setiap langkah membutuhkan usaha yang luar biasa.
Angin menerpa wajah mereka, pasir menyengat kulit mereka bagai jarum, tetapi mereka terus maju dengan tekad.
Mereka telah berjalan berhari-hari, namun tak menemukan petunjuk menuju Aula Keenam.
Di gurun yang luas ini, mereka bagaikan dua butir pasir yang tak berarti, terombang-ambing oleh takdir.
Gurun Langit Ketujuh ini terasa seperti tanah terlupakan, energi abadinya menyusut dan lingkungannya keras.
Tak heran dua kelompok rela mempertaruhkan nyawa demi satu mata air abadi.
David tidak tahu seberapa luas gurun ini, dan kapan ia akan bisa keluar. Ia ingin terbang keluar, tetapi sepertinya ada sesuatu yang menariknya, yang akan membutuhkan banyak energi spiritual.
Mereka tidak memiliki terlalu banyak sumber daya untuk diisi ulang sekarang, jadi selama mereka tidak dalam bahaya, mereka akan menabung sebanyak mungkin.
“David, kita sudah berjalan selama beberapa hari, dan kita belum melihat satu orang pun, apalagi Aula Keenam Kuil.”
Hu Mazi menyeka debu dari wajahnya dan berkata tanpa daya.
Wajahnya dipenuhi kelelahan dan kecemasan, dan kulitnya yang sudah kasar menjadi semakin kering dan pecah-pecah akibat serangan angin dan pasir dalam beberapa hari terakhir.
David berhenti dan melirik ke tanah kosong yang luas di sekitarnya, sedikit mengernyit.